Arus

7 Hal Soal Kebijakan Baru WhatsApp, Jangan Sampai Akun Bermasalah!

Sudah geger sejak awal tahun 2021 ini, akhirnya kebijakan baru WhatsApp (WA) resmi diberlakukan sejak Sabtu (15/5) kemarin. Tentunya sebagai negara keempat pengguna WhatsApp terbesar di dunia, pengguna WA di Tanah Air tentu wajib memahami betul mengenai kebijakan baru aplikasi perpesanan chat online itu.

Seperti yang sudah disebutkan, kebijakan baru WhatsApp ini sebetulnya sudah ingin diberlakukan sejak 8 Februari 2021. Namun ketika banyak kecemasan dan pro-kontra muncul, aplikasi yang dibuat oleh dua mantan pegawai Yahoo! yakni Brian Acton dan Jan Coum pada 2009 ini akhirnya menunda penetapan kebijakan.

Demi memberikan penjelasan lebih lanjut soal aturan barunya, WA memilih menunda pemberlakuan kebijakan ini selama tiga bulan. Hingga akhirnya resmi diterapkan sejak 15 Mei 2021 secara global. Melalui akun Twitter resmi mereka, layanan yang dimiliki oleh raksasa media sosial dunia, Facebook ini akhirnya memulai memberlakukan kebijakan privasi baru.

Baca juga: Apa Itu Clubhouse? Media Sosial Baru yang Booming di Indonesia

Inilah 7 Hal Penting Soal Kebijakan Baru WhatsApp

© depositphotos.com

Berdasarkan data Digital Report 2019 dari We are Social dan Hootsuite, 83% dari total pengguna internet di Indonesia adalah pengguna WA. Dalam periode yang sama pula, Rosaria Niken Widiastuti selaku Sekjen Kominfo menyebutkan kalau ada 171 juta jiwa, atau 64% di dari total seluruh penduduk Indonesai adalah pengguna internet.

Jika diperhitungkan, maka setidaknya dua tahun lalu sudah ada 143 juta pengguna WhatsApp asal Indonesia. Tentunya jumlah ini jelas makin besar di tahun 2021, mengingat sejak pandemi Covid-19 terjadi pada 2020, jumlah pengguna internet terus membengkak. Hanya saja banyak di antaranya yang belum paham dengan kebijakan baru WhatsApp.

Nah, supaya masih tetap bisa menggunakan akun WA secara normal, berikut sejumlah hal penting soal kebijakan baru WhatsApp yang wajib Anda ketahui:

1. Isi Kebijakan Baru WhatsApp

© WhatsApp

Sejak bikin heboh pada awal 2021 ini, kebijakan baru WhatsApp sebetulnya memuat tiga poin utama. Apa saja? Berikut penjelasannya:

a. Khusus Pengguna WA Bisnis

Jika Anda merupakan pebisnis online, tentu tidak asing dengan WhatsApp Business alias WA Bisnis. Ada banyak keunggulan yang ditawarkan WA Bisnis, terutama dalam kebutuhan menjual produk. Lewat kebijakan barunya ini, pengguna WA Bisnis yang menggunakan infrastruktur hosting Facebook (FB) akan memperoleh sejumlah keuntungan.

Pengguna WA bisnis bisa mengelola obrolan, menjawab pertanyaan sekaligus mengirim informasi berguna kepada pelanggan lewat hosting FB, termasuk kebutuhan pemasangan iklan di FB. Namun Anda juga bisa memilih mau menggunakan akun bisnis itu atau tidak.

b. Pemrosesan Data Pengguna

Sempat dituding sebagai aplikasi perpesana nonline yang begitu mudah membagikan informasi pribadi pengguna ke platform lain, kebijakan baru WhatsApp ini akan meluruskannya. Dimana WA melakukan penambahan cara kerja aplikasi, termasuk bagaimana data pengguna diproses dan dijaga agar selalu aman.

c. Hubungan WA dengan FB

Sejak dibeli Facebook pada tahun 2014, banyak pengguna yang cemas kalau media sosial buatan Mark Zuckerberg itu akan terlalu mengatur WA, termasuk meminta data penggunanya. Namun pada kebijakan barunya ini, WA semakin menjelaskan bagaimana mereka bekerjasama dengan FB terutama dalam hal penawaran produk dan jasa saja, tanpa informasi pribadi.

