7 Cara Membersihkan Layar HP Agar Cegah Virus Corona, Layak Dicoba!

Hingga hari Selasa (24/3) sore, wabah Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2 dari strain coronavirus memang telah menular di lebih dari 189 negara. Berkembang dengan menakutkan, virus yang dideteksi untuk kali pertama di Wuhan, China itu bahkan sudah menginfeksi lebih dari 380 ribu orang di seluruh dunia.

Indonesia sendiri sudah mengonfirmasi ada 686 pasien positif Covid-19 di Tanah Air dengan 30 di antaranya berhasil sembuh, dan 55 orang meninggal dunia. Diprediksi bakal semakin mewabah, pemerintah pun mengambil berbagai upaya untuk mencegah penularan lebih besar. Social distancing alias pembatasan sosial dipilih sebagai langkah paling logis untuk diterapkan di Indonesia, mengingat jumlah penduduk negara ini lebih dari 200 juta jiwa.

Melalui social distancing, seluruh rakyat Indonesia diharapkan lebih banyak berada di dalam rumah demi mencegah penularan lantaran berjumpa banyak orang. Memang hingga saat ini, pembatasan sosial ini masih memicu pro-kontra terutama bagi mereka para pekerja yang harus menjalankan profesinya di jalan raya dan perusahaan yang belum memberikan izin libur.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Windows 10 Pro dan Windows 10 Home

Bak makan buah simalakama, mereka yang berdiam diri di rumah pun harus siap dengan risiko tidak memperoleh penghasilan yang malah lebih mengancam kehidupan. Dalam kondisi seperti ini, masyarakat memang diharapkan bisa memberi keputusan yang bijak untuk tetap memperoleh penghasilan sembari mengurangi risiko terpapar Covid-19.

Virus Corona Bisa Bertahan Berjam-Jam di Benda Mati

tampilan coronavirus di bawah mikroskop
© Cleveland Clinic Newsroom

Hingga artikel ini diposting, belum ada satu pun obat yang dipandang efektif bisa menyembuhkan Covid-19. Memang, pemerintah Indonesia sudah menyatakan ada dua jenis obat yang dianggap ampuh mengurangi dampak Covid-19 seperti Avigan dan Chloroquine, tapi tetap saja penggunaannya harus diawasi betul oleh tim medis dan masih belum memperoleh kepastian resmi dari WHO.

Lantaran disebabkan oleh virus, Covid-19 memang hanya bisa dilawan oleh sistem antibodi alias sistem imun manusia. Semakin kuat antibodi yang ada di tubuh, Covid-19 tentu tak akan bertahan dan Anda memperoleh kekebalan sehingga tidak sakit. Agar antibodi ini bisa maksimal, mengonsumsi vitamin C dan E hingga memakan makanan bergizi sangat dianjurkan oleh dokter.

Social distancing juga dianggap cukup ampuh mengingat virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 ini ditularkan antar manusia melalui droplet (percikan air) dari mulut seperti saat bersin. Jika droplet itu menempel pada tangan seseorang dan dia memegang mata, hidung atau mulut, maka besar kemungkinan bisa terkena Covid-19. Untuk itulah dalam masa genting seperti ini, anjuran agar selalu cuci tangan dengan sabun sangat digalakkan.

Hanya saja dalam perkembangannya, berbagai penelitian semakin memperlihatkan kalau SARS-Cov-2 ini bisa bertahan cukup lama di benda mati. Tak main-main, waktu yang dibutuhkan bagi virus penyebab Covid-19 ini bertahan hingga berjam-jam sebelum akhirnya dia menemukan inangnya kembali. Bahkan saat ini, virus tersebut juga bisa bertahan di udara.

Lama Waktu Virus Corona di Kardus, Plastik, Tembaga dan Udara

spesimen coronavirus
© India Times

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Covid-19 menular melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut penderita. Jika dalam satu kali batuk bisa menghasilkan 3.000 tetesan, tentu bisa dibayangkan betapa cepatnya Covid-19 tersebar. Hal ini pun diperkuat oleh CDC (Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit), bahwa memegang permukaan obyek yang terkontaminasi virus adalah cara utama penyebaran Covid-19.

Dalam beberapa studi terhadap penyakit yang juga disebabkan coronavirus lain seperti SARS dan MERS, virus ini rupanya bisa bertahan cukup lama di benda mati seperti sembilan hari pada logam. Bahkan ada yang mampu bertahan hingga 28 hari pada suhu rendah. Lantas bagaimana dengan SARS-Cov-2 yang merupakan coronavirus jenis baru? Rupanya tidak berbeda jauh dengan daya tahan SARS-Cov-1 penyebab SARS.

