Laptop

Samsung Galaxy Book Ion, Standar Baru Laptop Ultra-Thin

Samsung Galaxy Book Ion adalah laptop tipis dan ringan yang dirancang dengan baik agar mengesankan penggunanya. Bersama dengan beberapa fitur yang benar-benar unik.

Laptop ini memiliki layar 1080p yang menakjubkan dan masa pakai baterai yang benar-benar mengesankan. Tetapi juga sangat mahal, artinya laptop ini bukan untuk semua kalangan.

CPU1.6GHz Intel Core i5-10210U (quad-core, 6MB Intel Smart Cache, hingga 4.2GHz dengan Turbo Boost)
GrafisIntel UHD graphics
RAM8GB DDR4
LayarFHD 13,3 inci (1.920 x 1.080) QLED
Memori Internal512GB SSD (PCIe, NVMe, M.2)
Dimensi305,8 x 199,9 x 12,95mm
PortsUSB-C 3.1 dengan Thunderbolt 3, 2 x USB 3.0, 1 x pembaca kartu microSD, jack audio kombinasi, 1 x HDMI
KonektivitasWi-Fi 6 (Gig+) 802.11ax 2 x 2, Bluetooth 5.0
Kamerawebcam 720p
Berat0,97kg
Fitur Samsung Galaxy Book Ion
©www.samsung.com

Ulasan Singkat Galaxy Book Ion

Samsung Galaxy Book Ion mungkin adalah salah satu laptop paling menarik yang dibuat oleh perusahaan.

Ini adalah laptop tipis ringan, dan mengesankan yang memiliki kualitas dan desain yang kokoh dan premium. Galaxy Book Ion juga dilengkapi dengan beberapa fitur yang tidak dimiliki pesaingnya.

Menariknya, Samsung Galaxy Book Ion hadir dengan tambahan slot SSD dan RAM DDR4. Ketika banyak laptop tipis dan ringan dari Microsoft dan Apple berusaha keras untuk mencegah orang membuka perangkat mereka, Samsung secara aktif mendorong orang untuk membuka Galaxy Book Ion dan memasukkan lebih banyak RAM atau penyimpanan di dalamnya.

Langsung saja, ini menjadikannya laptop yang lebih fleksibel dan lebih kuat daripada pesaing terdekat seperti Apple MacBook Pro 15 inci dan Dell XPS 15.

Baca review, Dell Vostro 14 5490, Laptop Eksekutif Muda

Jadi saat Anda ingin memberi Samsung Galaxy Book Ion sedikit peningkatan kinerja atau menambahkan lebih banyak ruang untuk menyimpan file, Anda dapat melakukannya dengan relatif mudah dan murah.

Slot tambahan SSD dan RAM ini adalah fitur yang ingin kami lihat lebih banyak di laptop premium yang tipis dan ringan.

Apple memiliki catatan buruk karena membuat perangkatnya hampir tidak mungkin untuk ditingkatkan atau diperbaiki sendiri.

Sementara itu, Microsoft mengizinkan lebih banyak penyimpanan untuk ditambahkan ke beberapa perangkatnya,seperti Surface Laptop 3, tetapi mendorong orang untuk menggunakan vendor spesialis untuk melakukannya, yang mematok harga relatif mahal.

Banyak laptop tipis dan ringan juga mengorbankan port untuk menjaga ukuran dan berat keseluruhannya agar tetap rendah.

Tetapi untungnya Samsung Galaxy Book Ion hadir dengan pilihan yang layak, dengan campuran port USB standar dan kartu USB-C dan microSD.

Sekali lagi hal tersebut membuatnya menjadi laptop yang lebih fleksibel untuk kreatif dan profesional dibandingkan dengan laptop tipis dan ringan lainnya yang tidak menawarkan banyak port.

Samsung Galaxy Book Ion hadir dalam dua versi, versi 13,3 inci dan model 15,6 inci.

Semua desain yang mengesankan dan fitur inovatif ini akan membuat Samsung Galaxy Book Ion dihargai banyak orang dan ditakuti para kompetitor.

