Arus

Apa Itu Clubhouse? Media Sosial Baru yang Booming di Indonesia

Media sosial memang memiliki jumlah pengguna sangat besar di Indonesia. Mulai dari Friendster, Path, Facebook, Instagram hingga Twitter. Bahkan sejak awal Februari 2021 ini, ada satu aplikasi media sosial yang tengah booming yakni Clubhouse. Memang, apa itu Clubhouse dan kenapa bisa sangat digandrungi akhir-akhir ini?

Sebelum Anda tahu mengenai Clubhouse, ada baiknya Anda mengerti kenapa media sosial itu sangat populer. Ternyata semua dimulai dari Elon Musk sang CEO Tesla dan SpaceX. Salah satu pria terkaya di dunia itu ternyata melakukan sesi perbincangan di Clubhouse yang kemudian diunggah di kanal Youtube Tesla Owners Online, dan membuat aplikasi itu sangat booming.

Lewat video yang berdurasi 1,5 jam itu, Musk melakukan diskusi dengan pengguna aplikasi populer ini yang membuat banyak orang penasaran dengan platform yang digunakan oleh Musk. Tentu apa yang dilakukan Musk ini membuat siapapun teringat pada mendadak populernya Signal setelah dirinya menyarankan semua orang untuk menggunakan alih-alih WhatsApp.

Baca juga: Seputar Fakta Signal, Aplikasi Perpesanan Pesaing WhatsApp

Jadi, Apa Itu Clubhouse?

© Thomas Trutschel/Photothek

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Clubhouse adalah jejaring sosial tak ubahnya Facebook, Instagram dan Twitter. Hanya saja yang membedakan, Clubhouse berbasis audio.

Namun tentu saja Clubhouse punya perbedaan yang sangat signifikan dimana dalam Clubhouse, Anda bisa membuat sesi perbincangan dengan pengguna lain dan saling berbincang online. Clubhouse sendiri dikembangkan oleh perusahaan software Alpha Exploration Co, dan resmi dirilis di Amerika Serikat pada Maret 2020.

Kendati belum genap setahun, Clubhouse justru mampu menarik perhatian karena membuat masyarakat dunia yang selama ini harus di rumah saja berkat Covid-19, bisa saling berjumpa meski lewat suara. Sehingga jika disederhanakan lagi, Clubhouse tak ubahnya seperti Zoom tapi cuma dalam bentuk suara saja.

Fakta-Fakta Menarik Soal Clubhouse

© Shutterstock

Dari penjelasan apa itu Clubhouse di atas, tak berlebihan kalau disimpulkan bahwa Clubhouse mirip siaran radio modern. Jika biasanya para penyiar mengundang bintang tamu dalam program mereka dan membiarkan pendengar melakukan interaksi lewat telepon, maka Clubhouse melakukan fungsinya dengan serupa tetapi tampil modern lewat teknologi internet.

Supaya semakin paham Clubhouse, berikut beberapa fakta yang bisa Anda pelajari:

Baca juga: Menanti Smartphone Layar Gulung, Tren Baru 2021

1. Cuma Bisa Dipakai di iOS

Jika melihat pengguna Clubhouse saat ini, maka bisa dipastikan itu adalah mereka yang menggunakan sistem operasi iOS saja. Kenapa begitu? Karena hingga artikel ini terbit, aplikasi Clubhouse cuma hadir secara eksklusif di perangkat besutan Apple seperti iPhone, iPad dan iPod Touceh saja. Dengan begitu bagi Anda pengguna Android, hanya bisa gigit jari saja.

Namun ternyata tak semua pengguna iOS bisa menggunakan Clubhouse. Karena platform diskusi virtual ini cuma bisa dijalankan pada perangkat dengan sistem operasi minimal iOS 13 yang membuat pemilik iPhone 6 dan iPad mini 3 cuma gigit jari. Dilansir KompasTekno pekan lalu, Clubhouse sudah diunduh hampir 300 ribu orang dan tentunya makin populer.

2. Perilisan di Android Harus Menunggu

Dengan tingginya antusias atas Clubhouse, tentu permintaan agar aplikasi yang memiliki nilai valuasi menyentuh 1 miliar dolar ini segera hadir di platform Android pula. Atas fakta ini, kedua pembesut Clubhouse yakni Paul Davison dan Rohan Seth pun menyebutkan kalau mereka tengah mengerjakan versi Android lantaran ingin aplikasi ini dipakai semua orang.

Hanya saja tampaknya kehadiran Clubhouse di Android harus menunggu cukup lama lagi. Hingga saat ini, belum ada keterangan seberapa jauh proses yang sudah dilewati untuk mengembangkan Clubhouse di Android. Bahkan ada yang bilang kalau aplikasi ini masih butuh setidaknya 1-2 tahun lagi sebelum akhirnya bisa dinikmati pengguna Android.

3. Wajib Punya Undangan Clubhouse

Dari penjelasan Clubhouse dan sejumlah fakta yang ada, cukup aman disebutkan jika aplikasi ini memang luar biasa eksklusif serta tak bisa digunakan oleh semua orang secara mudah. Bahkan sekalipun Anda adalah pengguna iOS yang bisa dipasangkan Clubhouse, tak bisa serta-merta bergabung usai mengunduh dan memasangnya pada perangkat. Kenapa begitu? Karena Anda harus punya undangan.

Yap, metode bergabung Clubhouse ini memang bisa dianggap sangatlah unik dan berbeda dari kebanyakan media sosial pada umumnya. Jika jejaring sosial lain memudahkan siapapun bergabung dan mendaftar, Clubhouse mewajibkan calon pengguna yang ingin punya akun Clubhouse harus mendapat undangan dari orang lain yang sudah jadi anggota Clubhouse.

