Smartphone

Moto G100, Ponsel Kelas Menengah Dengan Prosesor Level Premium

Motorola merayakan generasi ke-10 bagi perangkat selulernya dengan mengeluarkan seri Moto G100. Sebuah ponsel kelas menengah pertama Motorola yang memakai Qualcomm Snapdragon 8-Series.

Ponsel cerdas baru ini memiliki kinerja tingkat andalan dan teknologi 5G yang memberikan pengalaman bermain game istimewa dan sistem kamera andal.  Smartphone ini juga menawarkan layar dengan kecepatan refresh 90Hz untuk scrolling dan animasi yang mulus.

Sedikit kekecewaan kami adalah kemampuan mengisi daya yang lambat. Apakah karena ponsel ini menggunakan baterai 5.000 mAh, sehingga membutuhkan waktu lama untuk mengisinya.

©www.techradar.com

Ulasan Singkat

Seri Moto G adalah jajaran ponsel pintar dengan harga rendah buatan Motorola. Kami mengapresiasi usaha Motorola untuk mendorong beberapa jenis ponselnya agar bisa bersaing pada level premium.

©www.techradar.com

Contohnya pada seri pertama Moto G 5G Plus yang mengusung fitur andalan konektivitas 5G. Kemudian kini ada Moto G100 yang meluncur dengan prosesor premium, kapasitas baterai besar, dan kamera yang banyak.

Kami mengapresiasi fitur terbaru dari Motorola yaitu Ready For. Ini seperti fitur Samsung Dex pada Samsung Galaxy 20. Fitur Ready For memungkinkan Anda untuk menyambungkan ponsel ke Smart TV Anda.

Ready For juga bisa membangun konektivitas dengan keyboard bluetooth, mouse bluetooth, dan monitor. Seketika Anda mengubah ponsel Anda menjadi PC mini. Sehingga Anda bisa melakukan pekerjaan word atau excel lebih mudah dari rumah.

Baca yuk, Dijual Terbatas Rp3,6 Jutaan, Oppo A74 5G Termurah di Indonesia

Motorola percaya diri dengan kemampuan ponsel ini untuk menjadi PC mini karena prosesor yang ada di dalamnya. Chipset Snapdragon 870, versi ‘lite’ dari Snapdragon 888 yang sangat kuat mendorong Moto G100 bekerja optimal.

Chipset ini seperti yang ditemukan di sebagian besar ponsel Android teratas, termasuk OnePlus 9 dan Xiaomi Mi 11 . Snapdragon 870 jauh lebih bertenaga daripada chipset yang Anda temukan di ponsel level Mid-End lainnya, membuat G100 hebat dalam produktifitas kerja atau bermain game.

Masa pakai baterai ponsel juga cukup bagus. Kekuatan 5000mAh membantu kita sepanjang hari dalam menggunakan ponsel, tidak peduli seberapa intensifnya. Meski banyak pembeli akan kecewa dengan  kecepatan pengisian yang lambat.

Kami juga harus memuji kemampuan fotografi Moto G100. Kami membandingkan dengan beberapa ponsel Moto lainnya, hasil jepretan dari G100 lebih baik dari saudaranya.

Ukuran G100 ini lebar dan panjang, beberapa orang dengan tangan yang kecil akan kurang nyaman menggenggamnya. Kami menemukan sedikit kemudahan yaitu pemindai sidik jari dan tombol volume dipasang di samping, ini relatif mudah dijangkau.

Jadi, Moto G100 adalah ponsel yang cukup bagus untuk kelas menengah. G100 akan sangat tepat untuk Anda yang mengutamakan fungsionalitas fitur Ready For untuk menyambung pada smart TV atau menjadi PC mini.

Desain

Kami sudah sedikit menyinggung mengenai ukuran Moto G100 yang besar, terutama di bagian ketebalan. Ukurannya 168,4 x 74 x 9,7mm, tebalnya hampir 1cm.

©www.techradar.com

Kabar baiknya ponsel ini cukup ringan, beratnya hanya 207g. Beberapa ponsel premium memiliki bobot yang lebih berat jadi Moto G100. Meski beratnya sedikit diatas rata – rata, yaitu 180gr.

