Laptop

Laptop Dua Layar Kelas Sultan, Asus Zephyrus Duo 15 SE GX551

Sepertinya kami baru pertama kali melihat laptop dengan dua layar, mungkin Anda juga. Asus ROG Zephyrus Duo 15 SE GX551 menjadi yang pertama mengusung dua layar dalam satu badan laptop.

Entah ini akan menjadi sebuah terobosan atau malah menjadi kegagalan inovasi. Anda yang akan menentukannya. Yang pasti, dengan mengusung dua layar maka laptop ini berat, posisi keyboard yang canggung, serta MAHAL.

CPU3,3GHz AMD Ryzen 9 5900HX (octa-core, 16 utas, cache 16MB, peningkatan 4,60GHz)
GrafisNvidia GeForce RTX 3080 (16GB GDDR6) , AMD Radeon RX Vega 8
RAM32GB DDR4 (1.600MHz)
Layar15,6 inci IPS @ 120Hz (3840 x 2160), layar sentuh / 14,1 “60Hz 3840 x 1100, layar sekunder 8 inci.
Penyimpanan2TB M.2 NVMe (2x 1TB, RAID 0)
Dimensi14,17 x 10,55 x 0,82 inci (36 x 26,8 x 2,09 cm; W x D x H)
Ports1x 3.5mm Combo Audio Jack, 1x HDMI 2.0b, 3x USB 3.2 Gen 2 Type-A, 1x USB 3.2 Gen 2 Type-C (mendukung DisplayPort / pengiriman daya), 1x RJ45 LAN port, 1x card reader ( microSD)
KonektivitasWi-Fi 6 (802.11ax), Bluetooth 5.1 (Dual band)
KameraTidak Ada
Berat2,48 kg
Spesifikasi Asus ROG Zephyrus Duo 15 SE GX551

Review Singkat

ROG, seperti namanya kita tahu bahwa ini adalah laptop khusus gaming. Ada komitmen dari Asus untuk membuat aktifitas bermain menjadi lebih asyik. Dengan memperlebar tampilan layar hingga ke layar kedua.

©www.techradar.com

Tentu upaya ini membutuhkan kerja lebih besar dari prosesor. Juga membuat mesin akan cepat panas. Posisi keyboard dan trackpad akan membuat pengguna baru, termasuk kami, belajar untuk menyesuaikan posisi tangan. Dan ini sulit. 

Desain ini mengingatkan kami pada Asus Zenbook Duo. Sebuah laptop ultrabook yang juga memiliki dua layar. Laptop yang secara produktifitas bekerja sangat menyenangkan karena mampu menampilkan dua tampilan yang berbeda.

Baca yuk ulasan ini, Lenovo Legion 5i, Laptop Gaming Murah Dengan Grafik Nvidia RTX 2060

Namun entah mengapa Asus menyematkan dua layar ini pada laptop gaming, kami masih memikirkannya. Meski bisa saja layar kedua menampilkan menu atau inventory di akun game kita, misalnya. Tapi aktifitas bermain game biasanya hanya akan fokus menatap satu layar di depan.

Asus ROG Zephyrus Duo 15 SE GX551 sangat mahal, bahkan dalam spesifikasi yang paling rendah sekalipun. Mengingat dua layar, prosesor, kartu grafis, komponen di dalamnya dan baterai yang cukup bertahan lama, kami mengatakan wajar untuk harga yang mahal.

Kami menyebut Asus ROG Zephyrus Duo 15 SE GX551 sebagai perangkat yang brilian. Sebuah lompatan grafis yang signifikan dari grafis AMD dan Nvidia RTX 30-series, membuat tampilannya lebih bersinar.

Model

Setidaknya ada dua model yang diluncurkan dari seri Asus ROG Zephyrus Duo 15 SE GX551. Yang akan kami ulas ini memiliki grafis RTX 3080 (16GB GDDR6), layar 120Hz IPS 4K, 16GB RAM dan penyimpanan 2TB.

Model yang satunya mempunyai spesifikasi lebih rendah. Grafis RTX 3070 (8GB GDDR6), layar IPS FHD 300Hz, RAM 16GB dan penyimpanan 1TB.

©www.pcmag.com

Desain Asus Zephyrus Duo 15 SE GX551

Desainnya menurut kami terasa begitu kaku. Dengan sudut tajam di hampir semua sisinya. Memang terlihat lebih sangar dan gagah, namun desain ini terlalu serius dan kurang elegan.

Kami sedikit kecewa dengan tidak adanya webcam internal. Meski ini membuat bezel terlihat sempurna tanpa sebuah cekungan, namun kami merasa sebagai sebauh kelalaian.

Beberapa penjual memberikan bundling dengan webcam eksternal. Ini berarti ada sedikit kerepotan dalam memasang dan membereskan. Sebuah rutinitas yang sebenarnya bisa dihindari dengan menyematkan perangkat internal.

