Rekomendasi 10 Kamera Vlog Terbaik di Tahun 2021

Ada yang bilang bahwa pekerjaan terbaik dihasilkan dari sebuah hobi. Mungkin ada benarnya seperti jika Anda hobi fotografi, bisa menjalani profesi sebagai fotografer. Begitu pula kalau doyan jalan-jalan, menjadi seorang traveller layak untuk dipertimbangkan.

Apalagi di zaman sekarang yang serba teknologi, profesi semakin inovatif dan tidak harus terikat pada instansi kantoran. Salah satu yang kini tengah begitu digandrungi anak muda adalah menjadi seorang content creator melalui media vlog alias video blogger.

Seperti namanya, vlog merupakan video yang bercerita. Selayaknya Anda menulis pengalaman, opini atau sebuah peristiwa di blog, begitu pula yang bisa ditampilkan melalui vlog tetapi berbentuk video. Vlog biasanya diunggah lewat media sosial seperti Youtube. Ketika jumlah viewers vlog semakin meningkat, artinya Anda bisa mulai me-monitaze channel Youtube dan memperoleh penghasilan dengan rutin menghasilan vlog.

Nama-nama seperti Atta Halilintar, Ria Ricis, Raffi Ahmad-Nagita Slavina, Arief Muhammad adalah segelintir content creator yang mengunggah vlog keseharian mereka di Youtube. Dengan jumlah subscriber yang menembus jutaan orang, tak heran kalau mereka mampu meraup penghasilan puluhan hingga ratusan juta Rupiah per bulan lewat membuat vlog.

Kualitas Kamera, Kunci Konten Vlog yang Menarik

Sebetulnya apa sih rahasia para vlogger itu mampu meraup penghasilan fantastis di Youtube? Jawabannya adalah karena vlog mereka memperlihatkan konten yang menarik. Ada banyak sekali vlog diunggah dalam sehari di Youtube, tapi cuma konten yang berbeda bakal dilihat oleh banyak orang.

Namun selain isi konten yang berkualitas, kualitas vlog juga pasti dipengaruhi oleh kamera yang merekamnya. Yap, sebagai sebuah tontonan audio visual, kamera yang berkualitas jelas akan menghasilkan video menarik. Untuk itulah, kamera memiliki peranan penting dalam sebuah vlog. Anda boleh mempunyai sejuta ide, tapi jika kamera yang digunakan punya kualitas gambar tak menarik dan low quality, jelas bakal membuat orang enggan menontonnya.

Nah, bagi Anda yang kini mulai tertarik untuk menjalani profesi sebagai seorang vlogger, ada baiknya untuk mempertimbangkan kamera-kamera yang berkualitas. Di awal tahun 2020 yang baru menjalani satu bulan ini, berikut akan kami bahas 10 kamera rekomendasi terbaik untuk membuat vlog!

10 Kamera Rekomendasi Terbaik untuk nge-Vlog di Tahun 2020

1. Sony Cyber-shot RX100 V (Rp11-15 juta)

Sony Cyber-shot RX100 V
  • 20MP – 1 BSI-CMOS Sensor
  • ISO 125 – 12800
  • 24-70 mm F1.8-2.8 Zoom Lens
  • Optical Image Stabilization
  • 3″ Tilting Screen
  • 2359k dot Electronic viewfinder
  • 24.0 fps continuous shooting
  • 4K – 3840 x 2160 video resolution
  • 960 High-Speed Video
  • Built-in Wifi dan NFC

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kunci video yang berkualitas adalah menggunakan kamera yang premium. Pilihan terbaik untuk para vlogger masa kini di tahun 2020 ini adalah Sony Cyber-shot DSC-RX100 V. Apa yang membuat kamera ini layak diperhitungkan? Selain desainnya yang ringkas, DSC-RX100 V diklaim Sony sebagai pemilik Autofocus (AF) tercepat di dunia. Bukan hanya itu saja, DSC-RX100 V juga memiliki 315 titik AF yang merupakan cakupan deteksi paling komprehensif.