©www.samsung.com

Meski tidak akan banyak orang yang akan menggunakan ini di kafe atau kantor, mengingat harganya yang mencapai angka 30 jutaan.

Dengan harga fenomenal tersebut, Samsung harus benar – benar bisa membuktikan bahwa kinerjanya layak untuk dibanderol dengan harga setinggi itu.

Mungkin karena tidak akan banyak orang yang menggunakannya, Galaxy Book Ion hanya akan hadir dalam satu warna, Aura Silver yang menampilkan strip metalik biru di sepanjang bagian belakang.

Layar QLED terlihat fantastis, meskipun resolusi 1080p bukan yang paling tajam akhir-akhir ini.

Kami suka menggunakan keyboard Galaxy Book Ion meski sedikit agak dangkal. Tetapi kami tidak terlalu tertarik pada pemindai sidik jari berwarna biru besar.

Itu tampak sedikit norak. Sementara itu, touchbar juga dapat berfungsi ganda sebagai pengisi daya nirkabel untuk ponsel Anda. Sebuah fitur yang jarang ada pada laptop lain.

Yang terpenting, Samsung Galaxy Book Ion melakukan pekerjaan yang baik dalam menangani tugas produktivitas sehari-hari.

Dengan dukungan prosesor Intel Core i5 generasi ke-10 dan RAM 8GB, Windows 10 dan hampir semua aplikasi, melakukan booting dan berjalan dengan cepat dan lancar.

Namun, mungkin fitur yang paling mengesankan adalah masa pakai baterainya, yang dengan mudah melewati 10 jam dalam kedua pengujian benchmark kami.

Hal ini menjadikan Samsung Galaxy Book Ion sebagai laptop yang menarik. Khususnya untuk orang-orang yang membutuhkan perangkat yang dapat mengerjakan tugas dalam waktu yang lama tanpa harus mencolokkan pengisi daya.

Baca juga, HP Elite Dragonfly G2, Kemewahan Laptop Berpadu Menjadi Satu

Untuk profesional dan pelajar, itu berarti dapat menemani sepanjang hari kerja atau sekolah dan perjalanan yang berat juga.

Secara keseluruhan, Samsung Galaxy Book Ion adalah laptop yang dapat diandalkan dengan beberapa fitur menarik dan masa pakai baterai yang sangat baik.

Label harga yang tinggi akan membuat banyak orang kecewa, dan desain yang lembut membuatnya menjadi laptop yang dapat Anda andalkan.

Desain Galaxy Book Ion

Dalam hal desain, Samsung telah menunjukkan bahwa ia menguasai seni menciptakan perangkat yang ramping dan bergaya. Baik itu laptop, smartphone, atau TV, dan Galaxy Book Ion tidak mengecewakan.

©www.samsung.com

Dengan dimensi 12,04 x 7,87 x 0,51 inci (305,8 x 199,9 x 12,95mm) dan berat 2,14 pon (0,97kg) untuk model yang lebih kecil, ini adalah salah satu laptop paling tipis dan paling ringan yang dapat Anda beli saat ini.

Ini lebih tipis dan lebih ringan dari Apple MacBook Air, yang dulunya menjadi tolok ukur untuk laptop ultra-tipis.

Artinya, ini adalah laptop yang dapat dengan mudah dibawa-bawa tanpa kesulitan, dan Anda dapat memegangnya dengan satu tangan dengan mudah.

Model 15,6 inci lebih besar dan lebih berat, seperti yang mungkin Anda harapkan, dengan dimensi 14,02 x 8,98 x 0,59 (356 x 228 x 15mm) dan berat 2,62 pon (1,19kg).

Bobot ekstra itu membuatnya sedikit kurang portabel daripada model yang lebih kecil, tetapi tetap tidak akan terlalu sulit untuk dibawa-bawa.

Namun, jika portabilitas adalah salah satu prioritas utama Anda, Anda pasti ingin memilih model 13,3 inci.

Kedua model hadir dalam satu pilihan warna: Aura Silver dengan strip metalik biru yang membentang di sepanjang engsel.