Meski ketebalannya 9,7mm, Orang akan melihat bahwa ponsel ini lebih tipis dari ukuran aslinya. Hal ini berkat rasio aspek layarnya yang panjang dan tipis.

Ada pemindai sidik jari dan tombol volume di samping kanan ponsel. Sepertinya mudah untuk memindai jari Anda, tapi akan sedikit menyulitkan jika Anda menggunakan pelindung pada ponsel. Kami lebih suka pemindai sidik jari ada di layar.

Baca ulasan lainya, Layar Super AMOLED, Xiaomi Redmi Note 10 Dijual Rp2,4 Jutaan

Moto G100 meletakkan port USB-C dan jack headphone 3.5mm di bagian bawah. Sedangkan pada bagian belakang Anda akan menemukan tonjolan kamera persegi dengan empat lensa, dan tentu logo M khas Motorola.

Tampilan

Moto G100 memiliki layar berukuran 6,7 inci yang besar. Namun tampilan tersebut memiliki aspek rasio 21: 9, sehingga tergolong panjang dan tipis.

©www.techradar.com

Alasan umum di balik layar yang membentang semacam ini adalah menyesuaikan rasio pada tampilan film. Jadi saat Anda streaming film di telepon, Anda tidak akan melihat garis hitam di bagian atas dan bawah.

Kami suka dengan cara Motorola menyesuaikan rasio layar dengan rasio aspek film. Meski terkesan panjang dan lebar, kami masih nyaman untuk menggenggam dengan satu tangan. Kami juga merasa lebih mudah untuk mencari aplikasi dan membuat folder khusus untuk mengelompokkan beragam aplikasi.

Layarnya memiliki resolusi 1080 x 2520 dan kecepatan refresh 90Hz. Meski beberapa ponsel sudah mencapai kecepatan 120Hz, namun kami merasa tidak ada perbedaan yang signifikan. Hanya sedikit kedipan kasar jika pertama kali boot Mobile Legend atau PUBG.

Moto G100 masih menggunakan layar LCD. Anda tidak bisa mengharapkan kecerahan dan kontras warna yang sama dengan panel OLED atau AMOLED.

Tentu ada sedikit keuntungan pada layar LCD, yaitu tampilan lebih mudah dilihat di bawah sinar matahari langsung. Secara keseluruhan layar LCD terlihat cukup bagus, dan kami merasa cocok untuk keperluan bekerja, bermain game, atau streaming film.

G100 memiliki dua kamera depan di sudut kiri atas layar. Ini tampak seperti dua bola mata yang mengawasi kita setiap waktu. Untung saja ukuran layar yang lebar tidak merasa terbebani dengan dua kamera.

Kamera

Motorola tidak pernah benar-benar membuat kami terkesan dengan kamera ponselnya. Tetapi kami sangat terkejut dengan G100, meski kami tidak akan memberikan penghargaan apapun, tetapi ponsel ini bisa mengambil gambar yang bagus dari belakang maupun depan.

©www.techradar.com

Kamera belakang utama memiliki 64MP f / 1.7, kemudian ada kamera 16MP f / 2.2 ultra-lebar, 2MP f / 2.4 depth-sensing dan 3D Time-of-Flight (ToF). Dua kamera depan masing – masing mempunyai resolusi 16MP f / 2.2 dan 8MP f / 2.4 untuk ultra lebar.

Anda hobi selfie? Tenang, kamera depan G100 mempunyai kemampuan menangkap cahaya yang baik. Swafoto akan terlihat cukup bagus dan cerah.

Anda juga bisa menggunakan mode Portrait, yang cukup akurat dalam mengaburkan latar belakang pada objek. Meskipun kami menemukan bahwa kami terlihat agak terlalu tajam dalam beberapa jepretan.

Kamera ultra-lebar berfungsi untuk selfie grup atau memfoto pemandangan luas. Meskipun bersiaplah untuk banyak distorsi, dan jepretan yang tampak lebih gelap secara keseluruhan.

Mode potret tidak memberikan hasil yang bagus meskipun saat digunakan dengan kamera ini. Tepi subjek sering kali cukup kabur, dan wajah kami tampak aneh tanpa detail.