Tak cuma performa AF yang superior, DSC-RX100 V juga mampu menghasilkan gambar mendetail sagat mudah pada tingkat kepekaan hingga ISO 12800. Sony sendiri memadukan kecepatan sensor dan kekuatan BIONZ X processor dengan newly developed front-end LSI yang membuat kinerja DSC-RX100 V sangat cepat. Untuk urusan perekaman video, DSC-RX100 V diberkahi kemampuan Frame Rate recording times yang lebih tinggi dengan hasil UHD 4K yang selalu tajam dan jernih. Yang istimewa, DSC-RX100 V juga bisa diajak merekam gerakan super lambat seperti dalam atraksi-atraksi tertentu pada vlog. Sempurna!

2. Canon EOS 70D (Rp8-11 juta)

Canon EOS 70D
  • 20.2MP APS-C CMOS Sensor
  • DIGIC 5+ Image Processor
  • 3.0″ 1.04m-Dot Vari-Angle Touchscreen
  • Full HD 1080p/30 Video & Movie Servo AF
  • Dual Pixel CMOS AF with Live View
  • 19-Point All Cross-Type Phase-Detect AF
  • Native ISO 12800, Extended to ISO 25600
  • 7 fps Shooting at Full Resolution
  • 63-Zone Dual Layer Metering Sensor

Apa yang membuat kamera jenis DSLR dari Canon yakni EOS 70D ini sangat banyak peminatnya? Lantaran keberadaan CMOS AF System yang mampu menghasilkan fokus lebih tajam sehingga kualitas foto dan video begitu jernih. Bahkan khusus untuk perekaman video, EOS 70D bisa merekam full HD dengan waktu yang lebih cepat saat Anda menggunakan mode live view. Ukuran LCD 3″ menjadikan pengguna bisa melihat materi vlog langsung tanpa perlu membuka laptop.

Keberadaan fitur WiFi membuat Anda bisa melakukan pengaturan foto atau video jarak jauh menggunakan gawai. Mempunyai rentang ISO cukup lebar, Canon menyematkan kapasitas baterai cukup besar sehingga sangat cocok digunakan para vlogger yang gemar merekam kegiatannya sepanjang hari. Masih kurang? EOS 70D dilengkapi microphone eksternal sehingga Anda mampu menghasilkan video dengan kualitas suara jempolan.

3. Panasonic Lumix DMC-LX10 (Rp7-10 juta)

Panasonic Lumix DMC-LX10
  • 20.1 MegaPixel
  • 1″ High Sensitivity MOS Sensor
  • UHD 4K Video at 30/24 fps in MP4
  • Leica DC Vario-Summilux f/1.4-2.8 Lens
  • 5-Axis HYBRID O.I.S.+
  • 49-Area AF System
  • Built-In Wi-Fi Connectivity
  • 3.0″ 180° Tilting Touchscreen LCD
  • SD/SDHC/SDXC Card Slot

Sebagai kamera compact jenis sensor 1″, Lumix DMC-LX10 memiliki kemampuan dan fitur yang melampaui kamera compact pada umumnya. Bukan hanya oke untuk kamera sehari-hari dalam hal memotret, LX10 juga sangat memuaskan dalam membuat konten vlog. Salah satu keunggulan dari kamera pabrikan Panasonic ini adalah mempunyai bukaan f/1.4 sehingga kualitas foto/video lebih baik dalam kondisi gelap. Bukan itu saja, bukaan besar juga membuat Anda bisa membuat latar belakang blurry sehingga hasil perekaman lebih berdimensi.

Yang membedakan LX10 dari kamera compact lainnya adalah adanya focal length 24mm sehingga mampu fokus ke subyek dengan ukuran kurang dari 3cm, alih-alih 5cm seperti kamera lain. Begitu pula dengan keberadaan layar sentuh yang biasanya tidak dibenamkan dalam fitur kamera compact, LX10 memilikinya. Berkaitan dengan hasil video yang full HD, LX10 diberkahi optical stabilization pada lensa yang sangat membantu dalam kondisi gelap atau foto shutter rendah di 1/8 detik, hasilnya tetap tajam.

