Resmi Rilis, Game ‘THE LAST OF US 2’ Dijual Rp860 Ribu – Rp3,3 Juta

Pandemi Covid-19 yang membuat banyak orang menghabiskan waktu #DiRumahAja, dimanfaatkan betul oleh perusahaan video game asal Amerika Serikat, Naughty Dog. Tepat 19 Juni 2020 lalu, Naughty Dog akhirnya merilis game aksi-petualangan andalan mereka, The Last of Us Part II.

Bisa ditebak, The Last of Us Part II adalah sekuel dari The Last of Us yang sudah dirilis pada tahun 2013 silam. Tujuh tahun penantian membuat The Last of Us Part II hadir sebagai game yang sangat istimewa bagi penggemar konsol kesayangan Sony, PlayStation 4 (PS4).

Bahkan sekalipun di bulan Juni pula Sony mengenalkan PlayStation 5 (PS5), kehadiran The Last of Us Part II tetap disambut dengan antusias. Sekadar informasi, Naughty Dog mulai mengembangkan The Last of Us Part II pada tahun 2014, segera setelah perilisan The Last of Us Remastered. Saat Neil Druckmann kembali sebagai sutradara kreatif dan Gustavo Santaolalla menduduki posisi komposer musik lagi, saat itulah proyek The Last of Us Part II mulai dikenalkan pada Desember 2016.

Sebelum resmi dirilis pada pertengahan Juni kemarin, Naughty Dog dan Sony awalnya sepakat untuk merilis The Last of Us Part II pada 21 Februari 2020. Namun karena pandemi Covid-19 yang menyerang seluruh dunia, pihak pengembang melakukan penundaan dan sempat menawarkan skema refund untuk gamer yang terlanjut membeli The Last of Us Part II pada bulan April kemarin.

Baca juga: 10 Rekomendasi Game Strategi Perang PC yang Seru Dimainkan

Hanya saja kini cerita menjadi berbeda karena dua pekan lalu, Naughty Dog akhirnya resmi merilis The Last of Us Part II dengan empat edisi berbeda. Apa saja? Simak penjelasannya seperti dilansir PlayStation:

  1. Ellie Edition (US$229.99 – Rp3,3 juta) = Memperoleh replika ransel Ellie, soundtrack digital dan buku mini-seri 48 halaman
  2. Collector’s Edition (US$169.99 – Rp 2,4 juta) = Memperoleh replika gelang Ellie, soundtrack digital dan buku mini-seri 48 halaman
  3. Special Edition (US$79.99 – Rp1,14 juta) = Memperoleh soundtrack digital, tema dinamis PS4 dan set 6 avatar
  4. Digital Deluxe Edition (US$59.99 – Rp861 ribu) = Memperoleh soundtrack digital, tema dinamis PS4 dan set 6 avatar dan buku mini-seri digital

Alur Cerita ‘THE LAST OF US 2’

The Last of Us memang menuai berbagai pujian dengan jutaan orang menjadi penggemarnya. Game yang sudah bisa dinikmati sejak tujuh tahun lalu itu bahkan disebut sebagai salah satu game terbaik selama satu dekade terakhir. Tak heran ketika akhirnya Naughty Dog mengumumkan perilisan sekuelnya pada event Electronic Entertainment Expo (E3) 2016, gemuruh langsung terdengar.

Dikenal sebagai developer game yang begitu identik dengan sentuhan kartun, The Last of Us memang sukses membuat orang tercengang. Naughty Dog lebih dari berhasil dalam menciptakan aksi petualangan horor di lingkungan pasca-apocalypse. Melalui The Last of Us, gamer dibawa untuk mengikuti kisah Joel yang berusaha menyelamatkan diri dari ancaman wabah mutan jamur Cordyceps yang membuat manusia jadi monster kanibal. Dalam petualangannya itu, Joel bertemu dengan gadis remaja bernama Ellie yang diketahui memiliki kekebalan akan wabah.

Sementara itu dalam The Last of Us Part II, kisahnya ber-setting lima tahun setelah kejadian The Last of Us. Dikisahkan kalau Ellie sudah tumbuh dewasa dan hidup normal bersama para survivor lainnya di kota Jackson. Namun sebuah peristiwa tragis membuat Ellie harus kembali lagi ke luar dan menghadapi monster-monster kanibal serta kekuatan sebuah kelompok, demi pembalasan sekaligus mencari keadilan.

