Kamera

Canon EOS M50 Mark II, Kamera Khusus Konten Kreator Untuk Merekam Video Vertikal

Canon EOS M50 Mark II tidak mengalami peningkatan yang signifikan dari EOS M50 Mark I. Ini karena M50 Mark I sudah mempunyai fitur yang lengkap, Canon tentu bingung mau memberi peningkatan pada aspek apalagi.

Canon EOS M50 Mark II merupakan pengganti dari Mark I. Canon akan menghentikan produksi Mark I pada pertengahan tahun 2021. Canon memberikan perbedaan dengan menambahkan fitur AF Eye dan kemampuan untuk merekam video vertikal.

Sisanya adalah fitur yang benar – benar sama. Sebenarnya kami tidak akan merekomendasikan pemilik EOS M50 Mark I untuk mengupgrade ke versi baru ini. Kecuali jika Anda seorang newbie yang baru akan membeli kamera, Mark II bagus untuk  memulai perjalanan fotografi dan pembuatan konten.

©www.id.canon

Ulasan Singkat

M50 Mark II identik dengan pendahulunya, baik secara internal maupun eksternal.

Semua fitur berbasis perangkat lunak dan bisa sangat penting bagi pembuat konten yang sedang naik daun. Sedikit peningkatan pada autofokus deteksi mata untuk gambar diam dan video, dan kemampuan merekam video vertikal untuk platform media sosial.

Keunggulan lain yang ditawarkan M50 Mark II dibandingkan kamera lama adalah tombol perekaman video baru yang tersedia di layar sentuh. Kemudian ada pengatur waktu film yang memberi Anda waktu antara 2 hingga 10 detik untuk mempersiapkan diri sebelum kamera mulai merekam.

Apakah Anda memiliki lebih dari 1.000 subscriber di kanal YouTube? M50 II akan membantu Anda untuk melakukan streaming langsung secara nirkabel ke YouTube.

Canon mengatakan bahwa Mark II mempunyai kemampuan merekam video lebih baik dari Mark I. Mark II masih mengalami pemotongan 1,5x berat yang sama untuk video 4K seperti pendahulunya.

Kamera ini masih saja menggunakan sistem autofokus pendeteksi fase yang lambat. Ini akan  menjadi masalah jika Anda merekam subjek yang bergerak cepat.

Meskipun AF untuk mata kamera tidak secepat Canon EOS R6 , setidaknya cukup bagus untuk kamera yang diberi label sebagai model level pemula. Mark II sangat berfungsi dengan baik untuk gambar diam dan video 1080p, dengan sedikit kesulitan jika mengambil gambar 4K.

Bagi mereka yang hanya tertarik pada fotografi gambar diam, Mark II bekerja persis sama seperti Mark I. Menghasilkan hasil yang sangat baik, menawarkan kecepatan burst 10fps, dengan jangkauan dinamis yang baik dan kinerja noise yang layak.

Jadi, jika Anda sudah memiliki EOS M50 dan merupakan seorang fotografer, sulit untuk merekomendasikan Mark II. Tetapi untuk videografer dan para pembuat konten, model baru ini layak dipertimbangkan.

Fitur

Sensor CMOS APS-C 24,1MP
Video 4K / 25p yang dipotong
Fokus otomatis diperbarui
Fitur Canon M50 Mark II

Mengingat EOS M50 Mark II adalah replika dari pendahulunya. Kamera ini tidak hanya mewarisi tubuh Mark I, ia juga menghadirkan sensor APS-C 24,1MP model lama dan mesin pencitraan Digic 8 yang sedikit menua.

Anda masih mendapatkan rentang sensitivitas ISO 100-25.600 (dapat ditingkatkan hingga 51.200) dan kecepatan burst maksimum 10fps. Sementara jumlah titik fokus otomatis tetap sama pada 143 titik. Pembaruan ada pada sisi perangkat lunak yang lebih baik dari Mark I.

©www.id.canon

Pembaruan selanjutnya adalah pada deteksi dan pelacakan mata yang berfungsi dengan baik untuk gambar diam dan video. Hal ini berkat sensor Piksel Ganda Canon yang menggunakan autofokus deteksi fase.

Sensor ini berhasil mengikuti subjek yang bergerak cepat untuk gambar diam dan video 1080p. Namun, saat memotret dalam 4K, hanya AF pendeteksian kontras yang bisa digunakan dan sedikit memperlambat fokus otomatis.