Warna metalik ini tampak bersahaja dan tidak hambar. Warna perak bersama dengan sudut tajam, membuat Samsung Galaxy Book Ion terlihat seperti laptop bisnis.

Saat membuka Samsung Galaxy Book Ion, akan tampak hamparan keyboard dengan tombol besar yang membuat mengetik di atasnya relatif nyaman. Meskipun kedalaman tombol agak dangkal.

Satu hal yang tidak kami sukai dari keyboard adalah tombol biru besar di sebelah kanan tombol Shift.

Ini sebenarnya adalah pemindai sidik jari, cukup letakkan jari Anda di atasnya untuk membuka kunci Windows 10. Namun, masalah kami adalah ukurannya agak besar dan jelek.

Ukurannya yang besar membuat tombol Shift kanan jadi lebih kecil, dan itu akan membuat pengguna baru tidak sengaja menekan pemindai sidik jari saat akan menekan tombol Shift.

Ini adalah pilihan desain yang aneh, karena kita telah melihat laptop dengan pemindai sidik jari yang lebih kecil dan tidak begitu mengganggu.

Beberapa bahkan terpasang di samping tombol daya atau track pad.

Namun, pemindai sidik jari Samsung Galaxy Book Ion tampak biru dan sangat menonjol, menurut penilaian kami.

Trackpad, sementara itu, melakukan pekerjaan dengan cukup baik. Kami senang dengan fitur uniknya sebagai pengisian nirkabel bawaan.

Itu berarti Anda dapat menempatkan smartphone yang kompatibel di trackpad, dan itu akan mulai mengisi daya secara nirkabel.

Secara teori, ini adalah ide yang cukup hebat dan unik. Dapat dengan mudah mengisi ulang ponsel Anda saat menggunakan laptop tampaknya sangat berguna.

Anda perlu mengaktifkan fitur dengan menekan tombol Fn dan F11.

Saat fitur aktif, Anda tidak dapat menggunakan trackpad ini, berarti Anda membutuhkan mouse eksternal jika ingin tetap menggunakan Samsung Galaxy Book Ion.

Namun jika Anda tidak memilikinya, maka yang dapat Anda lakukan hanyalah menggunakan laptop untuk menonton film sambil mengisi daya ponsel. Sedikit menyebalkan, hehe.

©www.samsung.com

Satu aspek paling mantap dari Samsung Galaxy Book Ion adalah layar QLED 1080p yang tampak sangat cerah dan bersemangat.

Kecerahannya bisa mencapai 600 nits dalam mode Outdoor, jadi bahkan di bawah sinar matahari langsung Anda masih bisa bekerja dengan nyaman.

Ini juga mendukung HDR, dan ini adalah salah satu layar paling baik yang pernah kami lihat di laptop.

Dalam hal port, Samsung Galaxy Book Ion menawarkan pilihan yang baik meskipun desainnya tipis.

Anda mendapatkan dua port USB 3.0 ukuran penuh, port HDMI standar, jack audio, dan port USB-C Thunderbolt 3.Juga ada pembaca kartu microSD.

Kabar baiknya adalah Anda dapat mencolokkan pengisi daya USB-C ke port USB-C Samsung Galaxy Book Ion untuk mengisi daya.

Aspek menarik lainnya dari desain Samsung Galaxy Book Ion adalah sesuatu yang tidak akan Anda lihat.

Muncul dengan slot RAM dan SSD cadangan, yang memungkinkan Anda untuk menambahkan memori atau penyimpanan tambahan.

Ini merupakan fitur bagus yang memungkinkan Anda untuk meningkatkan laptop tanpa terlalu banyak biaya.

Kinerja Galaxy Book Ion

Dengan prosesor Intel Core i5-10210U generasi ke-10 dan memori DDR4 8GB bersama dengan SSD NVMe 512GB. Anda akan mendapatkan Samsung Galaxy Book Ion bekerja sesuai dengan harganya.

Laptop tentu sangat mampu menangani tugas sehari-hari dengan mudah. Windows 10 melakukan booting dengan cepat, tajam serta responsif saat Anda mulai menggunakannya.

