Smartphone

Nokia G50 5G, Ponsel 5G Harga Merakyat

Satu lagi ponsel 5G dari Nokia yang murah dan bisa dimiliki oleh banyak orang, Nokia G50 5G. Peluncurannya lebih cepat dari rencana awal Nokia yaitu bulan Oktober.

Mengusung tagline A 5G smartphone for today, ready for tomorrow that’s also better for your pocket. Nokia ingin membuat semua orang bisa mengakses jaringan 5G masa depan.

“Better for your pocket”, kami memaknai ini sebagai kata kiasan yaitu harganya tidak akan menguras saku Anda. Ponsel ini pertama kali meluncur di Inggris dengan harga 200 poundsterling atau sekitar 4 juta rupiah.

Ini adalah ponsel untuk orang-orang yang suka streaming media pada ponsel mereka saat bepergian. Dengan memiliki layar raksasa, konektivitas 5G, baterai tahan lama, dan jack headphone 3,5mm.

Nokia G50 5G memiliki bentang layar 6,82 inci dengan resolusi HD Plus dengan memiilki tingkat kecerahan hingga 450 nits.

Pada sisi atas layar terdapat cekungan kecil sebagai tempat kamera depan yang memiliki resolusi 8 megapiksel.

Kemudian pada bagian belakang ada tiga kamera dengan masing-masing memiliki resolusi 48 MP untuk kamera utama, 5 MP ultra wide, dan 2 MP depth sensor.

Ketiga kamera berkumpul dalam modul berbentuk lingkaran yang berada tepat pada sisi atas punggung ponsel. Pada modul juga ada sebuah LED flash untuk membantu pencahayaan saat membidik gambar.

Ponsel G50 5G bekerja dengan chip Snapdragon 480, RAM 4 GB, dan memori internal 64 GB. Dengan slot memori micro SD yang bisa diperluas hingga 512 GB.

Selain 5G, Nokia G50 juga didukung koneksivitas 4G LTE, WI-Fi 802.11 ac, Bluetooth v5.0, dan GPS/ A-GPS.

Sekarang kami akan ulas lebih detail mengenai ponsel rakyat yang satu ini.

Desain dan Tampilan

Nokia G50 mengemas layar 6,82 inci yang sangat besar, bahkan sedikit lebih besar dari Samsung Galaxy S21 Ultra 6,8 inci. Tentu Anda sudah bisa membayangkan seberapa besar perangkat ini.

Layar terganggu oleh lekukan tetesan air mata di bagian atas, yang menampung kamera yang menghadap ke depan.

Dengan resolusi HD+, layar besar ini tidak memiliki piksel sebanyak ponsel Galaxy, atau bahkan sebagian besar perangkat kelas menengah, yang cenderung mencapai FHD+ atau lebih.

Tetapi beberapa orang tidak memerlukan layar beresolusi tinggi, atau layar dengan kecepatan refresh tinggi. Karena layar ini hanya memiliki kecepatan refresh 60Hz.

Mungkin besar, tetapi panel LCD itu sendiri tidak terlalu pintar. Resolusi standar adalah HD+ rendah (720p dengan beberapa piksel ekstra untuk membuat rasio aspek 19,5:9).

Kecepatan refresh dikunci pada 60Hz. Motorola Moto G50 dengan harga yang sama memiliki panel 90Hz yang membuat pengalaman pengguna jauh lebih lancar.

Meski begitu, upaya Nokia masih sangat membantu dalam binging video saat bepergian, dengan kecerahan yang cukup dan warna yang tampak alami.

Takik kamera tetesan air mata kecil tidak mengalihkan perhatian dari apa yang terjadi di layar, dan kontrasnya cukup layak untuk panel LCD anggaran.

Sudut pandang tidak ada yang spektakuler, dan rasio aspek lebar berarti Anda dapat mengharapkan banyak konten memiliki bilah hitam di samping.

Jika ukuran menjadi perhatian terbesar Anda, G50 tidak akan mengecewakan – hanya saja tidak akan mengesankan di area lain seperti ponsel OLED yang lebih mahal.

Kami senang melihat Nokia G50 menghindari beberapa masalah utama yang kami miliki dengan ponsel besar.

Pemindai sidik jari, yang disematkan pada tombol daya di tepi kanan ponsel, cukup rendah sehingga mudah dijangkau tanpa meregangkan jari terlalu lebar.

Tapi volume rocker di atasnya, dan tombol Google Assistant di tepi kiri, sedikit lebih sulit untuk menekannya tanpa mengatur ulang tangan kami.

Performa dan Spesifikasi

Nokia G50 berjalan pada chipset Snapdragon 480, yang merupakan prosesor kelas bawah yang tidak terlalu mengesankan. Wajar karena target market ponsel ini adalah untuk kelas menengah ke bawah.