Baca juga: 10 Aplikasi Download Lagu Gratis Terbaik di Android 2020

Para peneliti di National Institutes of Health (NIH), Universitas Princeton dan Universitas California di Amerika Serikat pun melakukan riset lebih lanjut demi menjawab kemampuan SARS-Cov-2 bertahan yang ternyata cukup variatif. Berikut penjelasannya:

petugas menyemprotkan zat desinfektan
© Vox
  • Udara: Dari hasil penelitian yang dipublikasikan New England Journal of Medicine, SARS-Cov-2 bisa berpotensi menularkan saat bersifat aerosol atau tersebar di udara. Setidaknya, virus ini bisa bertahan hingga tiga jam lamanya dalam bentuk tetesan (droplet) dan jadi airborne setelah dikeluarkan lewat batuk atau bersin. Tetesan ini berukuran 1-5 mikrometer alias 30 kali lebih kecil daripada lebar rambut manusia
  • Kardus dan kertas karton: Para peneliti NIH menyebutkan bahwa SARS-Cov-2 bisa bertahan hingga 24 jam di kardus atau kertas karton karena virus menempel lebih stabil
  • Plastik dan stainless steel: Wajib diwaspadai, virus SARS-Cov-2 bisa bertahan jauh lebih lama pada permukaan plastik serta stainless steel. Di mana untuk stainless steel bisa bertahan sampai 48 jam (2 hari) dan pada plastik hingga 72 jam (3 hari)
  • Tembaga: Cukup cepat, coronavirus penyebab Covid-19 cuma mampu bertahan hingga empat jam pada permukaan tembaga

Melihat informasi di atas, Anda tentu harus waspada apalagi dalam kehidupan sehari-hari tidak bisa lepas dari berbagai benda mati. Salah satu benda yang mungkin begitu dibutuhkan manusia hingga sulit ditinggalkan adalah smartphone. Terbuat dari material logam atau plastik, tentu virus corona bisa bertahan cukup lama pada permukaan HP.

7 Tips Bersihkan Layar HP Supaya Bisa Cegah Corona

Dalam zaman yang serba teknologi dan internet, smartphone memang menjadi benda yang tak bisa terpisahkan. Bukan hanya digunakan untuk berkomunikasi, HP bahkan menjelma menjadi perangkat untuk mencari berbagai informasi hingga berjualan. Yap, ada banyak orang berjualan online di e-commerce atau media sosial yang operasionalnya dilakukan menggunakan layar ponsel.

Lantaran itulah, menghabiskan waktu berjam-jam bersama HP merupakan pemandangan biasa. Namun di masa pandemi Covid-19, HP justru bisa menjadi salah satu media penyebaran SARS-Cov-2. Apalagi jika ponsel Anda menggunakan bodi dengan material plastik, virus bisa bertahan hingga tiga hari lamanya! Menjadi masalah kalau Anda mengusapkan tangan ke wajah usai memakai HP atau menempelkan layar ponsel ke telinga dan sisi wajah saat menelepon, sehingga berpeluang tertular virus dan bakteri.

Nah, supaya bisa terhindar dari berbagai bibit penyakit termasuk Covid-19, berikut beberapa tips ampuh untuk membersihkan layar HP yang layak Anda coba:

1. Alkohol untuk Layar HP

cara bersihkan layar ponsel (1)
© NBC News

Menurut Vincent Munster selaku Kepala Bagian Ekologi Virus di Laboratorium Rocky Mountain, alkohol juga mampu memusnahkan virus SARS-Cov-2 dalam waktu satu menit. Asalkan permukaan tersebut dibersihkan dengan alkohol 62% – 72%, pemutih hidrogen peroksida 0,5% dan pemutih natrium hipklorit 0,1%. Untuk itulah alkohol bisa menjadi cairan yang bisa digunakan untuk membersihkan HP dari coronavirus.

Baca juga: 3 Android Dengan Layar Lipat Di Awal Tahun 2020

Caranya cukup mudah, Anda tinggal mencampurkan air dengan alkohol 70% ke dalam botol semprot. Kemudian semprotkan cairan itu ke kain microfiber dan mulai bersihkan permukaan ponsel. Supaya lebih aman, pastikan smartphone dalam kondisi mati. Jika seluruh permukaan ponsel dan bagian casing dibersihkan dengan cairan alkohol ini secara rutin, tentu virus akan sulit bertahan sekalipun coronavirus bisa hidup di permukaan plastik hingga 72 jam.