Bahkan dengan beberapa aplikasi berbeda yang terbuka sekaligus, Samsung Galaxy Book Ion tetap berjalan tanpa masalah.

Intel Core i5 generasi ke-10 melakukan banyak pekerjaan berat dan menghasilkan laptop yang berkinerja sangat baik.

Anda dapat menambahkan lebih banyak RAM. Jadi laptop ini akan mempunyai usia yang lebih lama daripada perangkat tipis dan ringan lainnya.

Meskipun seperti yang kami sebutkan, DDR4 8GB yang menyertainya sudah sangat baik untuk sebagian besar tugas.

Namun, kurangnya GPU diskrit berarti ini bukan laptop yang ingin Anda gunakan untuk bermain game atau pekerjaan kreatif yang intensif grafis. Tapi laptop ini memang bukan diciptakan untuk dua hal itu.

Bagian bawah laptop mempunyai ventilasi udara yang cukup. Sehingga motherboard mampu membuang panas komponen dengan baik dan tanpa kebisingan yang mengganggu pekerjaan.

Daya tahan baterai

Prosesor Intel generasi ke-10 lebih hemat daya daripada generasi sebelumnya. Samsung Galaxy Book Ion bekerja dengan senyap.

©www.samsung.com

Hanya sedikit menghasilkan panas sehingga kipas tidak perlu menyala. itu juga membantu meningkatkan masa pakai baterai juga.

Samsung Galaxy Book Ion mempunyi ketahanan selama 12 jam dan 23 menit. Ini sangat mengesankan dalam uji benchmark masa pakai baterai yang menjalankan video 1080p loop hingga baterai mati.

Perangkat lunak dan fitur

Samsung Galaxy Book Ion hadir dengan Windows 10 Home yang sudah diinstal.

Selain itu bagi siapa pun yang telah memiliki perangkat Samsung, Anda tidak akan terkejut mengetahui bahwa sejumlah aplikasi Samsung juga ada di dalam Book Ion.

Laptop ini akan melengkapi semesta Samsung Anda, dan akan memiliki dukungan kompatibilitas yang lebih baik dengan semua perangkat Samsung.

Jika Anda menggunakan aplikasi ini di ponsel Samsung Anda, Anda mungkin akan senang melihatnya di sini juga.

Review, Huawei MateBook X Pro

Jika tidak, maka itu hanyalah aplikasi yang jarang Anda gunakan, dan akhirnya menghabiskan ruang di hard drive dan mengacaukan menu Start.

Ada juga beberapa alat pemeliharaan seperti Samsung PC Cleaner yang pada dasarnya melakukan pekerjaan yang sama dengan alat Pembersihan Disk bawaan Windows 10.

Share
Alfian Ihsan

Recent Posts

Oppo A94 5G, Lebih Mahal Tapi Tidak Lebih Baik dari Oppo A54

Oppo A94 5G adalah ponsel Android yang solid, dan layak menjadi perangkat andalan yang tidak…

2 hari ago

Realme GT Tampil Mewah Mengadopsi Warna Mustang GT

Realme GT adalah smartphone Android kecil yang kuat dengan prosesor level atas. Xiaomi menyematkan semua…

1 minggu ago

Manjakan Content Creator, Oppo Reno6 Dibanderol Rp5,2 Juta

Situasi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat di Indonesia sejak 3 - 20 Juli 2021,…

2 minggu ago

The Real 5G Killer, Xiaomi POCO M3 Pro 5G Dijual Rp2,5 Jutaan

Pertama kali dikenalkan pada bulan Agustus 2018, sub-brand milik Xiaomi yakni POCO, kini sudah menjelma…

2 minggu ago

Sony Xperia 1 III, Pertama di Dunia Dengan Layar 4K

Sony Xperia 1 III memang bukan untuk banyak orang, tetapi bagi para pengguna ponsel puluhan…

3 minggu ago

Standar Emas TV OLED 2021, LG C1 OLED

LG C1 OLED merupakan salah satu TV terbaik dengan harga berapa pun. C1 menghasilkan gambar…

4 minggu ago