Arus

Mengenal Perbedaan Windows 10 Pro dan Windows 10 Home

Kemajuan teknologi di seluruh dunia yang sangat pesat dalam waktu satu dekade terakhir, memang membuat hampir seluruh lapisan masyarakat makin paham komputer. Tak heran kalau akhirnya pada tahun 2015 silam, diprediksi jika jumlah komputer di dunia menembus angka dua miliar unit! Jumlah yang luar biasa besar dan membuktikan jika manusia saat ini memang begitu tergantung dengan komputer.

Bicara soal komputer, tentu tak bisa lepas dari yang namanya Windows. Sistem Operasi perangkat lunak (software) besutan perusahaan raksasa Microsoft itu bahkan dianggap sebagai Sistem Operasi program komputer terbaik. Popularitas Windows di seluruh dunia disebut sudah melewati berbagai Sistem Operasi lainnya seperti MS-DOS, Unix, Linux, Amiga bahkan Mac OS.

Perjalanan Windows menjadi Sistem Operasi komputer terpopuler di dunia memang bukanlah kisah sukses satu malam. Semua bermula di tahun 1980-an ketika Microsoft menjalin kerjasama dengan IBM dan menghadirkan MS-DOS. Barulah sekitar empat tahun kemudian, perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates itu mulai mengenalkan Microsoft Windows.

Baca juga: Review Spesifikasi ZenBook 14 UX434, Keunggulan dan Kelebihan

Terus melakukan pengembangan, cikal bakal Sistem Operasi 32-bit yakni Windows NT dirilis oleh Microsoft pada tahun 1987. Sebagai leluhur dari Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003 dan Windows Vista, Windows NT merupakan jalan Microsoft untuk melakukan revolusi di industri teknologi komputer dunia. Microsoft pun mengenalkan Windows-Windows versi terbaru hingga akhirnya merilis Windows 10 pada 29 Juli 2015.

Kelebihan dan Kekurangan Windows 10

Dengan fakta bahwa sekitar 1,5 miliar komputer di dunia menggunakan Sistem Operasi Windows, Microsoft pun cukup percaya diri jika Windows 10 bisa memenuhi permintaan dan kebutuhan masyarakat dunia. Tak main-main, Microsoft berniat untuk menjadikan Windows 10 sebagai platform desktop nomor satu di Bumi. Hanya saja meskipun Microsoft menghadirkan fitur-fitur baru, masih banyak yang meragukan kemampuan Windows 10.

Termasuk yang demikian? Maka ada baiknya Anda memahami beberapa kelebihan dan kekurangan Sistem Operasi unggulan dari Microsoft berikut ini. Dengan begitu, Anda akan bisa mempertimbangkan untuk memilih jenis Windows 10 yang paling sesuai kebutuhan.

Kelebihan Windows 10

Kehadiran Windows 10 memang menjadi penerus tongkat estafet dari Windows 8.1 yang dirilis pada tahun 2013. Pengguna bisa melakukan update menggunakan Windows Update, Bursa Windows dan Windows Server Update Services untuk bisa merasakan Sistem Operasi yang akan memperoleh dukungan utama hingga 13 Oktober 2020 ini. Supaya semakin yakin memilih Windows 10, berikut beberapa kelebihan yang bisa dipertimbangkan:

1. Fitur yang Modern

Setiap kali merilis Sistem Operasi terbaru, Microsoft memang melakukan berbagai perubahan dan menawarkan fitur-fitur yang lebih baik. Hal itu juga terjadi pada Windows 10 yang menghadirkan fitur-fitur kekinian. Salah satunya ialah OneDrive yang merupakan program sinkronisasi data dengan cloud. Lantaran adanya konsep always sync, pengguna akan mudah melakukan sinkronisasi perangkat.

Fitur lain yang tak kalah oke adalah keyboard SwiftKey untuk pengguna PC touchscreen. Memahami bahwa saat ini setiap orang tak bisa lepas dari ponsel mereka, Microsoft pun mengenalkan aplikasi yang membuat Windows 10 dan perangkat Android bisa saling terhubung.