Sama seperti The Last of Us, The Last of Us Part II dibangun dengan alur cerita yang kuat. Anda tidak akan sekadar bermain game, tapi juga mencoba memahami perasaan Ellie serta berbagai keputusan yang dia ambil, entah itu pihak yang benar atau salah. Druckmann dan Halley Gross sebagai penulis cerita tampaknya paham betul kalau sifat dasar manusia adalah sisi yang sangat menarik untuk dikembangkan, sehingga menjadi pondasi kisah The Last of Us Part II.

game The Last of Us 2 (2)

Demi membuat gamer semakin terhanyut pada kisahnya, The Last of Us Part II menyuguhkan sudut pandang cerita maju-mundur serta kejutan yang makin membuat siapapun emosional, seperti dilansir Gamebrott. Bukan hanya sekadar alur cerita brilian, Naughty Dog pun menyuguhkan visual sinematik yang istimewa untuk The Last of Us Part II. Namun tenang saja, aksi-aksi brutal yang ditawarkan bukanlah mengusung kesadisan semata, tapi justru jauh lebih ‘berbobot’.

Satu hal lagi yang membuat The Last of Us Part II sangat menarik adalah pihak pengembang mengembalikan Listen Mode yang memungkinkan gamer untuk menemukan musuh melalui peningkatan indera pendengaran dan kesadaran spasial. Selain harus menghadapi monster kanibal, Ellie juga akan bertemu dengan dua faksi besar yang jadi musuh barunya yakni WLF (Washington Liberation Front), organisasi milisi pecahan Fireflies serta ada Scar/Saraphite yang merupakan kelompok okultisme.

Baca juga: 10 Rekomendasi Game Petualangan PC yang Patut Dicoba

Dengan medan pertempuran yang terus berubah, gamer tentu dituntut cerdas dan tidak sembrono, supaya tak kehabisan amunisi. Apalagi musuh dalam The Last of Us Part II lebih teliti, sensitif dan jago menghindar jika dibandingkan dalam The Last of Us. Tampaknya Naughty Dog memang menggunakan AI (Artificial Intelligence) yang lebih cerdas untuk karakter musuh, sehingga tak heran kalau akhirnya The Last of Us Part II membuat PS4 bekerja dengan maksimal.

‘THE LAST OF US 2’ Tuai Kontroversi

Kendati The Last of Us Part II mengalami peningkatan dari segi alur cerita yang lebih mendalam dan tentunya sosok Ellie yang mempunyai kemampuan stealth lebih lengkap, kritikan-kritikan pedas pun tetap ditujukan pada The Last of Us Part II. Berikut beberapa kontroversi yang diperlihatkan dalam The Last of Us Part II dan membuat banyak gamer terpecah-belah:

Kematian Joel yang Mengenaskan

game The Last of Us 2 (3)

Pada tahun 2019, Naughty Dog sempat merilis trailer yang seolah-olah memperlihatkan petualangan baru Joel dan Ellie. Namun adegan dalam trailer itu justru tak ada dalam game dan membuat banyak gamer protes. Mereka merasa kalau telah terkena tipu daya taktik pemasaran Naughty Dog.

Alih-alih petualangan Joel dan Ellie, alur cerita The Last of Us Part II sempat bocor dan memperlihatkan tokoh protagonis utama, Joel, kehilangan nyawanya. Ya, Joel ternyata dibunuh dengan cara tidak layak oleh Abby, salah satu anggota WLF yang datang dari zona karantina Seattle.

Kebencian Terhadap Abby

game The Last of Us 2 (4)

Melihat apa yang dia lakukan di awal game, tentu tidak sulit bagi para penggemar The Last of Us untuk membenci Abby. Seolah tidak ingin membiarkan gamer bahagia, dalam beberapa porsi game The Last of Us Part II, gamer haruslah memainkan karakter Abby. Bukan hanya karena membunuh Joel, karakter Abby sendiri memang sudah dibenci sejak awal, saat Naughty Dog merilis trailer tahun 2017.

