Arus

Asus ProArt PA32UCG-K, Monitor Desain Jutaan Warna Untuk Keajaiban Anda

Asus ProArt PA32UCG-K adalah sebuah layar yang dibuat khusus oleh ASUS untuk pekerja kreatif yang fokus pada akurasi warna. Menggabungkan fitur yang dibutuhkan oleh desainer dan pembuat konten, monitor ini mempunyai representasi warna yang akurat dan gradien yang halus.

Asus ProArt PA32UCG-K dibuat murni untuk mereka yang menginginkan perangkat berkualitas tinggi dalam aktifitas kreatifitas digital. Namun harga monitor ini membuat para desainer pemula harus berpikir dua kali karena harganya, 30 jutaan.

Selain harganya yang mahal, monitor ini juga berat. Kami juga heran di era Nano seperti ini, ASUS malah membuat layar monitor dengan berat 9,7 kg. Anda harus ambil kuda-kuda sebelum mengangkatnya atau akan patah tulang.

Sebuah layar mewah seberat itu memiliki kerapatan 1600nits dan 1.152 lampu LED mini menyusun pencahayaan seluas 32 inci. Dengan refresh rate maksimal 120Hz, Anda bisa menggunakannya untuk bermain game dengan lancar jaya aman sentosa.

©www.asus.com
Ukuran Panel32 inci
Jenis PanelLampu latar IPS Mini-LED
Resolusi3.840 x 2.160
Kecerahan400cd / m2 Biasa, 1600 cd / m2
Kontras Maksimum1.000: 1
Respons piksel5 md
Refresh Rate120Hz
VESA100mm
Input1 x HDMI 2.0b, 1 x HDMI 2.1, 1x DisplayPort v1.4, 1x Thunderbolt 3, 1 x USB-C, 3 x USB 2.0
Dimensi727 x 606 x 239mm (WxHxD)
Spesifikasi Asus ProArt

Apakah Anda penasaran seperti apa sih monitor seharga 30 jutaan? Yuk kita simak ulasan di bawah.

Desain Asus ProArt PA32UCG-K

Seperti yang sudah disampaikan di atas, layar ini memiliki berat 9,7 Kg. Jika dihitung total dengan pegangan layar, beratnya bisa mencapai 17,5 kg. Mantap!!

Seharusnya kami tidak perlu mengulangnya lagi, tetapi kami akan tetap memperingatkan Anda untuk hati-hati mengangkat sesuatu yang berat ini sendiri. Mencoba mengangkat dan menatanya sendiri akan membuat Anda rentan terkena cedera punggung. Oleh karena itu, mintalah seorang teman untuk membantu.

©www.asus.com

Setelah Anda meletakkannya di atas meja, Anda kemudian terjebak oleh betapa indahnya perangkat ini. Lengan penyangga dan bodi belakang monitor yang mengkilap karena gilingan logam halus melapisi permukaannya.

Namun jika dilihat dari tampilan konstruksi yang mengkilap, ini adalah monitor rasio 16: 9 32 inci yang menggunakan teknologi IPS. IPS telah lama dipuji sebagai kekuatan representasi warna, dan yang meningkatkan desain ini adalah penggunaan lampu latar Mini-LED, memungkinkan 1.152 area pencahayaan berbeda pada panel resolusi 3840 x 2160.

Salah satu ciri khas dari desain ini adalah skema lampu latarnya. Lampu latar panelnya memiliki kedalaman 60mm, jelas lebih tebal dari yang kita harapkan dari monitor saat ini.

Mini-LED tidak cukup baik dengan lampu latar OLED, di mana setiap piksel memiliki lampu latar built-in. Tetapi saat panel IPS bekerja, ini adalah peningkatan luar biasa dari skema lampu latar yang khas.

Kemampuan ini membantu layar Asus ProArt untuk meningkatkan kontras HDR, dan mendukung mode HDR10, HLG, dan Dolby Vision HDR.

Di bagian belakang layar, ada beberapa port eksternal yang mencakup tiga input HDMI (dua v2.0 dan satu v2.1), satu DisplayPort, dan Thunderbolt 3 melalui hub. Hub Thunderbolt memungkinkan rantai daisy, memungkinkan layar tambahan dihubungkan melalui satu kabel ke layar.

©www.techradar.com

Ketika Anda menggunakan salah satu dari koneksi HDMI 2.1, DisplayPort, atau Thunderbolt 3, dimungkinkan untuk mendapatkan tampilan 120Hz pada resolusi penuh dengan konten HDR. Tetapi jika hanya menggunakan input HDMI 2.0, tampilan maksimal adalah 60hz.

Rate maksimal pada layar Asus ProArt ini mencapai 120 fps pada resolusi 4K. Tampilan ini seolah Anda memiliki teknologi GPU / pengolah grafis untuk mendorong data secara optimal hingga 120fps.

Tapi tampilan setara GPU sudah seharusnya diberikan kepada siapapun yang rela mengeluarkan uang 60 juta untuk Asus ProArt ini. Untuk memanjakan pengguna, layar ini juga mempunyai sertifikat  AMD FreeSync Premium Pro, memungkinkan sinkronisasi variabel antara 48Hz dan 120Hz.

Bersamaan dengan teknologi video mengesankan yang disertakan dalam layar ini, Asus juga menyediakan hub USB dengan tiga port USB 3.1 Gen 1. Kemudian ada juga port Thunderbolt 3 dapat melakukan daisy-chain dan mengisi daya laptop yang terhubung dengan downstream 60W.

Fitur mengisi daya laptop ini kami pikir hanya untuk momen darurat saja, misal Anda lupa meninggalkan charger laptop di kantor. Karena pengisi daya laptop hari ini ada di titik 80 – 87W. Tentu dengan kekuatan 60W maka akan membuat pengisian menjadi lebih lambat.