Selanjutnya mengenai port, mereka berada di sisi kanan, kiri, dan belakang. Penempatan port di bagian belakang laptop mengingatkan kami pada laptop generasi 2000-an awal. Mungkin sebagian dari Anda masih balita waktu itu. Ketahuan sekali berapa umur kami ya, hehehe.

Mulai dari sebelah kiri ada lubang charging yang bulat, lubang jack audio, dan pembaca microSD. Bagian kanan menampung sepasang port USB 3.2, dan port Type-C yang kompatibel dengan DisplayPort.

Di bagian belakang laptop ada port untuk Ethernet dan HDMI. Jika Anda berpikir bahwa sulit untuk mencolokkan kabel di port bagian belakang, itulah yang dialami oleh kakak atau om kalian terdahulu. Hehe.

©www.pcmag.com

Berbicara mengenai keyboard, tentu desainnya sangat padat, rapat seperti perumahan di gang sempit. Ini adalah efek samping dari penambahan layar kecil, untuk tidak mengatakan efek buruk.

Kami bahkan Anda tentu akan canggung menggunakan trackpad di sebelah kanan keyboard. Tetapi itulah kenyataan yang harus kita lakukan dengan laptop ini.

Berbicara tentang canggung, penambahan layar kedua berarti Anda mendapatkan desain keyboard sempit yang sama seperti yang lain di garis layar ganda Asus, dihancurkan ke bagian depan alas dengan trackpad sejajar ke kanan.

Tetapi kami mengapresiasi satu hal yang ada dibalik trackpad. Tombol numerik virtual bersembunyi di dalam trackpad ini. Cukup dengan menekan lama sudut kiri atas dari trackpad, maka akan muncul tombol numerik yang terbuat dari garis – garis cahaya.

Ini memunculkan kesan yang manis dan futuristik. Kami membayangkan apabila keyboard juga dibuat dengan model yang seperti itu, tentu akan lebih banyak menarik minat pembeli. Tidak ada bunyi ketukan saat Anda harus bekerja dengan keyboard, hanya sentuhan halus yang sunyi. Elegan sekali bukan?!

Layar Kedua

Ini adalah satu hal yang tentu sangat ingin diketahui banyak orang. Ulasan mengenai layar kedua yang dinamai ScreenPad Plus. Untuk membedakan dengan apa yang dimiliki Asus Zenbook Duo.

©www.pcmag.com

ScreenPad Plus adalah layar kedua yang sepenuhnya dapat digunakan, lengkap dengan kemampuan sentuh. Anda dapat menarik dan melepas jendela apa pun dari tampilan utama ke layar kedua seperti yang Anda lakukan dengan monitor kedua tradisional.

Melakukannya sedikit lebih sulit daripada dengan layar kedua penuh, karena jendela dan kursor Anda menjadi cukup kecil setelah Anda memindahkannya ke ScreenPad Plus.

Karena ini adalah laptop gaming, Adanya ScreenPad sangat menarik perhatian kami. Saat kami bermain game, kami bisa menggunakan Discord untuk melakukan obrolan suara dengan teman-teman.

Baca juga, Apa Yang Anda Dapatkan Dari Laptop 32 Juta? Ini Dia Razer Blade Pro 17

Dengan pengaturan desktop monitor ganda, cukup mudah untuk melakukan obrolan di layar lain, tetapi bermain di laptop mengharuskan Anda meminimalkan permainan. ScreenPad Plus memungkinkan Anda untuk membuka Discord, atau aplikasi obrolan lainnya, setiap saat.

Ini bukan pengubah permainan, tepatnya, tetapi ini adalah jenis kenyamanan yang Anda nikmati saat membayar fitur mewah seperti layar kedua.

Menurut kami layar dengan lebar 10cm ini membuat opsi tampilan menjadi lebih banyak. Screenpad mampu berdiri dengan sudut kemiringan 17 derajat dengan engsel otomatisnya sangat kokoh.

Engsel menahan layar kedua di tepi kiri dan kanan. Saat Anda membuka layar utama laptop, maka secara otomatis engsel akan terangkat ke atas pula.

Kemiringan 17 derajat adalah yang paling pas untuk visibilitas layar, juga untuk memberi ruang pada audio Dolby Atmos di bawahnya. Anda tidak salah baca, ada dua speaker Dolby Atmos di balik Screenpad.

Kami membayangkan seandainya speaker di bawah ini mengeluarkan dentuman suara yang sangat keras. Apakah kekuatan suaranya bisa menerbangkan Screenpad dari engselnya? Haha, jangan khawatir. Itu hanya pikiran nakal kami.