2. Cocok untuk Main Game

Menyadari bahwa ada banyak sekali gamer yang memilih perangkat komputer sebagai sarana bermain, Windows 10 pun dirancang untuk para penggemar game lewat DirectX 12 yang sangat powerful dan teroptimasi dengan gawai-gawai masa kini. Masih kurang? Windows 10 juga memiliki setelan Game Mode yang membuat pengalaman gaming jauh lebih memuaskan.

3. Sistem Keamanan Lebih Canggih

Nah, keunggulan terakhir yang menjadikan Windows 10 sempurna dibandingkan Sistem Operasi sebelumnya adalah dengan adanya peningkatan sistem keamanan. Lewat fitur Windows Hello, pengamanan privasi pengguna bisa dilakukan lewat fingerprint atau retina scanner.

Bahkan para pengguna ponsel Samsung akan merasa lebih aman karena akses untuk membuka Windows bisa dilakukan dengan fingerprint di smartphone mereka. Terakhir untuk permasalahan klasik yakni virus atau malware, Microsoft menyuguhkan Windows Defender yang jauh lebih aman karena mampu mematikan virus dan malware.

Kekurangan Windows 10

Kendati memang tampak sangat cocok dengan gaya hidup masyarakat modern yang serba komputer, Windows 10 tetap mempunyai segelintir kekurangan. Dengan memahami berbagai kekurangan yang ada, Anda tentu akan bisa menggunakan Windows 10 lebih bijaksana. Inilah beberapa kekurangannya:

Baca juga: 5 HP Dengan RAM 10 GB Terbaru Beserta Spesifikasinya 2020

1. Jumlah Aplikasi Belum Maksimal

Mayoritas aplikasi yang tersedia di Windows Store adalah UWP. Di mana melalui aplikasi UWP, pengguna bisa melihat aplikasi apa saja yang berjalan serta program-program yang bisa dijalankan di semua tampilan layar. Hanya saja cukup disayangkan karena jumlah aplikasi yang tersedia masih terbatas.

2. Cukup Sulit Digunakan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, masyarakat saat ini memang tampak begitu tergantung dengan komputer. Tak heran kalau akhirnya pengguna komputer datang dari berbagai latar belakang dan usia entah anak-anak atau dewasa. Hanya saja tampaknya Microsoft kurang jeli mengamati demografi pengguna komputer, karena Windows 10 dianggap cukup sulit digunakan oleh kelompok usia tertentu, terutama yang baru pertama memakai PC.

3. Jadwal Update Belum Usai

Kekurangan Windows 10 berikutnya adalah jadwal update yang tak tentu dan belum usai. Tentu hal ini bakal menyulitkan pengguna Windows 10 yang tidak selalu terhubung ke internet, lantaran tidak bisa melakukan update. Kondisi ini jelas berbeda ketika Microsoft merilis Sistem Operasi mereka sebelumnya yang tercatat pada pengadaan update dalam kurun waktu tertentu.

Jenis-Jenis dan Fungsi Windows 10

Lepas dari seluruh kelebihan dan kekurangan yang ada, Windows 10 semakin membuktikan kalau Microsoft adalah salah satu perusahaan paling bernilai di dunia. Bahkan di akhir tahun 2018, Microsoft berhasil mengalahkan Apple dan Amazon yang selalu ada di posisi teratas sejak tahun 2012 silam. Di awal tahun 2019, The Verge melansir jika Windows 10 berhasil jadi Sistem Operasi PC paling populer, mengalahkan Windows 7.

Saat pertama kali dikenalkan ke publik, Windows 10 memang diharapkan untuk mengatasi kekurangan antarmuka dari Windows 8. Sejalan dengan perkembangan teknologi, Windows 10 pun cukup kompatibel dengan berbagai jenis perangkat komputer termasuk PC rumahan hingga laptop. Hal inilah yang akhirnya membuat Microsoft menghadirkan Windows 10 dalam berbagai jenis dan fungsinya yang berbeda-beda. Berikut ulasannya:

Windows 10 Untuk Konsumen Umum

Jenis Windows 10 yang ditujukan untuk konsumen umum memiliki dua jenis berbeda yakni Windows 10 Pro dan Windows 10 Home. Seperti namanya, Windows 10 Home memang lebih cocok untuk kebutuhan rumahan karena Windows 10 Pro ditujukan kepada kalangan profesional. Beberapa fitur profesional yang ada dalam Windows 10 Pro seperti Group Policy, Mobile Device Management, Enterprise State Roaming with Azure Directory, Windows Store for Business, Assigned Access dan lainnya.

