Nokia 6300 & Nokia 8000 Kembali dengan 4G dan WhatsApp

Bagi generasi 90an atau kalangan milenial senior, Nokia 6300 dan Nokia 8000 adalah sebuah primadona pada era 2000-an. Bahkan mayoritas penduduk Indonesia, akan memilih Nokia sebagai brand ponsel yang mereka kenali untuk kali pertama.

Tak heran, karena memang selama 14 tahun lamanya, produsen ponsel asal Finlandia itu ada di posisi pertama sebagai pembuat ponsel global. Masa kejayaan Nokia terjadi di sepanjang 1990-an hingga 2000-an, di mana ponsel-ponsel candybar besutan menjadi tanda kekayaan dan pergaulan di zamannya.

Namun ketika teknologi internet semakin dikenal di tahun 2010-an dan membuat pabrikan-pabrikan smartphone muncul, Nokia justru tergelencir. Perlahan, Nokia mulai dilupakan berkat kehadiran Samsung dan sistem operasi Android serta iOS. Kepercayaan diri berlebih Nokia untuk enggan merangkul Android dan malah mengenalkan sistem operasi Symbian sebagai pesaing iOS, adalah awal kehancurannya.

Baca juga: Ini Dia, Daftar 12 Headset Bluetooth Terbaik Saat ini

Pada semester kedua tahun 2012, Nokia pun sudah kehilangan bahan bakar di saat Samsung semakin menggila dan Apple dengan iPhone mencuri perhatian. Hal inilah yang akhirnya membuat Nokia akhirnya tinggal kenangan di Indonesia, apalagi saat produsen smartphone asal China seperti Xiaomi, Oppo, Huawei dan Vivo semakin melakukan terobosan dengan perangkat super canggih mereka.

Generasi Terbaru Nokia 6300 dan Nokia 8000

versi jadul Nokia 6300 dan Nokia 8000
versi jadul Nokia 6300 dan Nokia 8000 © Nokiamob

Meskipun benar-benar remuk redam oleh gempuran Android dan iOS, Nokia sepertinya enggan menyerah. Pada tahun 2013, Nokia menjual divisi smartphone mereka pada Microsoft dengan harapan sistem operasi Windows Phone bisa bersaing dengan Android. Namun lagi-lagi usaha itu gagal dan membuat Nokia harus rela merangkak dari bawah.

Angin surga akhirnya datang ke Nokia ketika HMD Global dibentuk pada tahun 2016 dan akhirnya memegang lisensi Nokia. Empat tahun berjalan, HMD Global pun mengikuti persaingan smartphone global. Nokia kini tak lagi alergi menggunakan Android, bahkan mereka mencatat penjualan mencapai 70 juta unit di dunia dan meraih posisi 10 besar.

Memahami bahwa Indonesia pernah menjadi salah satu basis terbesar Nokia, HMD Global pun siap ‘menghidupkan’ kembali dua produk laris mereka yakni Nokia 6300 dan Nokia 8000. Kabar gembira ini diungkapkan oleh salah satu situs teknologi Jerman, Winfuture melalui informasi yang tertera di Telia.

Situs operator Denmark itu menampilkan daftar perangkat yang mendukung koneksi Wi-Fi, termasuk Nokia 6300 dan Nokia 8000. Yang menarik, kedua ponsel itu kabarnya sama-sama sudah didukung kemampuan akses 4G, selayaknya smartphone masa kini.

Baca juga: 10 Rekomendasi Earphone TWS Terbaik di 2020

Nokia 6300 4G

Nokia 6300 4G
Nokia 6300 4G

Dilansir Gizmochina, Nokia 6300 adalah salah satu produk unggulan Nokia yang pertama kali dikenalkan pada tahun 2007. Sebagai ponsel seri 40, 6300 dianggap sebagai handphone tahan banting karena menggunakan pelat baja pada material bodi. Bahkan saat itu 6300 sudah termasuk yang cukup mahal karena memiliki layar berwarna, lensa kamera 2MP dan slot microSD.

Untuk versi terbarunya yang sudah 4G nanti, kabarnya 6300 tetap akan hadir dengan desain mirip versi lawas yakni candybar. Feature phone modern ini masih setia dengan bentang layar 2.4″. Namun lepas dari penampilannya yang jadul, 6300 4G sudah dibekali sistem operasi KaiOS yang membuatnya bisa menjalankan beragam aplikasi chatting dan media sosial seperti WhatsApp, Facebook dan YouTube.

Nokia bahkan memasang chipset besutan Qualcomm yakni Snapdragon 2010 sebagai otak dengan RAM 512MB. Untuk kapasitas internal, Nokia 6300 akan mempunyai ruangan sebesar 4GB yang bisa diluaskan jadi 32GB dengan microSD. Lantaran merupakan smartphone yang berakses internet, 6300 4G akan mempunyai kapasitas baterai 1.500 mAh, sekitar dua kali lebih besar daripada versi lama.

Nokia masih setia menggunakan kamera VGA dengan lensa 0.3MP di bagian bodi belakang. Tapi untuk urusan kepuasan, 6300 4G dilengkapi fitur GPS, bluetootch, dual SIM (nano), radio dan jack audio 3.5mm. Berapakah kira-kira harga ponsel ini nantinya? Kabarnya akan dijual di Eropa di kisaran harga 49 euro (sekitar Rp825 ribuan).

Nokia 8000 4G

Nokia 8000 4G
Nokia 8000 4G

Berbeda dengan 6300, Nokia 8000 adalah salah satu lini seri premium yang banyak disukai oleh generasi 90an. Saat itu 8000 Sirocco menggunakan material kaca berlapis safir untuk menutupi bagian layar. Bahkan ponsel ini sudah memiliki penutup geser, keypad dan kamera 2MP, yang menjadikannya sebagai ponsel premium di masanya.