Semua teknologi diatas dijejalkan ke dalam ruang yang begitu kecil di dalam Zephyrus Duo 15 SE GX551. Meski terkesan rapi dan halus, tapi ini menambah beban laptop menjadi lebih berat.

Laptop ini memiliki berat 2,48kg, begitu terasa setiap onsnya. Dan tentu menuntut kekuatan daya yang besar. Zephyrus Duo memiliki pengisi daya 280W. Ini sangat besar, beratnya hampir sama dengan laptop itu sendiri.

Performa Asus Zephyrus Duo 15 SE GX551

Asus ROG Zephyrus Duo 15 SE GX551 tampaknya sebuah langkah dari Asus untuk meninggalkan Intel. Pada laptop ini, Asus memanfaatkan prosesor mobile seri Ryzen 5000 terbaru AMD, dalam hal ini octa core Ryzen 9 5900HX dengan kekuatan maksimal 4,6 GHz.

Laptop dibekali GPU dari keluaran terbaru seri-20 Nvidia. Kemudian disesuaikan dan disetel oleh overclock kustom Asus. Ada penyimpanan solid-state dalam jumlah besar, dan RAM 32GB penuh.

Kemampuan refresh Layar 4K mendapat peningkatan dari generasi sebelumnya 60Hz menjadi 120Hz. Layar kedua adalah 4K yang dipotong-potong, dan keren. Meskipun sudut pandang terbaik bergantung pada kedekatan dan personal dengan laptop.

Zephyrus Duo GX551 mengalahkan pesaingnya di hampir setiap aspek. Skor CPU aplikasi PCMark jauh melampaui apa yang kami harapkan. Begitu pula dengan pengukuran kemampuan game yang sebenarnya menunjukkan pencapaian yang nyata. Di luar dunia benchmark yang sedikit teknikal, bermain game di Asus ROG Zephyrus Duo 15 SE GX551 terasa hebat, halus, apik, luar biasa.

Zephyrus Duo GX551 juga menyediakan opsi untuk meningkatkan kinerja perangkat dengan pilihan mode Turbo atau Performa. Mode turbo dibuat untuk membuat ledakan saat Anda bermain game. Ada kecepatan dan tampilan kualitas terbaik di hadapan Anda.

Sedangkan mode Performa berada di bawah mode Turbo. Performa lebih diutamakan pada aktifitas multimedia. Tidak terlalu meletup – letup namun optimal pada pengolahan suara dan grafis.

©www.rog.asus.com

Daya Tahan Baterai Asus Zephyrus Duo 15 SE GX551

Setelah Anda membaca kekuatan perangkat pemrosesan, layar, dan audio. Anda tentu sudah memperkirakan seberapa kuat baterai laptop ini bisa bertahan dalam satu kali pengisian daya.

Jika Anda menggunakannya hanya untuk menonton film, aplikasi multimedia, dan browsing. Laptop ini bisa bertahan setidaknya 4 jam.

Namun jika anda bermain game, apalagi jika mengaktifkan mode Turbo. 2 jam adalah kekuatan maksimal untuk baterai bisa bertahan dari 100 persen ke 10 persen.

Yuk baca review lainya, Lenovo ThinkPad X1 Nano, Bentuk Nano dari Extreme Gen

Maka kami menyarankan Anda untuk menyiapkan socket pengisi daya apabila ingin bermain game. Anda tentu tidak akan tahu kapan tiba – tiba laptop ini kehabisan daya.

Share
Alfian Ihsan

Recent Posts

Ponsel Flagship Hemat Baterai, Sony Xperia 5 III

Setelah bulan lalu kita membahas Sony Xperia 1 III, sekarang kita akan membedah Sony Xperia…

6 hari ago

Samsung Galaxy Z Fold 3, Stylusnya Lebih Besar Dari S21 Ultra

Samsung Galaxy Z Fold 3 adalah ponsel lipat pertama yang kami rekomendasikan kepada orang-orang yang…

6 hari ago

Cocok Untuk PPKM, Samsung Galaxy M32 Dihargai Rp2,7 Juta

Hingga hari Selasa (31/8) siang ini, sudah ada lebih dari 4,07 juta kasus Covid-19 di…

3 minggu ago

Moto G Stylus 5G, Fitur Stylusnya Sudah Jarang Ada

Moto G Stylus 5G adalah smartphone kelas menengah yang kompeten dengan komponen internal yang layak…

3 minggu ago

RAM Bisa Sampai 11GB, Vivo Y53s Dijual Rp3,6 Jutaan

Menyambut paruh kedua tahun 2021, produsen smartphone banyak yang mulai berani memboyong ponsel-ponsel kelas menengah…

3 minggu ago

Ponsel Lipat Fashionable, Samsung Galaxy Z Flip 3

A full-sized smartphone that folds to fit small-sized pockets. Ini adalah tagline Samsung untuk ponsel…

4 minggu ago