Baca juga: 10 Aplikasi Download Lagu Gratis Terbaik di Android 2020

Sementara itu Windows 10 Home jauh lebih cocok untuk kebutuhan rumahan dan laptop-laptop mahasiswa. Kendati untuk kebutuhan rumahan, keamanan Windows 10 Home bahkan cukup memuaskan melalui fitur Cortana (virtual assistant milik Microsoft). Ada kemungkinan pengguna mempunyai fitur Windows Hello yang menerapkan sistem privasi Face Recognition dan sistem pengenalan biometrik lainnya.

Windows 10 Untuk Kebutuhan Organisasi

Untuk kebutuhan organisasi yakni konsumen yang lebih besar, Microsoft menawarkan dua jenis Windows 10 yakni Windows 10 Enterprise dan Windows 10 Education. Bagi pemilik perusahaan besar, Windows 10 Enterprise lebih cocok karena adanya fitur AppLocker yakni pembatasan beberapa aplikasi. Lalu ada juga fitur Direct Access yang membuat pengguna bisa saling terhubung dengan jaringan internal lewat VPN.

Hanya saja untuk bisa memperoleh Windows 10 Enterprise, konsumen harus membeli lisensi Windows dalam jumlah banyak melalui Volume Licensing. Kemudian jenis berikutnya adalah Windows 10 Education yang cocok untuk kebutuhan sekolah dan pendidikan.

Windows 10 Untuk Perangkat Khusus

Sukses sebagai Sistem Operasi komputer bahkan mengalahkan pencapaian Windows 8, Windows 10 juga memberi keistimewaan pada pemilik perangkat smartphone. Lewat Windows 10 Mobile, Microsoft mengikuti jejak Google dengan Android dan Apple dengan iOS. Nokia Lumia adalah salah satu ponsel yang memakai Sistem Operasi Windows 10 Mobile. Kemudian khusus untuk perangkat server yang membutuhkan kegiatan komputasi intensif, Microsoft mengenalkan Windows 10 Pro Workstation.

Bahkan beberapa perusahaan pengembang game raksasa dan perusahaan-perusahaan film besar di Hollywood, kabarnya menggunakan Windows 10 Pro Workstation. Kemudian untuk jenis terakhir, Microsoft menyuguhkan Windows 10 Team yang ditujukan khusus kepada komputer dengan layar besar mulai 55″-84″.

4 Perbedaan Windows 10 Pro dan 10 Home

Sejak pertama kali dirilis, usia Windows 10 ini memang sudah hampir lima tahun. Microsoft sendiri berharap kalau Windows 10 bisa menjadi Sistem Operasi terakhir bagi perusahaan dalam jangka waktu lama. Dengan update secara berkala dan penambahan fitur-fitur canggih, Windows 10 memang memudahkan pengguna dan menjadi Sistem Operasi serba guna.

Hanya saja jika dibandingkan Sistem Operasi era-era sebelumnya, pilihan varian Windows 10 memang cenderung lebih sedikit. Bahkan yang bisa dibeli di toko ritel hanyalah Windows 10 Home dan Windows 10 Pro. Kendati sama-sama ditujukan kepada konsumen umum, Windows 10 Home dan Windows 10 Pro mempunyai beberapa perbedaan dari fitur-fitur yang ditawarkan. Seperti apa? Berikut beberapa di antaranya untuk jadi pertimbangan:

1. Fitur-Fitur yang Tersedia

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Windows 10 Home sebetulnya sudah sangat tepat untuk kebutuhan pribadi dan komputer-komputer rumahan. Beberapa fitur seperti Asisten Suara Cortana, Outlook, OneNote, Windows Hello dan Microsoft Edge sanggup melengkapi kebutuhan PC harian. Namun Windows 10 Home memiliki keistimewaan dengan adanya fitur Mobile Device Management. Inovasi ini memungkinkan pengguna mengelola aplikasi dan keamanan komputer lewat ponsel.