Berbicara tentang perekaman 4K, M50 II memiliki spesifikasi yang sama dengan pendahulunya. M50 IImampu menangkap rekaman resolusi 3840×2160 pada 25fps, dan fitur perekaman timelapse 4K yang memungkinkan Anda menyimpan gambar diam dari video.

Sayangnya, M50 II juga mewarisi pemotongan 1,56x yang berat saat memotret dalam mode 4K. Pemotongan gambar akan meningkat menjadi 1,75x jika Anda mengaktifkan stabilisasi gambar digital (IS).

Jika Anda lebih sering mengambil video dalam format 4K, kami akan merekomendasikan Canon EOS M6 Mark II saja. Karena pengambilan video pada Mark II, menurut kami, ada pada kulalitas 1080p dengan kecepatan 100fps.

Untuk melayani para pembuat konten, Canon telah menambahkan kemampuan perekaman video vertikal ke M50 II.

Ini adalah format yang disukai oleh platform media sosial seperti Instagram dan TikTok. Fitur ini memudahkan pembuat konten untuk mengunggah ke situs pilihan mereka.

Seperti yang sudah disebutkan, Mark II juga memiliki kemampuan untuk melakukan streaming langsung ke YouTube. Meskipun ada peringatan langsung dari Google untuk streaming langsung yang harus Anda penuhi sebelum Anda dapat menggunakan fitur ini.

Kamera ini juga kompatibel dengan Canon EOS Webcam Utility, sehingga M50 II dapat digunakan sebagai webcam atau untuk streaming webinar.

Mark II mempunyai dua fitur tambahan untuk membuat perekaman video terasa lebih mudah. Tombol perekaman virtual pada layar sentuh, dan pengatur waktu film yang praktis.

Baca juga, Canon EOS M6 Mark II, Performa besar Dalam Bodi Mungil

Fitur terakhir ini bagus saat Anda melakukan perekaman sendiri. Memberi Anda waktu antara 2 dan 10 detik untuk berada di depan lensa sebelum kamera mulai merekam.

Desain

Identik dengan EOS M50
Kompak dan ringan
EVF 2,36 juta dot
Desain Canon M50 Mark II

Seperti yang sudah disinggung diatas, M50 Mark II identik dengan M50 Mark I, kami akan mempersingkat penjelasan ini. Keduanya memiliki bodi kekar yang sama, dengan faktor bentuk kecil dan ringkas yang menjadikannya teman perjalanan yang luar biasa.

Faktanya, ini bahkan lebih kecil dari beberapa kamera Micro Four Thirds. Meski ini berarti Anda tidak mendapatkan pegangan yang terlalu dalam, tetapi cukup untuk memastikan Anda tidak menjatuhkan kamera.

Anda akan mendapatkan jendela bidik 2,36 juta titik yang sama tajamnya. Layar sentuh LCD 1,04 juta titik yang memberikan artikulasi gambar dengan apik.

Letak tombol kontrol satu dial pun sama antara kedua kamera. Mengenai pengaturan kamera, semua yang Anda butuhkan tersedia melalui layar sentuh, termasuk fokus sentuh-dan-seret, atau melalui tombol belakang.

Meskipun merupakan model baru, tapi Mark II masih masih belum dilengkapi fitur tahan cuaca. Tetapi jangan tertipu oleh tampilan plastik kamera,  ia memiliki bentuk yang kokoh dan tidak terasa rapuh di tangan.

Kinerja

Fokus otomatis tajam
EVF cerah dan tajam
Mewarisi prosesor gambar Digic 8
Kinerja Canon M50 Mark II

EOS M50 Mark I adalah kamera Canon pertama yang mendapatkan mesin pencitraan Digic 8 pada tahun 2018. Entah kenapa meskipun telah berusia tiga tahun, versi Mark II mewarisi prosesor yang sama.

Itu berarti M50 Mark II dapat memotret pada burst 10fps dalam mode AF Tunggal. Sementara pelacakan mengalami sedikit pelambatan ke 7,4fps, namun masih kuat digunakan dalam mode AF Kontinyu.

Kekuatan baterai Mark II mampu mengambil 305 tembakan, jika hanya digunakan untuk mengambil gambar. Saat Anda fokus mengambil gambar tanpa terlalu banyak melihata display hasil jepretan, Anda bisa mencapai 375 tembakan.

Mark II mempunyai performa AF yang cukup untuk aktifitas sehari – hari. Fitur AF pada Mark II mampu mengunci subjek secara otomatis dan melacaknya dengan baik.

