Dibanderol Rp2 Jutaan, Oppo A53 Resmi Dijual Hari ini di Indonesia

Menjelang triwulan terakhir tahun 2020, pabrikan-pabrikan ponsel asal China sepertinya begitu semangat dalam meluncurkan produk terbaru mereka. Seiring dengan makin terkendalinya pandemi Covid-19 di Tiongkok, mereka pun cukup percaya diri merilis smartphone baru.

Hal itu pula yang dilakukan oleh Oppo, melalui Oppo A53. Meskipun wabah corona di Indonesia masih belum menunjukkan kapan akan usai, pabrikan ponsel asal Dongguan, Guangdong ini tampaknya tak khawatir dengan penjualan smartphone di Tanah Air.

Di kala banyak produsen ponsel mengenalkan smartphone entry-level, A53 hadir sebagai salah satu unggulan Oppo di kelas menengah ke bawah. Menawarkan fitur berkelas, A53 sendiri menurut Aryo Meidianto A selaku PR Manager Oppo Indonesia, sebagai jawaban atas komitmen mereka, seperti dilansir Droidlime.

Hadir dengan dua pilihan warna yakni power black dan fancy blue, A53 siap dijual perdana pada hari Kamis (27/8) esok. Dibanderol pada harga Rp2,499 juta, Oppo sudah melakukan penawaran pre-order untuk A53 di beberapa marketplace Tanah Air seperti Lazada, Shopee, Tokopedia, JD.ID, Akulaku dan Blibli. Khusus untuk pembeli yang memesan di masa pre-order pada platform Akulaku, akan memperoleh diskon DP sebesar Rp100 ribu.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan OPPO A92

Spesifikasi Oppo A53

Spesifikasi Oppo A53
© GadgetMatch
  • Sistem Operasi: Android 10.0
  • SIM: Dual SIM (Nano-SIM, aktif dua-duanya)
  • Layar: IPS LCD berukuran 6.5″ dengan resolusi 720 x 1600 piksel
  • Chipset: Qualcomm SM4250 Snapdragon 460 (11 nm)
  • CPU: Octa-core (4×1.8 GHz Kryo 240 & 4×1.6 GHz Kryo 240)
  • GPU: Adreno 610
  • Internal/RAM: 64GB/4GB, 128GB/6GB
  • Kamera Utama: 16MP (wide), 2MP (macro), 2MP (depth)
  • Kamera Selfie: 16MP (wide)
  • Jaringan: GSM/HSPA/LTE
  • Kapasitas Baterai: Baterai tanam 5000 mAh dengan fast charging 18W

Melihat spesifikasi yang digunakan, A53 memang layak menjadi smartphone dalam jajaran menengah ke bawah. Dengan komponen yang lebih unggul daripada entry-level, A53 jelas layak dipilih bagi konsumen yang membutuhkan perangkat cukup tangguh, tapi harga masih terjangkau. Tak seperti ponsel-ponsel flagship yang dibanderol di atas Rp4 juta, A53 tentu bisa jadi alternatif yang patut dipertimbangkan.

Bisa dibilang perilisan A53 ini termasuk salah satu langkah cukup berani bagi Oppo di pangsa pasar Indonesia. Mengingat salah satu kompetitor mereka yakni Xiaomi, baru saja merilis Redmi 9A sekitar pekan lalu. Tak seperti A53 yang merupakan smartphone kelas mid-level, Redmi 9A hadir sebagai ponsel entry-level Xiaomi. Dengan harga Rp1,2 jutaan, Redmi 9A sudah mencuri hati banyak pengguna smartphone Tanah Air karena harga yang sangat terjangkau tapi kualitas cukup memuaskan.

Apalagi dalam segi layar, Redmi 9A dan A53 memiliki dimensi yang cukup sama, sehingga tentunya Redmi 9A bakal cukup diunggulkan. Namun kalau melihat komponen yang digunakan Oppo, tentu saja A53 mempunyai performa lebih baik dan jelas tak dapat diremehkan atau disetarakan dengan ponsel-ponsel entry-level.