2. Gunakan Sinar UV

mesin sinar UV sterilizer
© China Daily Asia

Dilansir Channel News Asia, China sempat menggunakan berbagai teknologi mutakhir dalam memusnahkan virus SARS-Cov-2. Salah satu yang sempat dimanfaatkan oleh publik Tiongkok ialah sinar UV yang diyakini bisa membasmi kuman dan coronavirus. Adalah sebuah Yanggao, perusahaan transportasi umum di Shanghai yang sempat melakukan proses pembersihan pada armada bus mereka dengan sinar UV.

Menurut Qin Jin selaku Vice Manager Yanggao, pembersihan bus dengan sinar UV 99,9% mampu membunuh virus secara efektif dan efisien. Bahkan jika sebelumnya proses desinfeksi membutuhkan waktu 30-40 menit, penelitian lebih lanjut menyebutkan kalau bisa dilakukan dalam waktu lima menit saja. Tak heran kalau akhirnya Yanggao bisa membersihkan hingga 250 bus dalam sehari.

Karena itulah Anda juga bisa menggunakan sinar UV dalam membersihkan layar HP, dengan meletakkan ponsel di bawah pancarannya. Bahkan sekelompok peneliti di Institut Teknologi Massachusetts pernah membersihkan ponsel dengan UV smartphone sanitizer pada tahun 2018, dan efektif membunuh kuman. Hanya saja untuk bisa melakukan tips ini, Anda harus membeli perangkat blitzing UV yang biasanya disediakan di marketplace dengan kisaran harga Rp400-800 ribu.

Hanya saja sekadar informasi, WHO melarang sinar UV digunakan pada manusia karena radiasinya bisa menimbulkan iritasi hingga kanker kulit. Akhmad Darmawan selaku Kepala Bidang Pengelolaan Penelitian Kimia LIPI, justru menyebutkan kalau sinar UV belum tentu bisa membunuh coronavirus dan virus lainnya, sekalipun memang ampuh membunuh bakteri, seperti dilansir CNN Indonesia.

Tetapi di lain pihak, Ratih Asmana selaku peneliti di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI menjelaskan kalau ada penelitian yang memperlihatkan virus SARS-Cov-1 mati terkena paparan sinar UV selama 60 menit. Pendapat berbeda juga diungkapkan oleh Sugiyono Saputra selaku Peneliti Bidang Mikrobiologi LIPI, di mana ternyata sinar UV merupakan salah satu metode desinfeksi untuk udara dan air. Sinar UV juga mampu menonaktifkan lebih dari 95% aerosol H1N1 virus influenza.

3. Pakai Air dan Sabun

cara bersihkan layar ponsel (2)
© CNN

Dalam anjuran resmi dari WHO, virus SARS-Cov-2 bisa cepat musnah jika kita mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir. Dibandingkan menggunakan hand-sanitizer, sabun apapun itu jenisnya jauh lebih ampuh mematikan virus penyebab Covid-19. Untuk itulah orang-orang dianjurkan mencuci tangan dalam waktu 20-30 detik secara benar, setelah melakukan aktivitas dan memegang apapun termasuk smartphone.

Baca juga: Fakta Tentang iPhone 11 Di Indonesia

Menurut Mary-Louise McLaws selaku ahli infeksi dari Universitas New South Wales, partikel virus SARS-Cov-2 dikelilingi oleh lemak yang mirip amplop. Di mana partikel penyelubung virus itu bisa mudah hancur lewat sabun. Untuk itulah salah satu tips terbaik untuk mencegah adanya virus corona menempel di bodi ponsel, bisa dibersihkan menggunakan air dan sabun. Berikut langkah-langkahnya:

  • Matikan ponsel terlebih dulu
  • Lepas casing pelindung HP
  • Basahi kain microfiber yang bertekstur lembut dengan air dan sabun
  • Usap seluruh bodi ponsel, usahakan agar air sabun tidak mengenai bagian terbuka seperti port charger dan headset
  • Usap kembali dengan kain microfiber kering

Tidak hanya pada bodi ponsel, Anda juga bisa membersihkan bagian casing HP dengan air dan sabun asalkan sesuai dengan material casing. Usahakan casing benar-benar kering, bahkan jika perlu jemur di bawah sinar matahari. Ponsel yang rajin dibersihkan dengan air sabun mengandung jauh lebih sedikit bakteri dan virus.

4. Pelindung Anti Mikroba

pelindung anti mikroba pada layar HP
© Forbes

Tak ingin direpotkan menggunakan cairan pembersih dan mengusapkannya? Maka Anda bisa mempertimbangkan memakai casing pelindung anti mikroba, demi melindungi smartphone dari serangan bakteri dan virus. Lantaran casing khusus ini, Anda bisa meminimalisir pertumbuhan bakteri pada permukaan ponsel. Biasanya pelindung ini dipasang pada bagian atas lapisan anti gores.