Memang ada sedikit masalah dengan objek yang bergerak sangat cepat. Tetapi Dual Pixel AF terpercaya dari Canon terus bekerja dengan baik di sini.

Namun demikian, AF mengalami pelambatan saat merekam video 4K, dia tampak sulit menemukan subjeknya. Kami menyarankan Anda untuk menggunakan kamera ini pada performa terbaiknya, resolusi 1080p.

Mark II belum dilengkapi dengan fitur image stabilizer. Anda mungkin perlu menggunakan tripod atau gimbal untuk beberapa skenario perekaman.

Kualitas gambar

Gambar tajam
Rentang dinamis yang bagus
Blur terkontrol dengan baik
Kinerja Canon M50 Mark II

Sama sekali tidak ada yang salah dengan sensor 24MP di M50 yang tampak tua. Ini mengapa Canon masih mempertahankannya untuk Mark II.

Sensor kamera menghasilkan beberapa gambar yang sangat bersih dan tajam. Mark II menghadirkan penampakan warna yang baik dan banyak detail.

©www.id.canon

Ada banyak resolusi di sini untuk cetakan A3 atau beberapa pemotongan serius sebelum Anda mulai kehilangan kualitas gambar.

Noise dikontrol dengan baik hingga ISO 6400. Meskipun Anda bisa mendorongnya hingga ISO 12.800, resikonya adalah gambar tampak mempunyai butiran dan kehilangan detail sensitif.

Jangan coba untuk menggunakan hingga ISO 25.600, Anda hanya akan melihat noise di sekeliling gambar. Bahkan noise tetap ada ketika Anda mengubah ukuran menjadi web-size.

Yuk baca juga, Fujifilm GFX 100S, Kamera 100 MP Seharga 50MP

Mark II mempunyai pengaturan white balance otomatis. Sistem pengukuran evaluatifnya juga bekerja secara otomatis. Ini mampu memberikan eksposur seimbang dan dapat menangani sebagian besar pemandangan dengan cukup baik.

©www.id.canon

Apakah Layak Untuk Dibeli?

Seperti pendahulunya, EOS M50 Mark II adalah kamera dengan performa yang luar biasa. Khususnya untuk pengambilan gambar diam.

Jika Anda baru saja memasuki perjalanan fotografi Anda dan mencari sesuatu yang bernilai, Anda tidak bisa salah dengan kamera ini. Perlu dicatat bahwa tidak terlalu banyak lensa EF-M asli, meskipun Anda dapat memasang lensa EF full-frame pada kamera ini dengan menggunakan adaptor lensa.

EOS M50 Mark II dirancang untuk platform media sosial yang melayani generasi seluler. Jika Anda adalah seorang pembuat konten, ini adalah kamera mendukung aktifitas Anda. Dengan kemampuan Mark II untuk merekam video vertikal.

Yuk baca juga, Insta 360 One R 1-inch action, Action Cam Pesaing Go Pro

Anda juga dapat melakukan streaming langsung ke YouTube, jika Anda memenuhi kriteria dengan subscriber diatas seribu. Meskipun perekaman video 4K kurang maksimal, tetapi video 1080p kameranya sempurna.

Share
Alfian Ihsan

Recent Posts

RAM ‘12GB’, Vivo Y33s Ponsel Gaming Rp3 Jutaan

Salah satu brand ponsel terpopuler di Indonesia yakni Vivo, akhirnya kembali lagi di bulan Oktober…

8 jam ago

RAM 8GB dan Sudah 5G, Asus Zenfone 8 Dijual Rp8 Juta

Tak mau terlalu jauh ketinggalan peta persaingan smartphone di Indonesia, Asus akhirnya memboyong produk baru…

2 hari ago

Nokia G50 5G, Ponsel 5G Harga Merakyat

Satu lagi ponsel 5G dari Nokia yang murah dan bisa dimiliki oleh banyak orang, Nokia…

2 minggu ago

Nikon Z Fc, Kamera Retro Untuk Teman Travelling Anda

Nikon Z fc mengusung desain yang nyaman dalam genggaman dan menawarkan pengalaman pengambilan gambar berbeda…

3 minggu ago

Rilis 7 Oktober di Indonesia, Vivo X70 Pro Pakai Lensa ZEISS

Sudah makin terkendalinya pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang makin melonggar,…

3 minggu ago

Layar Luas 6.5”, Nokia C20 Dibanderol Rp1 Jutaan

Kalau bicara mengenai smartphone Android, banyak di antara kita yang akan identik menyebut brand Xiaomi,…

4 minggu ago