Imbas Covid-19, Samsung Bakal Rilis Ponsel 5G Murah

Tak ada yang bisa menduga kalau perekonomian dunia benar-benar bisa ambruk karena pandemi Covid-19. Hingga Senin (20/4) malam, sudah lebih dari 2,5 juta orang di seluruh dunia dinyatakan positif penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2 tersebut. Semakin meningkatnya jumlah pasien Covid-19, perekonomian dunia pun terkena imbasnya.

Lantaran virus ini hanya bisa dihentikan penyebarannya lewat pembatasan sosial, tak heran kalau banyak negara memilih kebijakan lockdown. Indonesia sendiri memutuskan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang membuat pergerakan masyarakat di ruang publik dibatasi. Banyak pusat perekonomian, pusat perbelanjaan hingga transportasi umum berhenti beroperasi karena lockdown dan PSBB ini.

Imbasnya tentu sangatlah buruk ke berbagai sektor ekonomi. Mulai dari pengusaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) hingga pebisnis besar, semua mengalami dampaknya. Omzet yang anjlok lantaran daya beli masyarakat menurun adalah hal biasa. Hal ini pula rupanya juga dialami oleh raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung.

Baca juga: Baterai 6000 mAh dan Kamera 64MP, Samsung Galaxy M31 Dijual Rp3,6 Juta

Khusus untuk produk smartphone, Samsung juga memperoleh efek buruk lantaran pandemi Covid-19. Sekadar informasi, pengiriman smartphone di seluruh dunia anjlok 13,3% pada kuartal pertama 2020. Bahkan di bulan Februari saja, penjualannya menurun hingga 38% per tahun yang artinya cuma 60 juta ponsel terjual di dunia.

Covid-19 Bikin Samsung Tutup Pabrik di Korea Selatan

gedung pabrik Samsung
© 1Review2Day

Jika masyarakat Indonesia saat ini tengah berjuang melawan pandemi Covid-19, Korea Selatan sudah mengalaminya dua bulan silam. Yap, jumlah pasien positif virus corona di Korea Selatan memang mengalami puncaknya pada bulan Februari. Kondisi kritis saat itu bahkan membuat Samsung sempat harus menutup salah satu pabriknya.

Saat itu dilaporkan ada satu kasus positif Covid-19 di kompleks pabrik Samsung yang berada di Gumi, kota kecil di provinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan. Demi menghentikan penularan, Samsung pun langsung bertindak cepat dengan menutup fasilitas mereka di Gumi, seperti dilansir Reuters.

Sekadar informasi, pabrik Samsung yang terletak di Gumi memang hanya memproduksi sedikit ponsel mereka yang ditujukan untuk pasar domestik. Dilaporkan kalau pabrik di Gumi ini memproduksi ponsel-ponsel flagship Samsung seperti Samsung Galaxy Fold dan Galaxy Z Flip. Sementara mayoritas ponsel Samsung untuk pasar internasional diproduksi di Vietnam dan India.

Namun petinggi Samsung sepertinya tidak bisa bernapas lega atas pandemi Covid-19. Karena pada pekan lalu tepatnya 12 April 2020, dilaporkan seorang karyawan Samsung di Vietnam positif terinfeksi corona. Pegawai berusia 25 tahun dari unit EQC-SI itu berasal dari pabrik display Samsung di provinsi Bac Ninh, Vietnam Utara.

Atas kasus ini, pemerintah Vietnam pun langsung melakukan karantina terhadap 44 orang di unit EQC-SI. Bahkan seluruh pabrik dan bus yang mengangkut pekerja langsung disemprot disinfektan.Namun beruntung, kasus di Vietnam ini tidak sampai mempengaruhi produksi Samsung di Vietnam lantaran pabrik tidak ditutup seperti yang sempat dilakukan di Gumi, Korea Selatan.

Eropa dan Amerika Serikat ‘Runtuh’, Penjualan Samsung Anjlok

Samsung Galaxy S10 series
© Phone Arena

Meskipun Korea Selatan berangsur-angsur sudah mulai mengatasi pandemi Covid-19, omzet Samsung tampaknya benar-benar terpukul lantaran virus corona ini. Bahkan pada 7 April 2020 kemarin, Samsung Electronics menyebutkan kalau Covid-19 membuat penjualan produk smartphone dan TV sangat lesu.