Layar Setara Ponsel Flagship

layar ponsel Oppo A52
© indiatvnews

Salah satu keistimewaan A53 yang membuatnya unggul dibandingkan ponsel-ponsel kelas menengah lain, rupanya pada kualitas layar. Berbeda dengan A52 yang sudah dirilis pada bulan April 2020 lalu, Oppo rupanya melakukan peningkatan layar pada A53. Sekadar informasi, A52 hadir dengan layar NEO Display resolusi FHD+.

Baca juga: Dihargai Rp4,1 Juta, Oppo A92 Ponsel Gaming Cocok untuk Lebaran

Sementara itu A53 yang meskipun sama-sama punya lebar layar 6.5″, sudah menggunakan NEO Display 90Hz. Menurut Aryo, penggunaan teknologi layar NEO Display 90Hz pada A53 begitu istimewa, karena biasanya digunakan pada ponsel-ponsel kelas flagship. Hal ini tentu sesuai dengan komitmen Oppo untuk membuat smartphone dari lini seri A ini memiliki fitur perangkat kelas atas.

Dukungan refresh rate 90Hz dan rasio aspek 20:9, membuat pengalaman menatap layar A53 jelas mengagumkan. Apalagi Oppo juga membenamkan sistem Android 10 berbasis ColorOS 7.2 pada A53, yang membuat ponsel satu ini memang layak dipertimbangkan. Tak hanya mendukung kecepatan refresh rate 90Hz, A53 juga mempunyai touch sampling rate 120Hz yang membuat pengalaman menggeser tampilan layar lebih responsif dan halus. Hal ini bisa diperoleh saat menggeser album foto hingga menjelajah halaman browser atau aplikasi lain, yang memberikan kesan tampilan visual menyenangkan.

Dengan layar yang cukup berkualitas, kondisi ini tentu sejalan dengan kebutuhan masyarakat di wabah corona yang banyak #DiRumahAja. Terlindungi dengan Corning Gorilla Glass 3, layar yang diusung A53 akan membuat pengguna akan terpuaskan untuk kebutuhan streaming video atau film, bermain game online hingga scrolling media sosial sepanjang hari.

Pilihan Kamera dan Tampilan Desain Tak Mengecewakan

dusbox Oppo A53

Sebagai ponsel kelas menengah, Oppo membenamkan tiga lensa kamera di bodi belakang A53. Ketiga lensa itu adalah lensa utama dengan resolusi 16MP lalu dua lensar pendukung untuk kebutuhan potret macro dan depth yang sama-sama berukuran 2MP. Demi menguatkan kesan ponsel middle-low, Oppo memasang ketiga lensa kamera dalam desain vertikal.

Anda bisa menemukan posisi ketiga kamera berjajar vertikal di bagian kanan atas, pada bodi belakang A53. Tepat di samping ketiga kamera itu, Oppo memasangkan LED flash sehingga membuat Anda bisa memotret dalam kondisi minim cahaya sekalipun. Dengan lensa kamera utama yang cukup mumpuni, A53 tentu dapat digunakan dalam memotret kegiatan sehari-hari.

Berpindah ke bagian depan, Oppo memasangkan kamera selfie dengan ukuran lensa 16MP di punch hole layar. Ukuran kamera selfie yang setara dengan lensa kamera utama di bagian belakang ini jelas sangat menguntungkan. Apalagi kalau Anda sehari-hari membutuhkan smartphone dalam kebutuhan belajar lewat internet, A53 akan jadi perangkat yang tepat dalam tatap muka online.

Tak hanya belajar online, A53 juga dapat merekam video selfie yang diunggah ke Instagram atau TikTok dengan kualitas cukup memuaskan. Dengan dua pilihan penyimpanan internal yakni 64GB dan 128GB, Anda tak perlu cemas kalau memori ponsel bakal cepat penuh lantaran digunakan untuk memotret foto atau merekam video.

Baca juga: Dijual Rp5,2 Juta, Inilah Spesifikasi Oppo Reno3: HP dengan Kamera Selfie 44MP!

Bahkan sekalipun memori internal sudah hampir penuh, A53 memberikan opsi memori eksternal. Dimana pengguna bisa menambah kapasitas penyimpanan dengan slot kartu microSD hingga 256GB. Dengan desain ponsel yang ergonomis dan nyaman saat dipegang satu tangan sekalipun, Oppo memang menggunakan tampilan ringan dan modern.

