Brand Baru di Indonesia, Tecno Spark 6 Go Dibanderol Rp1,2 Jutaan

Kalau menyebut nama Tecno Spark 6 Go, mungkin belum tentu semua orang mengenalnya. Namun jika nama Infinix, mungkin para pengguna smartphone di Indonesia akan cukup familiar.

Yap, Tecno Mobile adalah brand ponsel yang masih satu perusahaan dengan Infinix dan Itel yakni bagian dari Transsion Holdings. Transsion sendiri merupakan perusahaan pabrikan ponsel holding asal China. Meskipun memang faktanya, BBK Electronics memang begitu digdaya sebagai perusahaan asal Tiongkok dengan aneka brand smartphone mendunia seperti Oppo, Vivo, Realme, OnePlus, imoo hingga iQOO.

Seolah ingin mendulang peruntungan di Indonesia, Transsion tampaknya cukup percaya diri mengenalkan Tecno di pasar Tanah Air. Langkah meyakinkan Transsion ini bukan tanpa alasan, apalagi jika melihat hasil penjualan Infinix beberapa tahun terakhir yang tidaklah mengecewakan.

Baca juga: RAM 8GB – Kamera 50MP, Huawei Mate 40 Pro Dihargai Rp16 Juta

Namun berbeda dengan Infinix yang identik sebagai smartphone gaming dengan harga terjangkau, Tecno Mobile lebih fokus pada performa yang mengesankan tapi harga murah meriah. Transsion mengklaim mereka menggunakan teknologi mutakhir sehingga Tecno Spark 6 Go diharapkan akan sangat mewakili dan menarik perhatian gadget freak di Indonesia.

Spesifikasi Tecno Spark 6 Go

unboxing Spark 6 Go
© metropoler
  • Sistem Operasi: Android 10 (Go edition), HIOS 6.2
  • SIM: Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
  • Layar: IPS LCD 6.52″ dengan resolusi 720×1600 piksel
  • Chipset: Mediatek MT6761D Helio A20 (12 nm)
  • CPU: Octa-core (4×1.8 GHz Cortex-A53 & 4×1.5 GHz Cortex-A53)
  • GPU: PowerVR GE8320
  • Internal/RAM: 32GB/2GB
  • Kamera Utama: 13MP
  • Kamera Selfie: 8MP
  • Jaringan: GSM/HSPA/LTE
  • Kapasitas Baterai: Baterai tanam 5000mAh

Kendati Transsion berpusat di Shenzhen, China, target pasar pertama bagi Tecno Mobile justru ada di benua Afrika. Bahkan di tahun 2015, 50% pasar ponsel Afrika menjadi milik Tecno Mobile yang membuat Transsion mengembangkan pasar hingga ke Turki, UEA (Uni Emirat Arab) dan India, seperti dilansir Gizmologi.

Menyasar konsumen muda, Tecno Mobile bahkan bermitra dengan klub sepakbola ternama asal Inggris, Manchester City, sebagai Official Handset and Tablet Partner sejak tahun 2016. Hal ini sesuai dengan komitmen Transsion untuk membantu seluruh lapisan masyarakat dalam mencoba perangkat berteknologi mutakhir, lewat harga kompetitif.

Baca juga: Punya RAM 6GB, Advan G9 Pro Dijual Rp1,6 Jutaan Saja

Stephen Ha selaku Vice President Transsion Holdings sekaligus General Managed TECNO Mobile menyampaikan bahwa kehadiran Tecno Spark 6 Go di Indonesia didorong oleh kesuksesan mereka di pasar 60 negara berkembang. Lewat Spark 6 Go, Tecno ingin mendukung gaya hidup masyarakat Indonesia lewat smartphone yang harganya bersaing.

Dikabarkan setelah Spark 6 Go yang resmi dikenalkan pada 9 Desember 2020, Tecno juga bakal memboyong Spark 5 Pro ke pasar Tanah Air. Untuk harganya sendiri, Spark 6 Go dibanderol mulai Rp1.199.000 juta di e-commerce Shopee.

Bodi Nyaman Dipegang dengan Layar Nyaman

Tampilan belakang Spark 6 Go
© metropoler

Dengan harga yang ditawarkan dan spesifikasi yang ditonjolkan, Tecno Spark 6 Go memang merupakan ponsel kelas entry-level. Namun jangan anggap remeh dulu, karena ponsel ini punya desain bodi yang tidak tampak murahan.

Menggunakan layar imersif Dot Notch beresolusi tinggi dan berlapir Gorilla Glass 3, Anda akan mendapat kepuasan untuk kebutuhan entertaiment lewat layar selebar 6.52″. Meskipun layarnya cukup lebar, tak ada masalah dalam hal genggaman karena Tecno menggunakan material dan desain bodi yang nyaman untuk dipegang dalam waktu lama.

Ada tiga pilihan warna untuk Spark 6 Go yakni aqua blue, ice jadeite dan mystery white. Kendati punya tiga varian, untuk pasar Indonesia sendiri tampaknya Tecno memilih varian terendah yakni kapasitas internal 32GB dengan RAM 2GB untuk Spark 6 Go.