Namun Samsung masih bisa bernapas lega karena penjualan chip cukup solid. Sehingga membuat laba operasi Samsung pada kuartal pertama 2020 bakal naik sedikit, setelah 2019 sempat menurun. Tingginya permintaan chip memang imbas dari kebijakan kerja #DiRumahAja alias Work From Home (WFH). Sehingga banyak produsen laptop dan pusat data membutuhkan chip buatan Samsung.

Baca juga: Keunggulan dan Kekurangan Samsung Galaxy A51

Sementara itu, penjualan smartphone dan TV premium menurun drastis lantaran pasar utama mereka yakni Eropa dan Amerika Serikat kini tengah dihantam oleh Covid-19. Bahkan Amerika Serikat hingga Senin (20/4) malam sudah mencatat lebih dari 770 ribu positif corona, dengan 41 ribu di antaranya meninggal dunia. Data ini membuat Amerika Serikat menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di Bumi.

Kemudian untuk benua Eropa, ada lima negara yang mencatat kasus positif Covid-19 terbesar yakni Spanyol (200.210), Italia (178.972), Jerman (145.743), Inggris (120.067) dan Prancis (112.606). Sementara Korea Selatan sendiri memiliki total kasus positif 10.674 orang dengan 236 meninggal dunia dan 8.114 di antaranya berhasil sembuh.

Dengan hasil kuartal pertama yang jauh di bawah harapan internal Samsung, perusahaan yang memproduksi smartphone, TV, aneka peralatan elektronik, chip memori dan display ini berharap kuartal kedua 2020 bakal lebih positif. Namun Samsung sepertinya harus cukup bersabar, mengingat beberapa ahli memprediksi pandemi Covid-19 baru akan usai pada tahun 2021 nanti.

Bahkan Kim Sun Woo selaku analis Meritz Securities pun angkat bicara soal peluang Samsung di paruh tahun 2020. “Dengan bisnis selular Samsung yang terkena dampak virus corona pada kuartal pertama, mereka justru akan menghadapi tantangan lebih besar di kuartal kedua nanti. Sejauh ini Amerika Serikat dan negara-negara Eropa memang mendapat imbas terburuk dari Covid-19.”

Menurut Hana Financial Investment, pengiriman smartphone Samsung diperkirakan saat ini tinggal 260 juta, dari prediksi awal mencapai 300 juta. Runtuhnya perekonomian dunia memang membuat permintaan smartphone flagship makin menurun, sehingga menggerus omzet penjualan ponsel Samsung.

Jika di awal China terkena Covid-19 saat itu membuat Samsung berhasil dengan strategi memperluas produksi ke luar negeri seperti Vietnam dan India, saat ini sepertinya harus berpikir ulang. Apalagi dengan pandemi yang makin meluas, membuat Samsung mau tak mau menutup pabrik dan jaringan toko ritel mereka di India, Amerika Serikat dan benua Eropa yang merupakan pangsa pasar utama.

Produksi Ponsel Samsung Menurun Hingga 60%

produk ponsel Samsung

Ancaman Covid-19 terhadap perekonomian global memang bukan isapan jempol semata. Karena ketika kondisi makin genting, masyarakat sudah pasti lebih memilih membeli barang kebutuhan pokok alih-alih smartphone. Hal inilah yang membuat penjualan ponsel Samsung begitu menurun dan berimbas pada bagian produksi.

Bukan hanya smartphone, gawai seperti tablet sampai wearable device juga merasakan hantaman yang sangat keras akibat Covid-19. Yang lebih menyedihkan, tak satupun produsen bisa memprediksi adanya resesi perkonomian yang tak terduga ini.

Baca juga: Incar Kelas Bawah, Ini Spesifikasi Serta Keunggulan Samsung Galaxy A01

Ketika virus corona mulai menyebar di China, Samsung memang langsung menutup pabrik mereka di China pada bulan Januari dan Februari. Saat itu Samsung masih bisa melenggang dan cukup optimis. Namun ketika Covid-19 sudah menjalar hingga Brasil dan India, chaebol asal Korea Selatan ini mau tak mau harus siap pada skenario terburuk.