4. Olympus Pen E-PL8 (Rp6-9 juta)

Olympus Pen E-PL8
  • 16.1 MegaPixel
  • 4/3-inch Live MOS sensor
  • M.Zuiko Digital ED 14-42mm f/3.5-5.6 EZ: 14-42mm
  • M.Zuiko Digital ED 14-42mm f/3.5-5.6 EZ:
  • F3.5 (focal length 14mm) to F5.6 (focal length 42mm)
  • ISO 100~1600(Extendable 25600)
  • Resolusi video 1920×1080 (Full HD) , 1280×720 , 640×480
  • Frame rate video 29.97 fps

Merupakan salah satu jenis kamera mirrorless entry-level dari Olympus, E-PL8 memang ditujukan kepada pemula termasuk vlogger-vlogger baru. Dari segi spesifikasi, E-PL8 memang memiliki perbedaan yang tidak terlalu mencolok jika dibandingkan dengan E-PL7 termasuk dalam fitur WiFi, perekaman Full HD dan layar touchscreen yang bisa dimiringkan. Saat dikenalkan ke pasar, Olympus memang menargetkan E-PL8 untuk kalangan vlogger lantaran banyak sekali fitur unggulan.

Bahkan dengan bobot sekitar 374 gram, E-PL8 tetap terasa ringan meskipun digunakan untuk merekam dalam waktu lama. Salah satu fitur yang membantu vlogger adalah penstabil video yang membuat hasil rekaman begitu mulus dan nyaman dilihat sekalipun Anda sedang bergerak. Ada lebih dari 20 mode scene dan 14 jenis Art Filters yang sangat seru. Untuk perekaman kualitas normal, E-PL8 bisa menghasilkan video selama 29 menit karena memang baterai yang dibenamkan adalah paket lithium-ion milik BLS-50. Kendati tak mempunyai built-in flash, E-PL8 tetaplah salah satu mirrorless terbaik di bawah Rp10 juta.

5. Fujifilm X-A3 (Rp5-8 juta)

Fujifilm X-A3
  • 24.2MP APS-C CMOS Sensor
  • 3″ 920k-Dot 180° Tilting Touchscreen
  • Full HD Video up to 60 fps
  • Built-In Wi-Fi Connectivity
  • 77-Point Autofocus System
  • Electronic Shutter up to 1/32000 second
  • Extended ISO 25600 & 6 fps Shooting
  • Film Simulation dan Advanced Filter

Seperti yang terlihat dari nama produknya, X-A3 memang merupakan generasi penerus X-A2 yang semakin melambungkan nama Fujifilm sebagai produsen kamera mirrorless. Dibandingkan dengan pendahulunya, X-A3 mempunyai sedikit perubahan terutama pada desain grip lebih besar dan layar putar yang sudah touchscreen. Kendati memang lebih dikenal sebagai kamera selfie, X-A3 rupanya mempunyai banyak peningkatan dalam mode video yang membuatnya sangat cocok untuk nge-vlog.

Salah satunya adalah perekaman video Full HD pada pengaturan 60p, 50p dan 24p dengan durasi maksimal 14 menit per video. Bukan itu saja, X-A3 juga mempunyai fungsi E.I.S (Electronic Image Stabilization) yang bisa mengurangi guncangan jika Anda merekam video tanpa memiliki tripod, sangat menyenangkan, bukan? Masih kurang? Anda yang gemar memotret atau merekam obyek-obyek kecil dan dekat (macro photography) tentu sangat dipuaskan karena X-A3 dilengkapi fungsi Auto Macro sehingga bisa fokus secara cepat dan tajam hingga sedekat 7 cm dari permukaan lensa.

6. Canon PowerShot G7X Mark II (Rp7 jutaan)

Canon PowerShot G7X Mark II
  • 20.1MP 1″ CMOS Sensor
  • LCD Touchscreen 3.0″ yang dapat dilipat
  • Built-In Wi-Fi with NFC
  • Full HD 1080p Video Recording at 60 fps
  • 4.2x Optical Zoom f/1.8-2.8 Lens
  • Focal Length 24-100mm (35mm Equivalent)
  • DIGIC 7 Image Processor
  • Expanded ISO 25600, Up to 8 fps Shooting

Setidaknya ada tiga vlogger populer yang pernah kedapatan menggunakan Canon Powershot G7X Mark II yakni Raditya Dika, Karin Novilda (Awkarin) dan Joshua Suherman. Bukan tanpa alasan, karena G7X Mark II memang dibuat Canon dengan memadukan hasil pencitraan berkualitas serta kinerja halus. Bahkan untuk perekaman di kondisi cahaya rendah seperti saat malam hari, Anda tak perlu kuatir. Karena G7X Mark II dilengkapi prosesor DIGIC 7 dan ISO 25600 yang membuatnya tetap merekam video dalam distorsi minim.