Terakhir adalah aksesori pelindung cahaya fleksibel yang ada dalam paket pembelian. Pelindung cahaya ini untuk menghilangkan pengaruh sinar matahari alami pada representasi warna. Anda juga akan mendapatkan X-rite i1 Display Pro Calibrator untuk menyesuaikan panel guna mendapatkan hasil yang optimal.

Performa Asus ProArt PA32UCG-K

Performa seperti apa yang Anda harapkan dengan layar seharga 30 juta rupiah? Tentu dengan semua spesifikasi hebatnya Anda akan mendapatkan performa yang sebanding.

©www.asus.com

Tampilan warna adalah yang paling utama. Asus menyertakan lampiran tiga halaman yang memprofilkan berbagai hasil kalibrasi yang diambil oleh dua Minolta Color Analyzers yang berbeda.

Lampiran ini merinci bahwa setiap PA32UCG-K telah disetel sebelumnya untuk gamut sRGB, AdobeRGB dan DCI-P3. Semua kalibrasi disimpan secara internal di monitor dan bukan di komputer, memungkinkan panel dihubungkan ke beberapa sistem tetapi memberikan hasil yang konsisten.

Bagi mereka yang menjelajahi HDR-10, monitor ini mendukung tiga kurva HDR-10 alternatif. Ini adalah PQ Hard Clip, PQ Optimized dan PQ basic, semuanya dapat dipilih dari OSD (On Screen Display).

Sangat mudah menggunakan mekanisme kontrol dari OSD. Kami telah melihat perpindahan dari sistem kontrol lima atau enam tombol ke penggunaan joystick kecil baru-baru ini, perubahan yang kami dukung dengan sepenuh hati.

Asus ProArt PA32UCG-K memiliki joystick yang bergerak dengan fleksibel dan enam tombol operasional. Joystick dan tombol ini digunakan untuk mengatur menu pada tampilan monitor dan dapat diatur lewat OSD.

Kami menguji cakupan gamut warna menggunakan SpyderX Datacolor dan kalibrator X-rite i1 Display Pro yang disertakan dengan PA32UCG-K. Layar ini mampu memberikan akurasi 95% dari kisaran sRGB dan 99,5% untuk AdobeRGB. Sangat mengesankan.

Jika rRuang warna AdobeRGB menggunakan pengaturan DCI-P3, maka akurasinya dapat mencapai 98%. Mampu memberikan presentasi warna bagus dengan pemetaan tone warna  menggunakan HDR10 dan Dolby Vision.

Kemampuan ini membuat PA32UCG-K ideal bagi mereka yang mengembangkan konten game HDR atau video HDR, karena Anda dapat melihat rekamannya dalam kondisi yang hampir optimal.

Baca yuk, iMac 2021 Meninggalkan Tren Desain Klasik iMac Yang Kaku

Sementara untuk para pecinta game, input lag mungkin lebih dari yang mereka inginkan. Untuk proyek konsol game yang sedang berkembang, kemampuan 120Hz pada 40K sangat cocok dengan kemampuan Sony PS5 dan Microsoft Xbox Series X.

Apakah Asus ProArt PA32UCG-K layak dibeli?

Meski harganya mahal, namun kualitasnya sepadan bagi mereka yang membutuhkan akurasi warna yang dapat diandalkan setiap hari.

©www.techradar.com

Monitor Asus ProArt ini akan sangat berguna bagi mereka yang setiap harinya memproduksi konten 4K HDR. Layar ini mampu bekerja dengan cemerlang untuk mendapatkan hasil maksimal dari rekaman mereka dan mencapai gradasi warna terbaik.

Bahkan seorang desainer pemula dapat menciptakan sebuah keajaiban dengan layar mewah ini. PA32UCG-K memungkinkan mereka untuk bekerja lebih cepat dan lebih percaya diri pada hasil yang mereka hasilkan.

Baca juga review Moto G100, Ponsel Kelas Menengah Dengan Prosesor Level Premium

Asus memang mampu menghadirkan produk luar biasa yang menunjukkan bahwa teknologi IPS dapat menghadirkan ruang warna dan akurasi kromatik yang menyaingi teknologi OLED. Tapi, kami ingin mereka membuat ini lebih murah dan lebih ringan di lain waktu.

Share
Alfian Ihsan

Recent Posts

RAM ‘12GB’, Vivo Y33s Ponsel Gaming Rp3 Jutaan

Salah satu brand ponsel terpopuler di Indonesia yakni Vivo, akhirnya kembali lagi di bulan Oktober…

5 jam ago

RAM 8GB dan Sudah 5G, Asus Zenfone 8 Dijual Rp8 Juta

Tak mau terlalu jauh ketinggalan peta persaingan smartphone di Indonesia, Asus akhirnya memboyong produk baru…

2 hari ago

Nokia G50 5G, Ponsel 5G Harga Merakyat

Satu lagi ponsel 5G dari Nokia yang murah dan bisa dimiliki oleh banyak orang, Nokia…

2 minggu ago

Nikon Z Fc, Kamera Retro Untuk Teman Travelling Anda

Nikon Z fc mengusung desain yang nyaman dalam genggaman dan menawarkan pengalaman pengambilan gambar berbeda…

3 minggu ago

Rilis 7 Oktober di Indonesia, Vivo X70 Pro Pakai Lensa ZEISS

Sudah makin terkendalinya pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang makin melonggar,…

3 minggu ago

Layar Luas 6.5”, Nokia C20 Dibanderol Rp1 Jutaan

Kalau bicara mengenai smartphone Android, banyak di antara kita yang akan identik menyebut brand Xiaomi,…

4 minggu ago