Maka Snapdragon 480 adalah solusi untuk bisa menekan harga dan tetap bisa menjaga performa standar, bukan luar biasa.

Ponsel ini agak lambat digunakan untuk bermain game atau untuk membuka banyak aplikasi. Jadi kami tidak menyarankan laptop ini untuk gamer seluler yang rajin atau orang yang menyukai pengalaman antarmuka yang lancar.

Tentu jika Anda pengguna biasa, yang cukup dengan browser, media sosial, aplikasi chating, maka Anda tidak akan menyadari tentang lambatnya pergerakan pada ponsel ini.

Tenang saja, kemampuan pemrosesan Snapdragon 480 tidak akan terlalu memengaruhi streaming video. Jadi Anda tetap bisa menikmati Youtube dengan lancar.

Nokia G50 5G mempunyai dua seri spesifikasi, yaitu dengan pilihan RAM 4GB dan memori 64GB atau RAM 6GB dengan memori 128GB.

Jika Anda punya budjet yang lebih, maka lebih baik membeli yang spek RAM dan memori lebih besar. Karena jika Anda mengunduh banyak aplikasi tentu penyimpanan 128GB akan lebih menyenangkan.

Seperti yang telah kami katakan, ponsel ini kompatibel dengan 5G, memungkinkan Anda mengakses koneksi seluler generasi terbaru.

Ini memungkinkan Anda mengunduh berbagai hal lebih cepat, melakukan panggilan video dengan mudah saat bepergian, dan bermain game online tanpa tertinggal jauh di belakang teman Anda.

Perangkat lunak ponsel menggunakan Android 11.Ini adalah bentuk Android yang baku, seperti rancangan pabrikan Google.

Nokia telah berkomitmen penuh pada inisiatif Google Android One, yang berarti G50 memiliki OS yang bebas dari ikon kustom yang menguras CPU, skin yang tidak diinginkan, dan bloatware.

Juga tidak ada kustomisasi yang biasa dilakukan oleh perusahaan ponsel lain. Nokia telah menjanjikan setidaknya tiga tahun pembaruan perangkat lunak. Jadi ponsel ini secara teoritis akan mendukung Android 14.

Sebenarnya ada beberapa aplikasi pra-instal di Nokia G50, sebuah fakta yang mungkin membuat bingung para pecinta Android.

Baca review, Samsung Galaxy Z Fold 3

Namun ini adalah aplikasi yang mungkin sebagian besar Anda sukai. Misalnya Spotify, Netflix, Amazon Shopping, dan ExpressVPN, dan ada kemungkinan besar Anda tetap mengunduh beberapa kombinasi dari keduanya.

Ponsel ini memiliki port USB-C serta jack headphone 3.5mm, sesuatu yang mungkin akan banyak penggemar audio kabel sukai.

Benjolan kamera belakang berbentuk lingkaran. Sebuah desain yang telah kami lihat pada beberapa ponsel HMD Global saat ini, dan tidak menempel terlalu jauh dari bodi.

Cangkang belakangnya sendiri terbuat dari plastik. Ada dua pilihan warna pada cangkang belakang, yaitu biru dan merah muda pucat.

Kamera

Kamera utama pada Nokia G50 adalah kamera 48MP, dan kamera ultra-lebar 5MP dan sensor kedalaman 2MP. Di bagian depan ada kamera 8MP untuk selfie.

Ultrawide tidak begitu detail, bahkan dalam cahaya yang bagus, dan menjadi sangat kasar saat kondisi menjadi lebih redup.

Tidak ada efek mata ikan yang sangat menonjol, jadi bidikannya cukup bebas distorsi, tetapi tanpa fokus otomatis. Anda harus berhati-hati jika ingin mendapatkan yang terbaik darinya.

Sementara fokus otomatisnya masih meragukan, karena terkadang menghasilkan bidikan yang sedikit tidak fokus untuk subjek jarak dekat.

Detail bukan masalah untuk kamera utama, yang menggunakan pixel binning untuk membuat bidikan 12MP dari sensor 48MP-nya.

Bahkan tekstur berbutir halus seperti rumput, dedaunan, dan batu bata masih tampak detail, dengan definisi yang menurun hanya saat Anda memperbesar gambar yang diambil.

Fokus otomatis tidak terlalu cepat, tetapi tetap membantu memastikan foto Anda setajam mungkin.

Yang menjadi kendalanya adalah eksposur dan saturasi, yang seringkali menghasilkan gambar yang tampak datar dengan warna yang sedikit redup.

Baca juga, Review Nokia C20

HDR tidak selalu dapat menyelamatkan langit yang cerah, membuatnya tampak kusam. Pemandangan dari dalam ruangan lebih baik daripada luar ruangan, selama pencahayaannya cukup, karena kinerjanya dalam cahaya rendah biasa-biasa saja.