Lantaran harga yang ditawarkan sangat terjangkau, tak heran kalau Spark 6 Go diklaim terjual habis dalam penawaran perdana dalam program Flash Sale di Shopee Indonesia. Kendati Tecno tak menyebutkan berapa unit yang berhasil terjual, pencapaian ini bisa dibilang sebagai pertanda yang cukup menggembirakan dari Spark 6 Go di pasar ponsel Tanah Air yang sangat ketat.

Kamera Meski Sederhana Tetap Puas

bodi Spark 6 Go
© metropoler

Menggunakan sistem operasi Android 10 Go edition yang mengusung antarmuka HIOS 6.2, Spark 6 Go tidaklah sulit untuk digunakan. Apalagi adanya sistem keamanan sensor fingerprint menjadikan smartphone ini cukup istimewa dengan harga yang tidak sampai Rp1,5 juta tersebut.

Namun memang jika bicara perkara ponsel entry-level, tentu kemampuan yang dibenamkan memang terbatas termasuk dari segi kamera. Tak heran jika Spark 6 Go hanya dibekali dua kamera yakni kamera utama di bagian belakang ponsel dengan resolusi 13MP, serta kamera selfie 8MP.

Tetapi dual-camera yang dimiliki Spark 6 Go ini sudah dilengkapi dengan AI Scene Detection. Lewat fitur kecerdasan buatan ini, Spark 6 Go dapat mengenali 18 jenis pemandangan berbeda dengan tingkat akurasi mencapai 95%. Tak hanya itu saja, lensa kamera Spark 6 Go juga mampu memproses gambar definisi tinggi yang menjadikan hasil foto atau video tetap apik, meskipun minim cahaya.

Baca juga: Nokia 6300 & Nokia 8000 Kembali dengan 4G dan WhatsApp

Untuk kamera selfie, Tecno memasang fitur AI Beauty dan AI Body Shaping yang menjadikan pengguna bisa memotret sesuai dengan keinginan. Hanya saja untuk AI Body Shaping hanya bisa diperoleh pada Spark 6 Go versi 64GB/4GB saja.

Performa Tak Kecewa di Kelas Entry-Level

Tampilan belakang Spark 6 G
© Youtube/BadEnglishReview

Sebetulnya Tecno merilis dua varian chipset untuk Spark 6 Go. Dimana untuk Mediatek MT6761D Helio A20 digunakan untuk model RAM 2GB dan 3GB. Sementara Mediatek MT6762D Helio A25 dipasang pada model RAM 4GB. Karena perilisan pertama Spark 6 Go di Indonesia adalah varian RAM 2GB, maka itu yang akan kami bahas.

Helio A20 sendiri memang diproduksi oleh Mediatek untuk kebutuhan ponsel-ponsel kelas entry-level seperti Spark 6 Go. Meskipun harganya terjangkau, chipset yang dibuat dengan fabrikasi 12nm ini diklaim punya peningkatan performa sebesar 27% untuk CPU dan mencapai 123% dalam kebutuhan gaming jika dibandingkan generasi sebelumnya.

Helio A20 dipadukan dengan CPU quad-core ARM Cortex-A53 yang mampu mencapai laju 1.8GHz serta GPU kelas-IMG PowerVR GE, sehingga mampu menghasilkan kinerja yang tidak mengecewakan. Keberadaan memori LPDDR4 berkecepatan tinggi membuat performa cukup memuaskan dan tidak terlalu boros baterai meskipun sudah berdaya cukup besar yakni 5000mAh.

Bicara soal kemampuan baterainya, Tecno memang cukup memanjakan pengguna Spark 6 Go karena kapasitasnya besar. Bahkan Tecno mengklaim kalau Spark 6 Go dapat bertahan standby selama 36 hari. Jika ponsel dalam kondisi aktif melakukan panggilan, baterainya dapat bertahan selama 24 jam.

Baca juga: Debut di Indonesia, Infinix Zero 8 Dihargai Rp3,8 Juta

Lantas bagaimana dengan kebutuhan gaming dan entertainment lainnya? Menurut Tecno, Spark 6 Go bisa digunakan selama 19,8 jam untuk berselancar internet, 25 jam dalam kebutuhan menonton video, 15,6 jam untuk full gaming dan 125 jam jika dipakai mendengarkan musik saja, seperti dilansir Kompas.

Jadi, Apakah Tecno Spark 6 Go Layak Dibeli?

Sudah mampu menangkap jaringan 4G LTE, Spark 6 Go tentu menjadi salah satu smartphone entry-level yang layak dipertimbangkan di masa pandemi Covid-19. Apalagi dalam kondisi resesi ekonomi yang membuat siapapun harus lebih bijaksana dalam hal konsumtif, menjadikan pembelian Spark 6 Go tentu tak akan membebani pengeluaran.

Jadi bagi Anda yang butuh ponsel dengan kemampuan standar tapi cukup mutakhir, tidak murahan dan harga terjangkau, Tecno Spark 6 Go adalah solusinya.