Baca juga: Gadget Terfavorit Tahun 2020 yang Akan Tetap Cocok di 2021

Nantinya anggota baru Clubhouse ini punya hak mengundang dua orang lain dan itulah yang membuat aplikasi ini begitu eksklusif dengan anggota terbatas. Memanfaatkan betul hype Clubhouse, saat ini ada banyak sekali layanan jasa undangan Clubhouse yang ditawarkan di beberapa e-commerce Tanah Air.

Bahkan layanan jasa undangan Clubhouse ini dibanderol mulai dari Rp99 ribu hingga Rp250 ribu. Padahal sebetulnya undangan Clubhouse ini bisa diperoleh secara gratis dari rekan Anda. Asalkan si pengundang memiliki nomor ponsel Anda, maka akan bisa mengirimkan SMS berisi tautan ke situs Clubhouse untuk membuat akun dengan nomor ponsel tersebut.

4. Partisipan Bisa Ribuan

Berbeda dengan podcast pada umumnya yang mungkin cuma beberapa orang saja, partisipan dalam sebuah ruang diskusi Clubhouse bisa mencapai ribuan orang. Hal inilah yang akhirnya menjadikan Clubhouse serupa dengan event webinar yang digelar lewat Zoom atau aplikasi video conference lain, tapi cuma bermodalkan suara saja.

Dari informasi yang dirilis PC Magazine, ruang obrolan Clubhouse kabarnya bisa menampung hingga 5.000 orang. Namun yang berhak berbicara hanyalah moderator dan bintang tamu, sementara partisipan lain adalah pendengar. Jika partisipan ingin berbicara, moderator harus memberikan izin.

5. Clubhouse Belum Bisa Dikomersialkan

Salah satu kekurangan yang wajib Anda ketahui dari Clubhouse ini adalah aplikasi ini belum bisa dimonetisasi. Kenapa begitu? Karena pengguna tak bisa menyimpan dan merekam sesi percakapan yang sudah selesai. Bahkan absennya tools editing, efek suara sampai filter transisi menjadikan aplikasi ini berjalan apa adanya.

Dengan tak adanya cuplikan iklan, menjadikan creator aplikasi ini haruslah berprinsip membagikan ilmu secara cuma-cuma. Namun dengan total jumlah pengguna mencapai 2 juta orang, tampaknya Clubhouse bakal makin berbenah dan jadi aplikasi unggulan ke depannya.

Nasib Clubhouse di Indonesia Bakal Kena Blokir?

© Josh Rose / Unsplash

Bagaimana? Sudah cukup paham dengan Clubhouse? Tentu sangat menyenangkan jika akhirnya bisa mendengarkan narasumber berkualitas berbincang mengenai sebuah topik, bukan? Hanya saja para penggemar Clubhouse di Indonesia harus waspada karena aplikasi ini terancam bakal diblokir oleh Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika). Lhah, kok bisa begitu?

Dedy Permadi selaku Juru Bicara Kominfo kepada Kompas menyebutkan kalau wacana pemblokiran ini sesuai dengan PP Nomor 5 Tahun 2020. Dimana disebutkan jika PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik) tidak mendaftar sesuai kebijakan Kominfo, akan mendapat sanksi administrasi seperti pemutusan akses atau pemblokiran aplikasi di Indonesia.

Baca juga: Bikin Rumah Canggih, Ini 10 Jenis Produk Smart Home Terbaik

Lantaran itulah, Dedy menghimbau agar Clubhouse bisa mendaftar sesuai ketentuan supaya tidak diblokir. Masa pendaftaran PSE sendiri akan dibuka selama enam bulan sejak 24 November 2020. Jika begitu, Clubhouse tentu tinggal punya waktu sampai 24 Mei 2021 sebelum akhirnya benar-benar diblokir jika abai pada ketentuan PSE dari Kominfo.

Kesimpulan

Melihat informasi apa itu Clubhouse di atas, bisa disimpulkan kalau aplikasi yang satu ini memang bisa dianggap sebagai sesuatu yang inovatif. Karena selama wabah corona ini, kebutuhan akan diskusi publik begitu dibutuhkan tapi terhambat pembatasan sosial. Tetapi dengan adanya Clubhouse, siapapun bisa berbicara dan berbagi informasi kepada publik secara online.

Share
Arai Amelya

Pecinta seni dan film yang saat ini harus menikahi jurnalistik serta penulisan

Recent Posts

Ponsel Flagship Hemat Baterai, Sony Xperia 5 III

Setelah bulan lalu kita membahas Sony Xperia 1 III, sekarang kita akan membedah Sony Xperia…

6 hari ago

Samsung Galaxy Z Fold 3, Stylusnya Lebih Besar Dari S21 Ultra

Samsung Galaxy Z Fold 3 adalah ponsel lipat pertama yang kami rekomendasikan kepada orang-orang yang…

6 hari ago

Cocok Untuk PPKM, Samsung Galaxy M32 Dihargai Rp2,7 Juta

Hingga hari Selasa (31/8) siang ini, sudah ada lebih dari 4,07 juta kasus Covid-19 di…

3 minggu ago

Moto G Stylus 5G, Fitur Stylusnya Sudah Jarang Ada

Moto G Stylus 5G adalah smartphone kelas menengah yang kompeten dengan komponen internal yang layak…

3 minggu ago

RAM Bisa Sampai 11GB, Vivo Y53s Dijual Rp3,6 Jutaan

Menyambut paruh kedua tahun 2021, produsen smartphone banyak yang mulai berani memboyong ponsel-ponsel kelas menengah…

3 minggu ago

Ponsel Lipat Fashionable, Samsung Galaxy Z Flip 3

A full-sized smartphone that folds to fit small-sized pockets. Ini adalah tagline Samsung untuk ponsel…

4 minggu ago