Rata-rata keseluruhan menunjukkan untuk ponsel yang terjangkau. Mode kamera lain seperti selfie atau bidikan Portrait mendapatkan pengaruh dari masalah warna yang sama.

Meskipun kami menemukan mode potrait bagus untuk mengisolasi subjek dan memburamkan latar belakang.

Tapi satu fitur yang kami suka dari Nokia G50 adalah fitur watermark. Kita bisa mengatur watermark yang ingin kita sematkan pada setiap hasil foto, sehingga akan memberi kesan spesial dan itu memang foto hasil jepretan kita sendiri.

Ponsel ini merekam video pada 1080p dan 30fps atau 60fps. Anda bisa menggunakan mode lainnya seperti Night, Panorama, dan Dual Sight ketika Anda merekam video menggunakan kamera depan dan belakang secara bersamaan.

Speaker

Dengan satu speaker down-firing, pengalaman audio tidak terlalu istimewa. Musik mulai terdengar keras dan terlalu mendesis ketika Anda benar-benar memutar volume.

Sama sekali tidak ada bass untuk dibicarakan. Setidaknya ada port 3.5mm, jadi Anda bisa mencolokkan sepasang earphone tanpa dipusingkan dengan dongle.

Baterai

Untuk daya tahan ponsel yang lebih lama, Nokia G50 menggunakan kekuatan baterai 5.000mAh. Tentu ini cukup besar untuk menunjang aktivitas Anda bersama smartphone saat di luar ruangan. Meski baterai yang besar ini juga karena untuk mengimbangi konsumsi daya layar dengan ukuran besar.

Kami tidak menggunakan Nokia G50 cukup lama untuk menguji masa pakai baterainya dengan benar. Tetapi dari pengujian awal kami, sepertinya perangkat akan melewati hari dengan mudah, dan mungkin akan memberi Anda hari kedua penggunaan yang solid juga.

Dengan catatan untuk penggunaan normal. Namun jika Anda seorang streamer video yang produktif, tentu baterai tidak akan bertahan lama.

Tetapi kami memperkirakan itu pasti bisa menemani Anda sepanjang hari bahkan jika Anda melakukan streaming dalam durasi 1 sampai 2 jam.

Dalam dusbox, Anda akan mendapatkan pengisi daya 18W dengan kemampuan pengisian dari baterai 0 persen sampai 100 persen selama 2 jam. Tidak ada dukungan pengisian cepat pada ponsel ini.

Baca Review, Kamera Nikon Z FC

Namun Anda bisa mengecasnya ketika bangun tidur dan menyabutnya saat akan berangkat kerja, dengan catatan Anda tidak bangun kesiangan ya. Ya minimal jam 5 pagi lah. Hee

Fitur Lainnya

Bagi Anda yang suka belanja dengan kartu debit atau kredit, Ponsel ini mempunyai fitur NFC yang memudahkan cara pembayaran. Anda tidak perlu mengeluarkan kartu dari dompet.

Ada juga dukungan beberapa sensor lain, seperti ambient light, gyroscope, magnetometer, accelerometer, dan proximity sensor.

Share
Tohir

Recent Posts

Perbedaan realme Narzo 50A dan Narzo 50i

Jelang akhir tahun 2021 sepertinya dianggap sebagai momen yang tepat bagi realme untuk memboyong ponsel-ponsel…

1 minggu ago

Kamera Selfie 32 MP, Samsung Galaxy M52 5G Dihargai Rp5,3 Jutaan

Kendati pasar smartphone di Indonesia seolah digempur oleh ponsel-ponsel pabrikan Tiongkok, tampaknya itu bukanlah masalah…

4 minggu ago

Siap-Siap, Sederet Ponsel ini Tidak Bisa Pakai WhatsApp Per November

Seperti yang sudah diketahui banyak orang, industri smartphone memang memiliki pergerakan yang luar biasa dinamis.…

1 bulan ago

Dijual Rp1,5 Jutaan, realme C11 2021 Punya RAM 4GB

Peta persaingan ponsel-ponsel asal Tiongkok di Indonesia memang sangat seru untuk diperhatikan. Segera setelah resesi…

1 bulan ago

RAM ‘12GB’, Vivo Y33s Ponsel Gaming Rp3 Jutaan

Salah satu brand ponsel terpopuler di Indonesia yakni Vivo, akhirnya kembali lagi di bulan Oktober…

1 bulan ago

RAM 8GB dan Sudah 5G, Asus Zenfone 8 Dijual Rp8 Juta

Tak mau terlalu jauh ketinggalan peta persaingan smartphone di Indonesia, Asus akhirnya memboyong produk baru…

1 bulan ago