Baca juga: Dirilis 2030? Apple dan Google Mulai Kembangkan Jaringan 6G

Untuk versi 8000 4G. Nokia kabarnya akan menghilangkan desain slider tapi tampilannya lebih cantik dengan bagian sudut bodi ponsel jadi rounded (membulat). Untuk ukuran layarnya, sengaja dibuat lebih luas daripada 6300 yakni 8000 menjadi 2.8″. Di bagian bodi belakang dipasangkan sebuah lensa kamera 2MP, lengkap dengan lampu flash di atasnya.

Sementara itu untuk urusan sistem operasi, 8000 4G juga menggunakan KaiOS dan telah terpasang seperangkat aplikasi pendukung seperti YouTube, Facebook dan tentunya WhatsApp. Untuk spesifikasi lain seperti memori internal, chipset, RAM dan kemampuan kamera, Nokia 8000 dibuat sama dengan 6300 4G.Jika sesuai rencana, Nokia 8000 akan dijual di kisaran 79 euro (sekitar Rp1,3 juta).

Kendati hingga saat ini belum ada kepastian apakah Nokia 6300 dan Nokia 8000 varian 4G ini bakal diboyong ke Indonesia, tampaknya pengguna lawas Nokia yang beralih ke Android dan iOS wajib mempertimbangkannya. Karena bagaimanapun juga, Nokia memang pernah menjadi nomor satu di negeri ini selama bertahun-tahun.

Kenangan Nokia dan Feature Phone di Indonesia

Nokia 3310 4G
Nokia 3310 4G © Kompas

Jika memang Nokia 6300 dan Nokia 8000 sesuai dengan rumor yang beredar, maka kedua ponsel ini akan mulai diluncurkan di penghujung tahun 2020 ini. Melihat keberhasilan HMD Global dalam merilis ponsel-ponsel jadul Nokia ke versi terbaru, tampaknya 6300 4G dan 8000 4G akan meraih hasil menggembirakan.

Baca juga: Inilah Daftar 6 Monitor LCD Terbaik 2020, Tertarik?

Nokia sendiri pernah merilis 3310 yang adalah salah satu ponsel terklasik mereka. Lalu di era smartphone ini, Nokia 3310 versi baru terlahir dengan dilengkapi koneksi 2G dan 3G pada tahun 2017. Lalu pada 2018, HMD Global melahirkan Nokia 8810 (banana phone). Terakhir di tahun 2019, giliran Nokia 2720 dan Nokia 5310 XpressMusic versi baru yang ‘terlahir’ dan memperoleh sambutan hangat.

Tak hanya menghidupkan kembali ponsel-ponsel klasik yang populer di masanya, Nokia sebetulnya juga merilis produk murni smartphone. Bahkan kabarnya Nokia 6300 dan Nokia 8000 akan mulai dijual bareng Nokia 6.3 dan Nokia 7.3 di penghujung 2020 ini.

Feature Phone Masih Laris di Tanah Air

Nokia 5310 XpressMusic (2020)
Nokia 5310 XpressMusic (2020) © Gizmologi

Dari perilisan kembali Nokia 6300 dan Nokia 8000, seolah membuktikan kalau ponsel-ponsel dengan tampilan biasa masih memiliki pangsa pasarnya. Ya, Nokia memang pernah begitu berjaya lewat sederet produk feature phone (ponsel dengan kemampuan dasar telepon/SMS). Kendati saat ini smartphone sudah menginjak era 5G, feature phone di Indonesia masih memiliki penggemar setia.

Hal ini sempat diungkapkan oleh Miranda Warokka selaku Head of Marketing Indonesia for HMD Global kepada Kompas. Di sela-sela perilisan Nokia 3.1 di Tanah Air, Miranda menyebutkan kalau segmen pasar feature phone di Tanah Air masih kuat kendati banyak smartphone entry-level seharga Rp1 jutaan ditawarkan.

Bahkan bukan hanya feature phone yang mendapat sentuhan 3G atau 4G seperti Nokia 6300 dan Nokia 8000, feature phone murni seperti Nokia 105, Nokia 106, Nokia 130 dan Nokia 216 tetap laris manis dibeli. Dibanderol dengan harga di bawah Rp500 ribu, pengguna ponsel jadul tetap tak tergerus oleh zaman.

Keberadaan feature phone dengan jaringan 2G juga tampaknya tak dilupakan begitu saja oleh Indosat Ooreedoo. Salah satu operator seluler penyedia jaringan 4G LTE ini bahkan tetap mengembangkan jaringan 2G di pulau Sumatera. Kenapa begitu? Karena sebagian pengguna Indosat di Sumatera masih setia menggunakan feature phone.

Lebih lanjut, KaiOS selaku platform mobile untuk feature phone kabarnya sudah digunakan lebih dari 85 juta unit perangkat di seluruh dunia, per tahun 2019. Hal ini diungkapkan oleh Kai Technology selaku produsen KaiOS dalam event Mobile World Congress 2019. Bahkan dalam putaran pendanaan seri B, KaiOS memperoleh dana US$50 juta dari Google, TCL dan Cathay Innovation, seperti dilansir Android Authority.

Meskipun sudah sangat nyaman dengan Android, Google tampaknya melihat masa depan cerah pada KaiOS. Tak main-main, layanan YouTube, Google Assistant dan Google Maps bahkan bisa diakses lewat KaiOS, termasuk Nokia 6300 dan Nokia 8000 versi 4G nanti. Ke depannya, Google akan memboyong Voice Typing ke KaiOS yang tentunya akan membuat feature phone makin diminati.