G7X Mark II diketahui mampu merekam stabil hingga 8 fps dengan layar yang bisa dilipat 180 derajat ke atas atau 45 derajat ke bawah, membuatnya kamera Canon ini makin istimewa. Supaya pengalaman nge-vlog makin istimewa, G7X Mark II mempunyai pilihan fitur Auto, Hybrid Auto, Manual, Aperture Priority dan Shutter Priority.

7. Nikon D3500 (Rp 6 jutaan)

Nikon D3500
  • Sensor 24.2MP DX-Format CMOS
  • Prosesor Gambar EXPEED 4
  • Native ISO 100-25600; 5 fps Shooting
  • LCD Monitor 3.0″ 921k-Dot
  • Video Full HD 1080p @60 fps
  • Konektivitas SnapBridge Bluetooth
  • Lensa AF-P DX 18-55mm f/3.5-5.6G VR

Sejak pertama kali dirilis, Nikon D3500 memang sudah diprediksi bakal menjadi kamera favorit para vlogger. Kenapa begitu? Karena D3500 sangat ringkas, mudah digunakan dan begitu serbaguna. Tampilannya yang fleksibel didukung dengan pencitraan berkualitas menjadikan D3500 favorit. Nikon membenamkan rentang sensitivitas asli dari ISO 100-25600 yang membuatnya bisa merekam dalam kondisi cahaya apapun. Bahkan video tampak lebih tajam karena desain sensor menghilangkan filter low-pass optik.

Ada 10 efek spesial dalam D3500 yang membuat hasil video Anda semakin cantik dan menarik ditonton. Keberadaan lensa AF-P DX NIKKOR 18-55mm f/3.5-5.6G VR membuat D3500 bisa menampilkan integrated pulse stepping motor sehingga autofocus-nya makin halus dan senyap. Untuk desain optik, Nikon memadukan elemen asferis dan Super Integrated Coating yang membuat flare lensa dan ghosting bisa minimal. Tak perlu khawatir untuk perekaman bergerak, karena lensa D3500 dilengkapi stabilisasi gambar Vibration Reduction yang membuat kamera ini sangat minim shaking.

8. Sony Alpha A5100 (Rp5-6 juta)

  • 24.3MP APS-C Exmor HD CMOS Sensor
  • 3.0″ 921.6k-Dot Tilting Touchscreen LCD
  • Full HD 1080p Video in XAVC S at 50Mbps
  • Fast Hybrid AF & 179 Phase-Detect Points
  • Up to 6 fps Shooting and ISO 25600
  • Built-In Wi-Fi Connectivity with NFC
  • Manual Focus Peaking and Zebra Function

Dengan ukuran yang lebih kecil daripada Sony A6000, Sony Alpha A5100 jelas sangat cocok untuk keperluan vlogging. Apalagi Sony memiliki kinerja cukup baik karena mempunyai tiga hal yang mirip dengan A6000 seperti sensor gambar APS-C 24MP, prosesor BionZ-X dan autofocus hybrid yang memungkinkan Anda bisa merekam obyek bergerak. Disebut-sebut sebagai pengganti Sony NEX 5T, Alpha A5100 sudah mempunyai flash internal.

Khusus untuk layar LCD pada Alpha A5100, pengguna bisa menggunakannya dalam menentukan area fokus layaknya kamera ponsel. Salah satu keunggulan Alpha A5100 adalah memiliki kemampuan perekaman video memuaskan saat siang hari. Adanya teknologi WhiteMagic dan kecerahan layar 3″ menjadikan Anda tetap bisa nyaman merekam sekalipun siang hari saat matahari bersinar begitu terik. Alpha A5100 juga dilengkapi microphone stereo yang tentunya menjadikan suara vlog lebih jelas.