Produsen ponsel terbesar di dunia ini bahkan dilaporkan mengalami penurunan produksi yang sangat signifikan pada April 2020. Media di Korea Selatan sampai menyebut produksi smartphone Samsung anjlok hingga 60% dari rata-rata produksi bulan sebelumnya. Bahkan kabarnya Samsung cuma akan memproduksi 10 juta unit smartphone, turun 25 juta unit dari biasanya.

Yang cukup muram, total produksi tak sejalan dengan omzet penjualan. Karena 10 juta unit smartphone yang terjual di bulan April berasal dari persediaan Maret 2020. Agar kembali ke level produksi sebelumnya, Samsung memang harus membuka pabrik mereka di Brasil dan India.

Hanya saja sekadar informasi, Brasil kini mencatat 38.654 kasus positif dan India memiliki 17.656 pasien terjangkit Covid-19. Dengan peningkatan kasus yang terus terjadi, Brasil dan India harus melakukan pembatasan sosial yang membuat operasional pabrik Samsung di kedua negara itu masih jadi tanda tanya entah sampai kapan.

Kendati demikian, petinggi Samsung berharap kalau volume produksi perusahaan bisa kembali normal di bulan Mei. Sementara itu pasar smartphone dunia diprediksi menurun hingga bulan Juni dan baru akan bisa meningkat lagi di kuartal ketiga 2020. Namun seluruh perkiraan ini masih akan bisa berubah, mengingat hingga sekarang belum ada vaksin untuk Covid-19.

Pulihkan Perusahaan, Samsung Bakal Rilis Ponsel 5G Murah

Meskipun mayoritas negara-negara di dunia saat ini sedang berjuang melawan Covid-19, China bisa lebih lega karena mereka mampu tersenyum lebar. Dengan total kasus positif ada 82.747, tercatat 77.084 di antaranya sudah sembuh. Tak heran kalau kehidupan dan perekonomian di Tiongkok berangsur bangkit lagi.

Hal ini rupanya berdampak pada pengiriman smartphone 5G di China yang sempat menurun tajam pada bulan Februari, mulai memperlihatkan tanda pulih di Maret. Pemerintah China sendiri memang resmi mencabut status lockdown pada awal April setelah sempat melakukan isolasi di sebagian wilayah sejak Januari 2020.

Samsung Galaxy A51 5G
© Newsmaker

Ketika kebijakan itu dihentikan, sudah banyak toko dan pusat perbelanjaan di China buka. Bahkan pengiriman smartphone 5G mencatat 6,21 juta unit, di mana sebelumnya cuma 2,38 juta unit. Samsung sendiri memilki pangsa pasar 35,8 persen di China yang diikuti oleh Vivo, Xiaomi dan LG. Di posisi pertama masih ada Huawei yang berkuasa di Tiongkok.

Baca juga: Review Spesifikasi Dan Harga Samsung Galaxy Fold

Melihat geliat yang mulai diperlihatkan oleh China, Samsung pun langsung mempersiapkan strategi baru. Di mana untuk tahun 2020 yang tersisa, mereka akan merilis ponsel 5G dengan harga terjangkau. Kendati informasi yang ada masih minim, kuat dugaan bahwa Galaxy A51 5G dan Galaxy A71 5G akan diusung oleh Samsung.

Dilansir Gizmochina, harga Galaxy A51 5G adalah US$499 (sekitar Rp7,7 juta) dan Galaxy A71 5G mencapai US$599 (sekitar Rp9,2 juta). Harga ini jauh lebih murah sekitar 62% dari smartphone 5G pertama mereka yakni Galaxy S10 5G yang dibanderol US$1.299 (sekitar Rp20,1 juta).

Samsung Galaxy A71 5G
© gamerturn

Nantinya jika penjualan ponsel 5G terjangkau ini disambut positif di pasaran, bukan tak mungkin kalau Samsung akan merilis produk baru. Namun konsumen Indonesia tampaknya harus bersabar, karena hingga saat ini jaringan internet 5G belum diterapkan di Tanah Air.

Apalagi dengan adanya Covid-19, pembangunan jaringan 5G sepertinya bukan jadi perhatian utama pemerintah Indonesia. Sembari menanti info baru lagi dari Samsung, lebih baik terus jaga kebersihan dan kesehatan di tengah pandemi Covid-19.