Banyak gamer bertanya-tanya kenapa trailer The Last of Us Part II itu dirilis tanpa adanya kehadiran Joel atau Ellie, tapi justru memperlihatkan Abby. Tak heran kalau akhirnya berbagai teori bermunculan termasuk salah satunya adalah Abby merupakan ibu kandung Ellie. Namun melihat apa yang dia lakukan di The Last of Us Part II, resmi sudah Abby menjadi karakter yang paling dibenci.

Alur Cerita Dipaksakan?

game The Last of Us 2 (5)

Meskipun sudah dijelaskan kalau alur kisah dan narasi sinematik The Last of Us Part II luar biasa memukau, nada-nada sumbang justru masih terdengar. Di mana banyak gamer memasang ekspektasi tinggi, tapi justru malah kecewa. Jika dalam game pertama menyuguhkan narasi mendetail dan berbagai intrik, dorongan balas dendam Ellie justru membuat The Last of Us Part II lebih dangkal.

Bahkan mayoritas gamer menuding Naughty Dog memaksa merekauntuk bersimpati pada karakter Abby, sehingga seolah-olah memperlihatkan sosok Joel dan Ellie sebagai antagonis. Bukan hanya itu saja, The Last of Us Part II pun tak luput dari suguhan LGBTQ yang justru berkesan dipaksakan karena memang tidak berdampak apapun pada alur cerita.

Baca juga: Dibanderol Rp7 Jutaan? Inilah Foto Resmi Sony PlayStation 5!

Tiga Hari Rilis, Terjual 4 Juta Kopi

Lepas dari berbagai kontroversi yang ada, The Last of Us Part II sekali lagi mampu membuat Naughty Dog tersenyum lebar. Bahkan banyak yang memprediksi kalau The Last of Us Part II bakal menjadi game PS4 terlaris sepanjang sejarah. Karena cuma butuh waktu tiga hari saja, The Last of Us Part II sudah terjual sebanyak lebih dari empat juga kopi baik fisik atau digital.

Melalui pencapaian tersebut, The Last of Us Part II berhasil mengalahkan Marvel’s Spider-Man. Game yang dikembangkan oleh Insomniac Games itu sebelumnya menjadi game tersukses untuk konsol PS4. Di mana dalam waktu tiga hari juga, Marvel’s Spider-Man sukses terjual lebih dari 3,3 juta kopi.

Dengan ulasan positif atas alur cerita dari beberapa kritikus seperti situs peninjau film Metacritic, The Last of Us Part II tampaknya akan membuat banyak orang mengganti konsol game mereka ke PS4. Karena seperti yang diketahui, The Last of Us Part II adalah game eksklusif yang cuma dirilis untuk pengguna PS4 saja.

game The Last of Us 2 (6)

Hanya saja meskipun sangat gemilang, hingga sejauh ini The Last of Us Part II masih diblokir di Arab Saudi dan beberapa negara Timur Tengah. Alasannya cukup kuat yakni karena Ellie diperlihatkan memiliki orientasi seksual penyuka sesama jenis alias lesbian. Di mana dirinya tertarik pada karakter Dina, seorang perempuan Yahudi.

Sony Jual PS4 Edisi ‘THE LAST OF US 2’

Naughty Dog sendiri tampaknya belum banyak berkomentar soal penolakan The Last of Us Part II di negara-negara mayoritas Islam tersebut. Mereka justru memilih menjalin kerjasama dengan Sony untuk edisi khusus PS4 Pro The Last of Us Part II. Lewat proyek ini, PS4 edisi khusus itu hadir dengan tampilan matte-black dan mempunyai ukiran tato Ellie di bagian bodi konsol.

Baca juga: 8 Game Offline PC Terbaik yang Cocok Untuk Ngabuburit

Bukan hanya pada bodi PS4 saja, Sony juga membubuhkan ukiran ala Ellie tersebut pada controller Dual Shock 4. Hingga sejauh ini, bundling PS4 dengan The Last of Us Part II sudah bisa dibeli dengan harga mulai US$399.99 (sekitar Rp5,75 juta). Sedangkan untuk controller-nya yang dijual terpisah, bisa dibeli dengan harga mulai US$64.99-89.99 (sekitar Rp934 ribu – Rp1,2 juta).