Dalam versi Windows 10 Home, maksimal kapasitas RAM yang diberikan ialah 128GB. Sementara itu jika Anda menggunakan Windows 10 Pro, sebetulnya tidak terlalu banyak perbedaan fitur. Hanya saja Windows 10 Pro mempunyai fitur bisnis tambahan yang lebih lengkap dalam hal sistem keamanan dan kompatibilitas. Tak main-main, kapasistas RAM Windows 10 Pro bisa mencakup sampai 2TB.

Hal inilah yang akhirnya membuat Windows 10 Pro lebih disarankan kepada pengguna komputer pribadi untuk kebutuhan bisnis, kantoran hingga pendidikan. Sementara Windows 10 Home adalah edisi Sistem Operasi Windows yang paling minim fitur, tetapi memuat seluruh fitur terbaru Windows 10.

Baca juga: Sambut Era Baru, Inilah Rekomendasi 10 HP Berteknologi 5G di 2020

2. Fitur Bisnis

Perbedaan berikutnya yang paling menonjol adalah kelengkapan fitur-fitur bisnis pada Windows 10 Pro yang tidak dimiliki Windows 10 Home. Bukan tanpa alasan karena memang Windows 10 Pro adalah Sistem Operasi Windows 10 yang ditujukan pada pengguna pribadi untuk kepentingan pekerjaan atau bisnis. Berikut ini beberapa fitur bisnis yang terdapat pada Windows 10 Pro:

  • Device Guard dan Secure Boot: Ini adalah aplikasi eksklusif yang dibenamkan Microsoft hanya kepada Windows 10 Pro dan berfungsi untuk memastikan perangkat pengguna terbebas dari malware dan software berbahaya lainnya
  • BitLocker: Semacam enkripsi tool yang memungkinkan perangkat melakukan enkripsi (penguncian) data pada PC sehingga tidak bisa diakses oleh orang lain
  • Group Policy Editor: Fitur yang memungkinkan pengguna menetapkan aturan sekaligus menyetel akses tertentu untuk pengguna lain yang berbeda jaringan
  • Remote Desktop: Memungkinkan pengguna mengendalikan komputer dari jarak jauh. Sehingga Anda bisa mengakses PC dari mana saja
  • Fall Creators Update: Fitur yang menguntungkan pengguna dengan kebutuhan workloads tinggi. Perusahaan-perusahaan yang biasanya menyimpan data-data penting tentu akan diuntungkan dengan fitur ini karena memang didukung dengan memory kuat sehingga pembagian file bisa dilakukan sangat cepat

3. Pengaturan Update Windows

Dalam hal pembaruan, Microsoft membedakan antara Windows 10 Home dan Windows 10 Pro. Di mana untuk Windows 10 Home, pembaruan sistem dilakukan secara otomatis dan pengguna tak akan bisa mematikan perintah update itu. Hal ini membuat Anda yang menggunakan Windows 10 Home haruslah selalu tersambung dengan koneksi internet, karena jadwal pembaruan Windows 10 Home tidak menentu dan bisa terjadi sewaktu-waktu.

Sementara untuk Windows 10 Pro, pembaruan sistem dilakukan setiap delapan bulan sekali. Sehingga Anda pengguna Windows 10 Pro bisa mengatur jadwal dengan menyiapkan jaringan internet yang memadai saat hendak update sistem. Tak cuma update manual, pembaruan pada Windows 10 Pro juga bisa dilakukan secara otomatis dengan waktu yang bisa ditentukan pengguna.

Bahkan khusus untuk Windows 10 Pro yang memperoleh pembaruan dari Windows Update for Business, bakal memperoleh fitur keleluasaan waktu update. Di mana pengguna bisa melakukan penundaan update hingga 35 hari ke depan. Lantas apakah Windows 10 Home bisa menunda update? Bisa kok, tapi instalasi penundaan hanya beberapa jam saja.