Penggunaan casing khusus ini memang jadi salah satu cara ampuh untuk mencegah penyebaran coronavirus. Apalagi dalam sebuah penelitian yang dilakukan Initial Washroom Hygiene, ternyata jumlah bakteri pada casing ponsel mengandung 17 kali lipat lebih banyak daripada kursi toilet. Hal ini membuktikan bahwa HP bisa menjadi sangat kotor karena Anda sering membawanya ke manapun. Lantaran itu, casing anti mikroba tentu sangat membantu.

5. Manfaatkan Cuka

cairan khusus pembersih layar HP
© Phandroid

Cairan berikutnya yang bisa digunakan untuk membersihkan layar dan bodi HP dari virus adalah cuka. Yap, cuka putih yang biasanya ada di dapur itu dipercaya cukup ampuh membersihkan zat-zat asing pada permukaan ponsel. Anda tinggal mencampurkan cuka putih dan air bersih dalam komposisi 50:50. Pastikan ponsel dalam kondisi mati lalu basahi kain microfiber dengan cairan cuka tersebut.

Sekadar informasi, cuka rupanya bisa menjadi salah satu bahan penyusun desinfektan alami. Anda bisa mencampurkan cuka, soda kue, jeruk nipis dan minyak atsiri alami. Hal ini diperkuat oleh pendapat Arif Sumantri selaku Ketua Umum HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia), bahwa cuka alias asam asetat (CH3COOH) mempunyai zat antiseptik ringan, seperti dilansir Detik.

Arif menjelaskan bahwa cuka rupanya bisa menghambat pertumbuhan mikroorganisme lantaran memiliki PH rendah dan kandungan asam asetat. Lantaran cukup mudah untuk menemukan cairan cuka dan harganya relatif terjangkau, Anda mungkin bisa mempertimbangkan menggunakannya saat membersihkan HP. Namun pastikan permukaan ponsel benar-benar kering kembali.

6. Pakai Tisu Basah dan Cotton-bud

ponsel dan tisu basah
© techcrunch

Kalau tidak mau terlalu ribet menggunakan air sabun maupun air alkohol, Anda bisa menggunakan tisu basah dalam membersihkan ponsel. Apakah efektif? Tentu saja, karena mayoritas tisu basah mengandung cairan antiseptik. Usap seluruh permukaan ponsel yang sudah dimatikan terlebih dulu, termasuk bagian casing dengan tisu basah secara teliti.

Jika perlu, gunakan cotton-bud untuk membersihkan celah-celah ponsel yang sulit terjangkau seperti port charger. Bagian layar yang juga sering menempel di sisi wajah harus dibersihkan pula dengan tisu basah, agar debu dan bakteri juga ikut musnah. Jangan lupa setelah seluruh bagian diusap dengan tisu basah, keringkan menggunakan kain microfiber termasuk lubang speaker dan pengisi daya.

7. Jangan Diletakkan Sembarangan

cara bersihkan layar ponsel (3)
© meredithcorp

Selain dibersihkan, cara terakhir yang bisa dilakukan dalam mencegah pertumbuhan SARS-Cov-2 di HP adalah tidak meletakkannya secara sembarangan. Apalagi kalau Anda masih belum bisa melakukan social distancing dengan maksimal, sehingga harus melakukan banyak kegiatan di luar rumah, pastikan untuk tidak sembarangan menaruh HP.

Menggunakan smartphone di tempat umum seperti transportasi publik memiliki risiko besar menularkan virus, termasuk membawa HP ke toilet. Seperti yang diketahui, toilet adalah sarang kuman dan virus sehingga rawan menempel pada permukaan ponsel. Supaya meminimalisir hal itu, ada baiknya meletakkan ponsel di dalam saku baju atau tas.

Baca juga: Bahas Lengkap Bagian-Bagian Microsoft Word: Fungsi, Icon Hingga Menu

Kesimpulan

Lantaran pandemi Covid-19 tampak belum akan berakhir dalam waktu dekat, setiap orang memang wajib lebih peduli pada kebersihan dan kesehatan diri masing-masing. Dengan fakta bahwa virus SARS-Cov-2 bisa bertahan lama pada permukaan plastik dan logam, Anda harus rajin membersihkkan HP pula.

Dalam penelitian tahun 2016 yang dilansir Business Insider, setiap orang rata-rata menyentuh HP sebanyak 2.617 kali dalam satu hari atau 145 kali per menit. Sehingga berangkat dari fakta ini, smartphone bisa menjadi media yang empuk bagi virus penyebab Covid-19 untuk bertahan. Untuk itulah jika Anda ingin senantiasa sehat, tetap rajin bersihkan HP ya!