9. GoPro Hero 7 (Rp4-6 juta)

GoPro Hero 7
  • Rekam video 4K60, 2.7K120, & 1080p240
  • Capture 12MP foto hingga 30 fps
  • HyperSmooth Video Stabilization
  • Vertical Portrait Mode untuk Social Media
  • SuperPhoto Auto HDR Photo Enhancement
  • 10 m Waterproof tanpa Housing
  • Touch Zoom Framing dengan 2″ LCD
  • Face, Smile, & Scene Detection
  • Live Streaming, TimeWarp Video
  • Voice Control, Raw Photos, dan banyak lagi

Sejak pertama diluncurkan, GoPro Hero langsung menjadi action camera idaman para traveller. Kemampuannya merekam video dalam segala kondisi baik di atas kendaraan bermotor, melakukan petualangan di dalam air hingga atraksi udara menjadikan GoPro Hero sangat sempurna. Kendati makin banyak action camera, GoPro Hero tetaplah menjadi buruan dengan versi terbarunya Hero 7. Apa yang menjadikan Hero 7 ini sangat unggul? Kemampuan merekam resolusi Ultra HD 4K hingga 60 fps dan built-in HyperSmooth Video Stabilization.

Fitur terakhir membuat Anda bisa merekam video sangat halus dan tampak profesional. Bahkan untuk urusan rekaman super slow motion, Hero 7 bisa menghasilkan resolusi 2.7K hingga 120 fps atau Full HD 1080p hingga 240 fps. Hero 7 ini juga bisa dibawa ke dalam air dengan kedalaman 10 meter tanpa housing. Selain itu, GoPro juga memberikan fitur Protune yang membuat Anda bisa mengakses manual soal penyesuaian warna, batas ISO, ketajaman dan lainnya. Untuk urusan postingan media sosial (Snapchat/Instagram), Hero 7 juga bisa membalikkan kamera ke samping untuk merekam video dalam orientasi portrait.

10. DJI Osmo Pocket (Rp5 jutaan)

DJI Osmo Pocket
  • Gimbal Camera; 1/2.3″ CMOS Sensor
  • 4K Video 60 fps, Bit rate hingga 100 Mb/s
  • 12MP JPEG atau DNG Raw Photos
  • LCD Touchscreen 1.08 inch
  • Optional Wi-Fi & Bluetooth Monitoring
  • POV, ActiveTrack & FaceTrack Mode
  • Standard Time-Lapse & Motionlapse
  • NightShot & Panoramic Mode

Termasuk tipe vlogger yang malas bawa kamera besar bahkan sekalipun kamera compact atau mirrorless? Maka kamera jenis gimbal adalah pilihan terbaik untuk Anda. Salah satu yang direkomendasikan ialah DJI Osmo Pocket dengan berat sekitar empat ons dan cuma berukuran 12 cm saja. Meskipun mungil, Osmo Pocket mempunyai stabilisasi 3-axis sehingga rekaman video sangatlah halus. Keberadaan lensa wide f/2.0 dan sudut pandang 80 derajat menjadikan Osmo Pocket bisa merekam video sinematik hingga 4K60.

Semakin memuaskan konsumen, DJI membenamkan beberapa fungsi cerdas sebagai efek kreatif inovatif seperti Active Track, FaceTrack dan Motionlapse. Para traveller vlogger yang hobi naik gunung juga bisa merekam pemandangan panorama luas dengan beberapa pilihan. Bagaimana dengan hasil rekamannya di malam hari? Tenang saja, mode NighShot membuat pengguna bisa merekam cahaya bulan hingga kondisi gelap sesaat sebelum sunrise. DJI mengklaim kalau keberadaan pendingin pasif pada Osmo Pocket membuat kamera gimbal ini bisa menghilangkan panas dan baterai merekam hingga 140 menit video 1080p.

Kesimpulan

Dari 10 rekomendasi kamera vlog yang sudah diulas di atas, tentu masing-masing mempunyai keunggulan yang berbeda sehingga membuat rentang harganya tak sama. Kendati ada yang merupakan produksi lawas, kemampuannya yang istimewa membuat kamera-kamera vlog tersebut tidak ketinggalan zaman. Ada baiknya supaya bisa menghasilkan konten yang sesuai dengan keinginan, sesuaikan dengan kamera sebagai ‘senjata tempur’ Anda. Contohnya jika Anda adalah tipe vlogger kuliner, kamera-kamera mirrorless bisa jadi pilihan tepat daripada jenis action camera.

Dengan pemilihan kamera yang tepat sesuai kemampuan dan kebutuhan, nge-vlog jelas akan menjadi hobi menyenangkan sekaligus menjanjikan penghasilan luar biasa. Untuk itulah tunggu apalagi? Segera tentukan kamera favoritmu dan bikin vlog sekarang juga! Salam Youtuber.