4. Sistem Keamanan

Perbedaan terakhir yang diberikan Microsoft kepada Windows 10 Home dan Windows 10 Pro adalah pada sistem keamanannya. Seperti yang diketahui, Windows 10 Pro lebih ditujukan pada kebutuhan bisnis yang artinya menyimpan data-data pekerjaan penting, sehingga sistem keamanannya jelas lebih ketat daripada Windows 10 Home. Microsoft tampaknya memahami betul kalau tindak kejahatan siber memang begitu meresahkan pelaku bisnis saat ini.

Hal inilah yang membuat sistem keamanan Windows 10 Pro tidak cuma dilengkapi dengan Windows Defender. Microsoft menambahkan Enterprise Data Protection, sebuah modul yang memastikan data-data penting pengguna tidak bisa diakses pihak lain. Lewat fitur ini, data dikunci sehingga sama sekali tak bisa diretas dan terbaca. Bukan hanya Enterprise Data Protection, Windows 10 Pro juga menawarkan fitur keamanan BitLocker dan Azure Active Directory.

Kami juga sudah mengulas lengkap cara instal windows 10 dan cara aktivasi windows 10

Lewat Azure Active Directory, Windows 10 Pro memberikan layanan manajemen sehingga pengguna bisa mengatur kebijakan akses baik untuk aplikasi dan perangkat. Sementara itu dalam Windows 10 Home, sistem keamanannya juga sudah maksimal lewat Windows Hello, Windows Defender dan Smartscreen yang membuat komputer pribadi Anda terlindung dari serangan virus, malware dan phising.

Baca juga: Rekomendasi 10 Kamera Vlog Terbaik di Tahun 2020

Kesimpulan

Dari ulasan di atas, terbukti kalau Windows 10 memang menjadi Sistem Operasi terbaik yang dirilis Microsoft saat ini. Hal inilah yang menjadikan Windows 10 bisa mengalahkan Sistem Operasi lain dan kembali menjadi penguasa industri IT dunia. Lewat berbagai pilihan versi, Windows 10 diharapkan mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat di berbagai pelosok Bumi.

Bagi Anda pengguna komputer pribadi rumahan, Windows 10 Home yang jauh lebih terjangkau adalah pilihan tepat karena memiliki berbagai fitur kebutuhan harian. Sementara itu bagi Anda pengguna pribadi yang membutuhkan komputer untuk pekerjaan, Windows 10 Pro layak untuk dijadikan pertimbangan. Termasuk dengan Anda pemilik bisnis yang baru berkembang, memilih Windows 10 Pro bisa membuat bisnis berjalan lebih aman dan kinerja profesional.

Share
Arai Amelya

Pecinta seni dan film yang saat ini harus menikahi jurnalistik serta penulisan

Recent Posts

Perbedaan realme Narzo 50A dan Narzo 50i

Jelang akhir tahun 2021 sepertinya dianggap sebagai momen yang tepat bagi realme untuk memboyong ponsel-ponsel…

1 minggu ago

Kamera Selfie 32 MP, Samsung Galaxy M52 5G Dihargai Rp5,3 Jutaan

Kendati pasar smartphone di Indonesia seolah digempur oleh ponsel-ponsel pabrikan Tiongkok, tampaknya itu bukanlah masalah…

4 minggu ago

Siap-Siap, Sederet Ponsel ini Tidak Bisa Pakai WhatsApp Per November

Seperti yang sudah diketahui banyak orang, industri smartphone memang memiliki pergerakan yang luar biasa dinamis.…

1 bulan ago

Dijual Rp1,5 Jutaan, realme C11 2021 Punya RAM 4GB

Peta persaingan ponsel-ponsel asal Tiongkok di Indonesia memang sangat seru untuk diperhatikan. Segera setelah resesi…

1 bulan ago

RAM ‘12GB’, Vivo Y33s Ponsel Gaming Rp3 Jutaan

Salah satu brand ponsel terpopuler di Indonesia yakni Vivo, akhirnya kembali lagi di bulan Oktober…

1 bulan ago

RAM 8GB dan Sudah 5G, Asus Zenfone 8 Dijual Rp8 Juta

Tak mau terlalu jauh ketinggalan peta persaingan smartphone di Indonesia, Asus akhirnya memboyong produk baru…

1 bulan ago