Kamera utama 64MP mengambil gambar yang terlihat cukup bagus. Kami membandingkannya dengan Moto G10, hasilnya Moto G100 lebih menghasilkan bidikan yang cerah dan detail.

Ada cukup banyak rentang dinamis dalam foto, dengan warna-warna berani saat diambil dalam pengaturan pencahayaan yang baik. Ada banyak detail dalam gambar, dan ada kontras yang bagus dalam bidikan ultra lebar, meski tidak begitu banyak pada gambar standar.

Hasil jepretan kamera belakang ultra-wide tidak mempunyai banyak distorsi pada bagian tepi, meski kontras warnanya menurun. Meski anda tidak perlu khawatir karena bisa menaikkan kontras dengan aplikasi edit foto, hehe.

Kamera utama belakang memiliki default ukuran 16MP, berkat pixel binning. Tetapi Anda dapat memilih foto resolusi tinggi jika Anda mau, yang memberi Anda lebih banyak detail saat  mengedit gambar nanti.

Kamera makro pada G100 menghasilkan gambar yang lumayan jelas. Khususnya untuk gambar close-up, hasil jepretan subjek tampak tajam dan fokus.

Hal ini berkat sensor kamera makro memiliki resolusi tinggi. Meskipun tidak ada zoom optik, Anda dapat memperbesar subjek secara digital hingga 8x. Gambar yang dihasilkan cukup berbintik, tetapi masih cocok untuk penggunaan media sosial.

Satu-satunya keluhan utama kami dengan performa kamera adalah mengenai eksposur. Karena terkadang kami menemukan gambar yang terlalu terang dalam pengaturan cahaya.

Perekaman video pada Moto G100 membuat kami kagum. Bagaimana tidak, ponsel ini mempunyai kemampuan perekaman video dengan kualitas 6K.

Sangat jarang ponsel menawarkan resolusi ini, biasanya paling mentok ya kualitas 4K. Kualitas perekaman 6K ini tersedia pada 30fps, jika Anda ingin perekaman 60fps Anda harus tetap menggunakan 4K.

Salah satu fitur yang berguna adalah zoom audio, ini memungkinkan Anda merekam audio dari sumber yang jauh. Fitur zoom video ini ada pada pilihan mode kamera, tentu secara otomatis Anda juga akan merekam video.

 Jika Anda ingin merekam audio di tempat yang sibuk dan / atau dari sumber yang agak jauh dari Anda, ini fitur yang berguna dan masih jarang ada.

Performa

Seperti yang telah kami sebutkan, Moto G100 menggunakan chipset Snapdragon 870. Seri 800 adalah jajaran prosesor kelas atas dari Qualcomm, dengan flagships kontemporer seperti OnePlus 9 dan Xiaomi Mi 11 menggunakan Snapdragon 888.

©www.techradar.com

Sebelumnya sebagian besar ponsel Moto G menggunakan prosesor seri 700 atau seri 600. Jadi ketika Moto G100 menggunakan Snapdragon 870 adalah sebuah langkah maju .

alam tes benchmark Geekbench 5, Moto G100 mencapai skor multi-core 2875. Ini jauh lebih tinggi daripada Motorola One 5G 1822 atau Moto G9 Plus 1690.

Skor itu membuatnya setara dengan Samsung Galaxy Note 20 ( 2701), Galaxy S20 Plus (3034) dan Sony Xperia 1 II (3085). Semua ponsel tersebut mempunyai harga yang lebih mahal daripada G100.

Kami menemukan Moto G100 bagus untuk bermain game, menjalankan booting jauh lebih lancar, dan mempunyai pengaturan grafis tinggi.

Moto G100 mampu menjalankan game apa saja, bahkan game yang relatif kelas atas. Layarnya besar juga membantu bermain game dengan lebih menyenangkan. Contohnya seperti Call of Duty: Mobile, tampilannya dioptimalkan untuk berfungsi dalam 21: 9.

Perangkat lunak

Moto G100 menjalankan Android 11 versi murnidari sistem operasi seluler Google. Tidak ada kustomisasi ikon di ponsel ini, semuanya tampak bersih dan longgar. Kami suka tampilan ini.

Satu keunggulan Motorola adalah menyertakan dukungan untuk tindakan Moto di ponsel ini. Ada “gerakan rahasia” yang dapat Anda gunakan untuk memicu fungsi tertentu.