Keberadaan teknologi 3D-curved Iridescent Wave membuat bodi lengkung A53 terpadu dengan metal coating frame. Demi menyempurnakan tampilan, A53 juga dilapisi warna baru yang mempunyai degradasi warna cantik. Adanya sensor sidik jari di bagian belakang ponsel, membuat Anda tak perlu repot-repot saat membuka atau menutup kunci A53.

Pengguna Snapdragon 460 Pertama di Indonesia

Promo Oppo A53
© Gizmologi

Tak hanya layar NEO Display 90Hz yang membuat A53 bak ponsel flagship, Oppo juga memberikan keistimewaan pada produk unggulan mereka ini lewat pilihan chipset istimewa. Tak main-main, Oppo rupanya memasang Snapdragon 460 di bagian komponen utama dapur pacu. Keberadaan chipset ini menjadikan A53 sebagai ponsel pertama di Indonesia yang menggunakan Snapdragon 460.

Snapdragon 460 sendiri merupakan salah satu chipset yang baru saja dirilis Qualcomm pada Januari 2020 lalu. Bersama dengan Snapdragon 720G dan Snapdragon 662, Snapdragon 460 memang ditujukan pada ponsel-ponsel kelas menengah. Ketika pertama kali dirilis, pabrikan asal San Diego, Amerika Serikat ini mengklaim kalau Snapdragon 460 membuat pengguna bisa melakukan gaming, hiburan dan konektivitas lebih baik.

Sebagai penerus Snapdragon 450, kinerja Snapdragon 460 bahkan disebut dua kali lipat lebih cepat daripada sang senior. Dibangun dengan fabrikasi 11nm setra 8x Kryo 240 core clock 1.8GHz yang terpasang di Adreno 610, membuat performa Snapdragon 460 bisa 70% lebih baik daripada generasi sebelumnya.

Menurut Qualcomm, Snadragon 460 merupakan prosesor seri-400 pertama yang mempunyai FastConnect 6100. Tak hanya kinerja komponen yang spesial, kecepatan performa A53 juga diperkuat dengan teknologi optimasi RAM dan memori, lewat algoritma anti-lagging. Menurut Oppo, A53 bisa memperluas cache melalui efisiensi ruang penyimpanan internal. Tak heran kalau sistem operasi A53 terasa lebih lancar dan efektif, sekalipun Anda menjalankan aplikasi terus-menerus.

Fitur-Fitur Tangguh untuk Pengguna Dinamis

Tampilan Oppo A53
© Oppo

Tak hanya menawarkan layar yang begitu lega, kemampuan kamera utama dan selfie memuaskan hingga kinerja komponen tangguh, A53 juga memberikan kenyamanan pengguna. Terutama untuk Anda yang suka menonton atau gaming, Oppo menghadirkan perlindungan mata sekalipun pengaturan layar A53 ada pada keadaan cahaya latar sangat kuat.

Kemampuan ini disebabkan oleh fitur AI Brightness Technology yang memungkinkan A53 menyesuaikan cahaya latar secara otomatis, setelah menyesuaikan dengan kecenderungan kecerahan pengguna. Keberadaan super dual speaker serta teknologi suara digital Dirac 2.0, semakin menyempurnakan kebutuhan entertainment pengguna baik gaming, mendengarkan musik atau menonton video.

Baca juga: Review Kekurangan dan Kelebihan Oppo A9 2020

Terakhir untuk kemampuan baterai, selain memang sudah dibekali pengisian daya cepat 18W dan reverse charging, A53 juga memiliki fitur Super Power Saving Mode. Lewat fitur ini, Anda tak perlu cemas saat baterai mendadak habis karena A53 bisa menambah daya baterai dalam kondisi darurat (tersisa 5% saja). Tak cuma itu saja, fitur Sleep Standby Optimization membuat konsumsi baterai A53 tersisa 2% saja selama pengguna terlelap.

Bagaimana? Sungguh lengkap sekali bukan untuk ponsel seharga Rp2,4 jutaan? Jadi tunggu apalagi? Segera beli Oppo A53 yang resmi dijual mulai Kamis, 27 Agustus 2020 hari ini!