2. Dampak dengan Privasi Pengguna

© NextPit

Meskipun dalam poin ketiga kebijakan baru WhatsApp ini sudah menjelaskan betul soal hal-hal privasi, tetap saja pengguna WA masih banyak yang bingung. Tak perlu cemas, karena dalam pembaruan kali ini fokus perubahan pada pengguna WA Bisnis dan interaksinya dengan para pelanggan di WA.

WA sekali lagi menegaskan kalau kebijakan baru ini tak akan mempengaruhi privasi pesan para pengguna. Bahkan menurut WA, mereka (dan juga FB) tetap tak akan bisa melihat pesan pribadi atau mendengar percakapan telepon pengguna.

Baca juga: Seputar Fakta Signal, Aplikasi Perpesanan Pesaing WhatsApp

Ada empat poin yang penting soal privasi pengguuna yakni WA tidak mencatat dan menyimpan pesan/panggilan pengguna, WA dan juga FB tak bisa melihat lokasi yang dibagikan oleh para pengguna, WA tidak membagikan kontak dengan FB serta WA grup tetap bersifat pribadi. Tentu saja rumor ini seolah membenahi kesan buruk yang pernah dialami WA

3. Yang Terjadi Jika Pengguna Setuju dan Tidak

Jika Anda memperoleh notifikai kebijakan baru WhatsApp dan memilih SETUJU, maka tentu saja ketentuan baru akan diterapkan dan Anda bisa tetap memakai aplikasi WA tanpa masalah. Namun jika Anda memilih TIDAK SETUJU, akan ada beberapa hal yang bisa terjadi pada akun.

Pertama, Anda yang belum setuju hingga Sabtu (15/5) kemarin akan tetap bisa memakai WA, tapi akan mengalami pembatasan fungsi secara bertahan. Mulai dari tak bisa mengakses daftar chat, tapi tetap bisa menjawab panggilan masuk dan video call. Dalam tahap ini, Anda juga akan terus memperoleh notifikasi kebijakan baru WhatsApp.

Lalu kedua, Anda yang awalnya tak setuju dan kemudian berubah pikiran jadi setuju, akan langsung bisa memperoleh kembali fungsi aplikasi yang sebelumnya tak bisa digunakan. Sementara itu terakhir sekaligus yang ketiga, jika Anda akan tetap tak setuju, maka akan terus kehilangan berbagai fungsi WA secara perlahan.

Baca juga: Bikin Rumah Canggih, Ini 10 Jenis Produk Smart Home Terbaik

4. Fitur-Fitur WhatsApp yang Tak Bisa Diakses

Setidaknya ada 11 fitur yang nantinya akan perlahan tak bisa diakses oleh pengguna WA yang belum setuju pada aturan baru. Apa saja? Dilansir WABetaInfo, berikut ulasannya:

  • Tak bisa mengakses daftar chatting lagi meskipun masih bisa melihat , termasuk menjawab panggilan suara dan video lewat notifikasi
  • Tak dapat menerima panggilan masuk atau notifikasi dari akun WA lain
  • Tak bisa membuat status WA
  • Pengguna WA di sistem operasi iOS tak bisa melihat berbagai media dan file yang dibagikan, meskipun pengguna Android masih dapat melihatnya di aplikasi File Manager
  • Tak bisa meneruskan percakapan ke orang lain
  • Tak bisa membuat daftar dan pesan berantai (broadcast), termasuk grup WA, meskipun masih dapat diundang ke dalam sebuah grup
  • Tak dapat mengutip (reply) dan mention ke pengguna WA lain dalam grup
  • Tak bisa mengirimkan pesan suara (voice message), video, stiker dan media lain dalam palikasi WA
  • Tak dapat mengespor riwayat percakapan ke platform lain
  • Tak bisa mencadangkan (backup) riwayat percakapan
  • Tak dapat menggunakan fitur Click to Chat di https://wa.me/xxxxxxxxx.

5. Perihal Akun yang Akan Dihapus

Dengan jumlah pengguna yang mencapai miliaran, tentu saja penerapan kebijakan baru WhatsApp ini tak bisa dilakukan secara sembrono. Awalnya ada rumor yang menyebutkan kalau pengguna tak kunjung setuju pada aturan baru ini, maka WA akan menghapus akun mulai Sabtu (15/5) lalu. Tetapi faktanya, WA menegaskan tak akan menghapus akun mereka.