 Favorit kami adalah membuat tindakan ‘karate-chop’ ganda untuk menyalakan senter. Contoh lain adalah mengaktifkan mode “silent” hanya dengan menempatkan telepon menghadap ke bawah.

Anda harus membelinya untuk tahu betapa menyenangkan bermain dengan G100 ini.

Kita sudah sedikit membahas tentang fitur Ready For, mode multi-tasking yang dapat Anda gunakan dengan Moto G100. Fitur ini memungkinkan Anda untuk menyambungkan ponsel Anda ke layar yang lebih besar (seperti TV atau monitor komputer) untuk fungsionalitas tambahan.

Anda dapat menghubungkan G100 ke bioskop rumah Anda untuk streaming dari Netflix, atau menyambungkannya ke monitor Anda, memungkinkan Anda untuk membalas email dan menggunakan aplikasi Anda di layar yang lebih besar. Pengontrol game Bluetooth, keyboard, mouse, dan lainnya juga dapat dihubungkan untuk meningkatkan kualitas penggunaan.

Fitur Ready For membutuhkan perangkat tambahan yang harus Anda beli, dan Anda bisa mendapatkannya secara terpisah. Ada dock khusus G100 dan kabel konektor USB-C ke HDMI.

Sedikit menyebalkan karena kita harus mengeluarkan biaya tambahan untuk ini. Namun untuk mendapatkan pengalaman menyenangkan, kami pikir tidak ada salahnya.

Baca review, Realme 8 Pro, Kamera Mid-Range Dengan Kamera 108MP

Kami telah menguji Ready For sedikit, dan menganggapnya berguna untuk beberapa fungsi yang berbeda, terutama panggilan video.

©www.techradar.com

Daya Tahan Baterai

Moto G100 memiliki baterai 5.000mAh yang merupakan kapasitas yang cukup besar. Kapasitas baterai ini biasanya hanya ada pada ponsel kelas premium. Kami tidak heran jika daya tahan baterainya cukup mengesankan.

Kami tidak pernah menemukan diri kami perlu mengisi daya perangkat pada siang hari. Bahkan jika kami menggunakannya cukup intensif.

Daya tahab baterai yang bagus berbanding terbalik dengan kecepatan pengisian daya, ini menyebalkan menurut kami. Ponsel ini hanya memiliki kekuatan maksimal pengisian daya pada 20W.

Anda membutuhkan sekitar dua jam untuk mengisi ponsel dari kosong hingga penuh. Padahal ponsel lain yang lebih murah mempunyai kemampuan pengisian di angka 50W dan 65W.

Moto G100 tidak mempunyai pengisian nirkabel, namun ini lumrah pada ponsel di level harga menengah.

Share
Alfian Ihsan

Recent Posts

Ponsel Flagship Hemat Baterai, Sony Xperia 5 III

Setelah bulan lalu kita membahas Sony Xperia 1 III, sekarang kita akan membedah Sony Xperia…

6 hari ago

Samsung Galaxy Z Fold 3, Stylusnya Lebih Besar Dari S21 Ultra

Samsung Galaxy Z Fold 3 adalah ponsel lipat pertama yang kami rekomendasikan kepada orang-orang yang…

6 hari ago

Cocok Untuk PPKM, Samsung Galaxy M32 Dihargai Rp2,7 Juta

Hingga hari Selasa (31/8) siang ini, sudah ada lebih dari 4,07 juta kasus Covid-19 di…

3 minggu ago

Moto G Stylus 5G, Fitur Stylusnya Sudah Jarang Ada

Moto G Stylus 5G adalah smartphone kelas menengah yang kompeten dengan komponen internal yang layak…

3 minggu ago

RAM Bisa Sampai 11GB, Vivo Y53s Dijual Rp3,6 Jutaan

Menyambut paruh kedua tahun 2021, produsen smartphone banyak yang mulai berani memboyong ponsel-ponsel kelas menengah…

3 minggu ago

Ponsel Lipat Fashionable, Samsung Galaxy Z Flip 3

A full-sized smartphone that folds to fit small-sized pockets. Ini adalah tagline Samsung untuk ponsel…

4 minggu ago