Pengguna yang tidak setuju pada kebijakan baru WhatsApp tak perlu cemas karena akun tak akan dihapus. Namun Anda akan kehilangan fungsi belasan fitur yang sudah diulas sebelumnya. Nantinya saat fitur-fitur itu tak digunakan, akun WA itu besar kemungkinan bakal tidak aktif. Nah, ketika akun WA tidak aktif maksimal 120 hari, WA akan menghapusnya otomatis.

Anda juga memiliki kebebasan untuk menghapus sendiri akun WA, jika tak kunjung setuju pada kebijakan baru WhatsApp. Hanya saja patut diingat, akun yang sudah dihapus sendiri oleh penggunanya, tak bisa dikembalikan termasuk chat history, sehingga akun Anda juga bakal keluar otomatis dari grup.

6. Pengguna API WhatsApp

© NextPit

Sravanthi Dev selaku WhatsApp APAC Communications Director, kebijakan baru WhatsApp ini bertujuan untuk memfasilitasi perusahaan yang memakai API WhatApp atau yang terintegrasi dengan layanan analitik seperti yang disediakan FB. Sekadar informasi, WA Bisnis sendiri ada dua macam variannya yakni WA Bisnis umum dan bisnis layanan API untuk perusahaan.

Dengan platformi API (Application Programming Interface) ini, perusahaan besar sekelas maskapai penerbangan atau perusahaan e-commerce bisa berinteraksi dengan konsumennya. Nantinya seluruh data pengguna termasuk percakapan, akan tersimpan rapi dan sangat aman di server milik pengguna API.

Berkat adanya infrastruktur back-end milik FB, data analitik pengguna WA memang bakal dikelola oleh FB. Namun Sravanthi menegaskan kalau seluruh data yang tersimpan di server pihak ketiga ini akan selalu aman karena tak akan ada yang bisa mengakses percakapan dan seluruh file-nya.

Baca juga: Dirilis 2030? Apple dan Google Mulai Kembangkan Jaringan 6G

7. Belum Dapat Notifikasi Kebijakan Baru WhatsApp

Meski sudah resmi diterapkan sejak Sabtu (15/5) kemarin, faktanya masih ada pengguna WA yang belum memperoleh notifikasi kebijakan baru WhatsApp. Tak perlu cemas akun WA bakal kehilangan fungsinya mendadak, karena pengguna yang belum dapat artinya memang belum dapat giliran.

Nantinya jika kebijakan baru WhatsApp ini sudah diterima, maka pengguna akan memperoleh informasi mengenai pembaruan ketentuan dan kebijakan privasi. Dimana Anda tinggal memilih satu dari dua opsi yakni NANTI atau SETUJU. Kalau masih NANTI, maka akan terus mendapat notifikasi sampai akhirnya fungsi mendadak hilang perlahan.

Share
Arai Amelya

Pecinta seni dan film yang saat ini harus menikahi jurnalistik serta penulisan

Recent Posts

Perbedaan realme Narzo 50A dan Narzo 50i

Jelang akhir tahun 2021 sepertinya dianggap sebagai momen yang tepat bagi realme untuk memboyong ponsel-ponsel…

1 minggu ago

Kamera Selfie 32 MP, Samsung Galaxy M52 5G Dihargai Rp5,3 Jutaan

Kendati pasar smartphone di Indonesia seolah digempur oleh ponsel-ponsel pabrikan Tiongkok, tampaknya itu bukanlah masalah…

4 minggu ago

Siap-Siap, Sederet Ponsel ini Tidak Bisa Pakai WhatsApp Per November

Seperti yang sudah diketahui banyak orang, industri smartphone memang memiliki pergerakan yang luar biasa dinamis.…

1 bulan ago

Dijual Rp1,5 Jutaan, realme C11 2021 Punya RAM 4GB

Peta persaingan ponsel-ponsel asal Tiongkok di Indonesia memang sangat seru untuk diperhatikan. Segera setelah resesi…

1 bulan ago

RAM ‘12GB’, Vivo Y33s Ponsel Gaming Rp3 Jutaan

Salah satu brand ponsel terpopuler di Indonesia yakni Vivo, akhirnya kembali lagi di bulan Oktober…

1 bulan ago

RAM 8GB dan Sudah 5G, Asus Zenfone 8 Dijual Rp8 Juta

Tak mau terlalu jauh ketinggalan peta persaingan smartphone di Indonesia, Asus akhirnya memboyong produk baru…

1 bulan ago